Kota Kupang, bkd.nttprov.go.id - Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Data Statistik Sektoral pada Kamis, 12 Maret 2026, bertempat di Aula Palapa Diskominfo Provinsi NTT. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat tata kelola data sektoral sekaligus mendukung implementasi kebijakan Satu Data Indonesia di lingkup Pemerintah Provinsi NTT.
FGD secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Bapak Frederik C. P. Koenunu, ST, MH. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir, termasuk perwakilan dari SKALA Program, BPS Provinsi NTT, serta para peserta FGD yang merupakan produsen data dari berbagai Perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Provinsi NTT.
Kegiatan ini berlangsung dalam dua gelombang, selama dua hari kegiatan yaitu pada hari Kamis, 12 Maret 2026 dan Jumat 13 Maret 2026. Kehadiran dan peran aktif dari masing-masing Perangkat Daerah Produsen data menunjukkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem data yang terintegrasi, akurat, dan berkelanjutan. Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT sendiri mendapat giliran pada hari pertama kegiatan. Hadir sebagai perwakilan, Pranata Komputer Ahli Muda dari Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT selaku operator Portal Data Sasando.
Dalam sambutannya, Frederik menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan Portal Data Sasando sebagai platform utama pengelolaan data sektoral di Provinsi NTT. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan portal tersebut, khususnya dalam mendukung implementasi Satu Data Indonesia.
“Yang kita jalankan adalah portal milik Pemerintah Provinsi NTT, sehingga setiap elemen memiliki peran penting. Kominfo sebagai wali data, pihak SKALA yang terus mendukung pengembangan sistem, serta BPS yang terus memberikan pendampingan dan penguatan dalam setiap kegiatan terkait data sektoral,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Portal Sasando telah diupayakan untuk terintegrasi dengan berbagai aplikasi nasional, seperti Sirusa milik BPS, aplikasi Pelita, serta sistem informasi lainnya yang dikembangkan oleh Bappenas. Integrasi ini diharapkan dapat menciptakan keselarasan data antar lembaga dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan informasi pembangunan.
Dalam konteks pembangunan daerah, Frederik juga menyinggung arahan Gubernur NTT terkait pembentukan tim percepatan pembangunan, khususnya dalam penanggulangan kemiskinan. Ia menekankan pentingnya peran data dari instansi seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Dinas Sosial dalam menghasilkan data yang akurat.
“Dengan pengelolaan data yang baik dan akurasi yang diharapkan dapat mencapai 99,9 persen, kita dapat meningkatkan profesionalisme, melakukan mitigasi risiko, serta mendorong inovasi dalam perencanaan pembangunan,” jelasnya.
Menurutnya, membangun portal data bukanlah hal yang sulit, namun menjaga keberlanjutan dan kualitas pengelolaannya memerlukan kerja sama yang kuat serta manajemen risiko yang matang. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama dalam memastikan keberhasilan implementasi sistem data sektoral di daerah.
Kegiatan FGD ini juga bertujuan untuk melakukan pemutakhiran dataset tahun 2025. Tercatat sebanyak 1.516 dataset telah berhasil diidentifikasi dan diinput ke dalam database Portal Sasando NTT, yang menunjukkan progres signifikan dalam pengelolaan data sektoral. Namun demikian, melalui aplikasi Pelita, tercatat masih terdapat sekitar 600 dataset yang perlu diklarifikasi kembali agar seluruh dataset yang ada dapat memenuhi standar statistik yang ditetapkan.
Melalui proses klarifikasi dan standarisasi ini, diharapkan Portal Data Sasando dapat menjadi sumber data yang valid, terintegrasi, dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat.
FGD ini menghadirkan narasumber dari BPS Provinsi NTT, yakni Bapak Indra ahmad, S.ST, M.Si, sebagai Fasilitator data sektoral deseminasi BPS Provinsi NTT. Kegiatan ini merupakan keberlanjutan dari kegiatan Workshop Pemutakhiran Data Prioritas 2026 yang telah berlangsung pada bulan Februari yang lalu yang mana para produsen data sebelumnya telah dibekali dengan tata cara identifikasi dan input metadata sebagai elemen kunci dalam memastikan kualitas dan keterpahaman data.
Adapun agenda utama dalam kegiatan FGD ini meliputi tiga hal penting, yaitu input dataset tahun 2025, input metadata dataset tahun 2025, serta identifikasi kebutuhan dan rencana kegiatan dataset untuk tahun 2026. Ketiga agenda ini dirancang untuk memastikan kesinambungan pengelolaan data serta kesiapan menghadapi kebutuhan data di masa mendatang.
FGD berlangsung secara interaktif ini memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan kendala, berbagi pengalaman, serta merumuskan solusi bersama dalam pengelolaan data sektoral. Para peserta juga mendapatkan pendampingan teknis dalam proses input data dan metadata ke dalam sistem.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Provinsi NTT menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola data yang berkualitas, transparan, dan akuntabel. Diharapkan, melalui penguatan kolaborasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengelolaan data sektoral di NTT dapat semakin optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.