Lantik Kepala Bapenda, Gubernur Tekankan Optimalisasi PAD dan Inovasi Pendapatan

Pelantikan Kepala Bapenda Provinsi NTT

Kupang, bkd.nttprov.go.id - Gubernur Nusa Tenggara Timur resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Johny Ericson Ataupah, SP., MM sebagai Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah (Bapenda) Provinsi NTT dalam sebuah acara yang berlangsung di Hotel Sasando Kupang, Senin (18/5/2026). Acara pelantikan dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur dan disaksikan oleh Forkompinda, Pimponan OPD, perwakilan ASN, dan media. 

“Pelantikan jabatan Kepala Bapenda ini sebelumnya direncanakan berlangsung bersamaan dengan pelantikan 31 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama lainnya pada 16 Maret 2026 lalu. Akan tetapi, karena masih harus memenuhi sejumlah persyaratan administratif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, maka pelantikan Kepala Bapenda dilaksanakan secara terpisah hari ini”, ujar Kepala BKD Provinsi NTT.

Sebagaimana Surat Keputusan pelantikan yang dibacakan oleh Kepala Bidang Pengembangan Pegawai BKD Provinsi NTT, Guido El Joacim Laga, S.STP., M.Si, Johny Ericson Ataupah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTT.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan pentingnya posisi Kepala Bapenda di tengah tantangan fiskal daerah dan kebutuhan percepatan pembangunan berbasis Pendapatan Asli Daerah (PAD). Gubernur Melki menyampaikan bahwa jabatan Kepala Bapenda merupakan salah satu posisi strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT karena berkaitan langsung dengan kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik.

“Posisi Kepala Bapenda menjadi semakin penting di tengah menurunnya dana transfer pusat dan meningkatnya tuntutan pembiayaan pembangunan daerah melalui PAD,” tegas Gubernur.

Gubernur mengungkapkan bahwa target PAD Provinsi NTT tahun 2026 mencapai Rp2,733 triliun. Akan tetapi, hingga pertengahan Mei 2026, realisasi PAD baru mencapai sekitar 15,53 persen. Karena itu, Kepala Bapenda yang baru dilantik diminta bergerak cepat dan melakukan berbagai langkah strategis guna mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.

Ia menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan pendapatan, termasuk digitalisasi sistem pemungutan, ekstensifikasi objek pajak, penguatan pengawasan untuk mencegah kebocoran pendapatan, serta optimalisasi pengelolaan aset daerah.

“Saudara tidak hanya menjalankan rutinitas, tetapi ditugaskan untuk memimpin dan mengkoordinasikan seluruh upaya dalam menggali dan mengoptimalkan pendapatan daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memaparkan capaian pembangunan daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, perekonomian NTT pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum bahkan tumbuh hingga 26,22 persen, menunjukkan mulai bergairahnya sektor pariwisata dan industri kreatif di NTT.

Meski demikian, Gubernur mengingatkan bahwa tantangan pembangunan masih cukup besar. Tingkat kemiskinan NTT masih berada di angka 17,50 persen, sementara persoalan stunting dan rata-rata lama sekolah masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“PAD yang kuat adalah kunci untuk membiayai pengentasan kemiskinan, perbaikan gizi, dan pembangunan pendidikan. Karena itu, Kepala Bapenda harus menjadi ujung tombak,” katanya.

Selain menekankan profesionalisme dan integritas aparatur, Gubernur juga meminta seluruh pimpinan perangkat daerah aktif membangun komunikasi publik yang terbuka agar masyarakat mengetahui capaian pembangunan yang telah dilakukan pemerintah.

Menurutnya, komunikasi publik yang baik penting untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat partisipasi publik dalam pembangunan daerah.

Di akhir sambutannya, Gubernur menyampaikan ucapan selamat kepada Johny Ericson Ataupah atas amanah baru yang dipercayakan kepadanya sebagai Kepala Bapenda Provinsi NTT.

“Mari terus bersinergi dan bergandengan tangan untuk mewujudkan NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan dengan fondasi PAD yang kuat dan mandiri,” tutupnya.

Wilfrid Kako Nono