BKD Provinsi NTT Laksanakan Intervensi di Desa Sumlili, Dorong Peningkatan Nilai Tambah Produk Bawang Merah

intervensidesa_sumlili

Kupang Barat, bkd.nttprov.go.id - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan program intervensi di Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, di antaranya melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengolahan bawang merah menjadi produk kemasan. 

Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026, bertempat di Kantor Desa Sumlili dan dihadiri oleh Kepala Desa Sumlili, Camat Kupang Barat, Instruktur, ibu-ibu rumah tangga peserta pelatihan sebanyak 20 orang, dan ASN BKD sebagai penyelenggara kegiatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gubernur NTT melalui intervensi BKD Provinsi NTT yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal agar memiliki nilai tambah dan dapat mendukung peningkatan pendapatan rumah tangga.

Sekretaris BKD Provinsi NTT, Dra. Therese Ndolu Eoh, MA, dalam arahannya menyampaikan bahwa intervensi yang dilakukan BKD mencakup dua kegiatan utama, yaitu sosialisasi program sekolah kedinasan, beasiswa dan bimbingan belajar serta pelatihan pengolahan bawang merah menjadi produk kemasan. Dua kegiatan ini dilaksanaan secara parallel di dua tempat terpisah.

Ia berharap kelompok masyarakat yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi penggerak dan sumber pembelajaran bagi masyarakat lainnya, sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada peserta pelatihan, tetapi dapat ditularkan kepada kelompok-kelompok lain di Desa Sumlili.

“Kelompok yang sudah mendapatkan pelatihan diharapkan dapat menularkan pengetahuan dan keterampilannya kepada masyarakat yang lain,” demikian disampaikan Ibu Sekretaris BKD.

Sebagai salah satu tahapan untuk mendorong keberlanjutan hasil pelatihan dan pengembangan produk masyarakat, BKD Provinsi NTT berencana untuk melakukan launching produk pada tanggal 3 September 2026.

Kepala Desa Sumlili, Yusaen Ndun, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BKD Provinsi NTT serta para instruktur yang telah memberikan perhatian dan pendampingan kepada masyarakat Desa Sumlili. Ia berharap program tersebut tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan dengan dukungan terhadap pemasaran produk.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan misi pembangunan Desa Sumlili, khususnya dalam upaya meningkatkan pendapatan rumah tangga dan kesejahteraan masyarakat. Pengolahan bawang merah menjadi produk kemasan diharapkan dapat membuka peluang usaha baru dan memberikan nilai tambah terhadap komoditas yang dihasilkan masyarakat.

Apresiasi dan harapan yang sama datang dari Camat Sumlili, Villy Nakamnanu, S.STP. Ia sangat berharap agar dari Sumlili dapat lahir produk olahan yang memiliki cita rasa yang khas dan mampu bersaing di pasaran. 

 

Dorong Produk Aman dan Mampu Bersaing

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, drg. Imelda Sudarmadji, M.Kes, menekankan pentingnya penerapan standar kesehatan dan keamanan pangan dalam seluruh tahapan produksi, mulai dari proses produksi, pengolahan hingga pengepakan. Menurutnya, produk yang dihasilkan tidak hanya harus memiliki cita rasa yang baik, tetapi juga harus sehat dan aman untuk dikonsumsi sehingga mampu bersaing di pasar.

Ia juga menjelaskan kepada peserta pelatihan pentingnya perizinan dan izin edar produk. Jika sebelumnya pengurusan perizinan dilakukan dengan mendatangi langsung kantor PTSP, saat ini proses perizinan produksi sudah dapat dilakukan secara daring sehingga memberikan kemudahan bagi pelaku usaha masyarakat.

Penjelasan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena pengembangan produk pangan tidak hanya membutuhkan keterampilan mengolah bahan baku, tetapi juga pemahaman mengenai keamanan pangan dan ketentuan yang harus dipenuhi agar produk dapat dipasarkan.

Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pelatihan pengolahan bawang merah menjadi produk kemasan yang didampingi langsung oleh instruktur berpengalaman Ibu Siti Aminah dan asisten instruktur Ibu Sri Rejeki. Ibu-ibu peserta pelatihan terlihat sangat antusias mendapat pengalamn baru.

“Kami sangat berterima kasih karena mendapat kesempatan mengikuti pelatihan ini. Selama ini bawang merah lebih banyak kami jual dalam bentuk bahan mentah. Dengan pelatihan ini, kami belajar bahwa bawang merah bisa diolah menjadi produk kemasan yang memiliki nilai tambah. Kami berharap setelah pelatihan ini ada pendampingan lanjutan, terutama dalam pengemasan, perizinan, dan pemasaran, sehingga produk yang kami hasilkan benar-benar bisa dipasarkan dan membantu menambah pendapatan keluarga.”

Sebagaimana diharapkan, program ini merupakan langkah awal untuk mengembangkan potensi bawang merah Desa Sumlili menjadi produk bernilai tambah, sekaligus mendukung upaya peningkatan pendapatan rumah tangga dan kesejahteraan masyarakat.

 

Penulis: Wilfrid K. Nono