Perkuat Tata Kelola dan Kolaborasi Menuju Satu Data NTT melalui Portal Sasando 2.0

workshop portal sasando v2.0-2026

Kota Kupang, bkd.nttprov.go.id  – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus memperkuat implementasi kebijakan Satu Data Indonesia melalui penyelenggaraan Workshop Pemutakhiran Data Portal Sasando 2.0 Provinsi NTT yang dilaksanakan pada 23–24 Juli 2026 secara hybrid di Hotel Aston Kupang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Nusa Tenggara Timur bekerja sama dengan Program SKALA dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT.

Workshop diikuti oleh peserta luring yang terdiri dari perwakilan 15 Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT sebagai produsen data, serta peserta daring yang berasal dari perwakilan pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas pengelola data sekaligus memastikan proses pemutakhiran dataset pada Portal Sasando 2.0 berjalan sesuai prinsip Satu Data Indonesia.

Mengawali kegiatan, perwakilan Program SKALA Pusat, Indradi Yudianto, menyampaikan bahwa SKALA memiliki peran penting dalam pengembangan Portal Sasando sebagai mitra Pemerintah Provinsi NTT, mulai dari pembangunan Portal Sasando versi 1.0 hingga pengembangan Portal Sasando 2.0 yang saat ini digunakan sebagai portal data sektoral Provinsi NTT.

Dalam arahannya, Indradi menegaskan bahwa SKALA membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi pemerintah kabupaten dan kota dalam mengembangkan portal satu data di daerah masing-masing. Menurutnya, pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui mekanisme replikasi Portal Sasando maupun melalui pendekatan interoperabilitas antarportal, sehingga data yang dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota dapat terhubung dengan Portal Sasando Provinsi NTT sebagai portal induk.

"Melalui interoperabilitas maupun replikasi sistem, diharapkan seluruh pemerintah daerah di NTT dapat mewujudkan ekosistem data yang terintegrasi dan mendukung implementasi Satu Data Indonesia secara berkelanjutan," ujarnya.

Workshop secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. Ady E. Mandala, M.Si. Dalam sambutannya, Mandala menyampaikan apresiasi kepada Program SKALA dan BPS Provinsi NTT atas dukungan yang terus diberikan dalam pengembangan Portal Sasando, serta pendampingan guna menghasilkan data yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menjelaskan bahwa digitalisasi sektor pemerintahan merupakan salah satu arahan strategis Gubernur Nusa Tenggara Timur yang harus terus didorong agar pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan semakin efektif. Oleh karena itu, Portal Sasando diharapkan tidak hanya menjadi pusat data tingkat provinsi, tetapi juga berkembang menjadi portal induk yang mampu mengintegrasikan data dari seluruh pemerintah kabupaten dan kota di NTT.

Menurutnya, sebagai daerah kepulauan, Nusa Tenggara Timur menghadapi tantangan dalam memperoleh data yang cepat dan akurat. Digitalisasi menjadi solusi penting untuk mempercepat akses data sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi.

Mandala juga menekankan pentingnya komitmen seluruh perangkat daerah dalam memperkuat tata kelola data. Dalam era manajemen pemerintahan modern, data bukan lagi sekadar informasi, melainkan telah menjadi aset strategis yang mendukung penyusunan kebijakan berbasis bukti.

"Portal Sasando merupakan wadah bersama dalam pengelolaan data sektoral. Setiap perangkat daerah sebagai produsen data memiliki tanggung jawab untuk melakukan pemutakhiran data secara berkala, melengkapi metadata secara benar, serta menjaga kualitas data yang dipublikasikan," tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberhasilan implementasi Satu Data tidak hanya diukur dari banyaknya dataset yang tersedia, tetapi juga dari kualitas data yang disajikan. Dataset yang dipublikasikan harus lengkap, mudah dipahami, valid, konsisten, dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dalam perencanaan pembangunan daerah.

Rangkaian workshop kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dari berbagai narasumber. Materi pertama disampaikan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatif) Kementerian Dalam Negeri mengenai penguatan dan implementasi satu data pemerintah dalam negeri.

Selanjutnya, Kepala Bagian Peraturan Perundang-Undangan Kabupaten/Kota Biro Hukum Provinsi NTT, Lukas N. Mau, S.H., memaparkan materi mengenai Regulasi Daerah dan Kebijakan Satu Data Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang menekankan pentingnya dukungan regulasi sebagai fondasi pelaksanaan tata kelola data yang terintegrasi.

Materi berikutnya disampaikan oleh Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Nyoman Saniambara, dengan topik Satu Data Daerah untuk Dokumen Perencanaan Pembangunan, yang menjelaskan pentingnya data berkualitas dalam mendukung penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah secara tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur, Matamira B. Kale, S.Si., M.Si., memaparkan materi mengenai Pemutakhiran Data pada Portal Sasando 2.0 Provinsi NTT Tahun 2026, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas metadata statistik, validitas dataset, serta kesesuaian indikator data dengan standar statistik nasional.

Materi terakhir disampaikan oleh tim pengembang Program SKALA, Ronald Lehot, melalui sesi Pengenalan Fitur Portal Sasando 2.0, yang memperkenalkan berbagai penyempurnaan sistem, mulai dari pengelolaan metadata, penyusunan indikator dataset, hingga proses unggah data.

Pada sesi praktik, seluruh operator perangkat daerah melakukan pemutakhiran dataset secara langsung. Tahapan yang dilakukan meliputi memastikan usulan metadata statistik pada Portal INDAH BPS telah memperoleh persetujuan, melakukan inisiasi dan penyesuaian indikator dataset, menyusun daftar definisi field untuk setiap indikator data, mengolah data menggunakan template yang disediakan Portal Sasando, hingga melakukan impor nilai indikator dataset untuk periode Januari 2022 sampai dengan Desember 2025.

Salah satu perangkat daerah yang aktif mengikuti proses pemutakhiran adalah Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pada Portal Sasando versi 1.0, BKD Provinsi NTT telah menginisiasi 68 dataset dengan total 3.264 nilai data yang dipublikasikan. Seiring pengembangan Portal Sasando 2.0, dilakukan peninjauan kembali terhadap struktur dataset sehingga 68 dataset tersebut diklasifikasikan ulang ke dalam 7 indikator dataset yang lebih terstruktur, tanpa mengurangi cakupan maupun substansi data yang telah tersedia sebelumnya.

Melalui workshop ini diharapkan seluruh perangkat daerah semakin memahami pentingnya pengelolaan data yang berkualitas, terstandar, dan berkelanjutan. Sinergi antara Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten/kota, BPS Provinsi NTT, serta Program SKALA diharapkan mampu memperkuat implementasi Satu Data Indonesia di Nusa Tenggara Timur, sehingga Portal Sasando 2.0 menjadi pusat data yang andal dalam mendukung perencanaan, evaluasi, serta pengambilan kebijakan pembangunan daerah berbasis data yang akurat dan terpercaya.

R.A.Welvart