Kota Kupang, bkd.nttprov.go.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, melantik 104 Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi NTT di Aula El Tari Kantor Gubernur NTT, Rabu (25/3). Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah Provinsi NTT dalam memperkuat kepemimpinan pada lini terdepan di sektor pendidikan.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Drs. Kanisius H. M. Mau, mengatakan bahwa para kepala sekolah yang dilantik telah melalui mekanisme seleksi yang ketat dan berbasis merit yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) serta Kelompok Kerja Seleksi dan Penempatan Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan (KSPSTendik).
Menurut Kepala BKD, seleksi dimaksud meliputi tahapan seleksi administrasi dan rekam jejak, penilaian kompetensi melalui asesmen, evaluasi kinerja dan pengalaman kepemimpinan, serta pertimbangan kebutuhan dan kesesuaian dengan satuan pendidikan.
“Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa pejabat yang diangkat benar-benar memiliki kapasitas, integritas, dan kesiapan dalam memimpin satuan pendidikan”, ungkap Kanisius.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Ia menekankan bahwa kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi harus menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu mendorong inovasi dan meningkatkan mutu pendidikan.
“Kepala sekolah harus berorientasi pada kinerja. Keberhasilan harus tercermin dari meningkatnya kualitas pembelajaran, prestasi siswa, serta menurunnya angka putus sekolah,” tegas Gubernur.
Gubernur juga menyoroti pentingnya pemanfaatan hasil asesmen pendidikan, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA), sebagai dasar pengambilan keputusan di sekolah, terutama untuk penguatan literasi dan numerasi.
Selain itu, Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong program One School One Product (OSOP) guna memperkuat pendidikan berbasis potensi lokal dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik. Khusus bagi SMK, kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri menjadi prioritas untuk meningkatkan kesiapan kerja lulusan.
Pemerintah daerah juga berkomitmen memperluas akses lulusan ke perguruan tinggi, sekolah kedinasan, serta institusi TNI dan Polri melalui program pembinaan yang terarah.
Di akhir sambutannya, Gubernur menegaskan pentingnya integritas dalam pengelolaan pendidikan. Ia mengingatkan agar pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan akuntabel.
“Kepala sekolah harus menjadi teladan dan membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi kemajuan pendidikan NTT,” ujarnya.
Gubernur mengajak seluruh kepala sekolah yang dilantik untuk bekerja dengan dedikasi, inovasi, dan komitmen tinggi dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.
Untuk memberi dukungan administrasi dalam melaksanakan tugas pada jabatan yang baru, Kepala Bidang Pengembangan, Guido El Joacim Laga, S.STP, M.Si, memastikan bahwa SK Petikan Pelantikan sudah bisa didapatkan paling lambat satu minggu terhitung mulai tanggal pelantikan.
“Kami akan memproses secepatnya mengingat setelah ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan masih harus menerbitkan Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) dan Surat Pernyataan Menduduki Jabatan (SPMJ). Dokumen-dokumen ini penting sebagai pegangan bagi Kepala Sekolah untuk melaksanakan tugas”, ungkap Guido.