BKD Provinsi NTT Ikuti Kegiatan Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Governansi Publik bagi ASN

BKD Ikut Workshop AI dan Governansi Publik

Kupang – Dalam rangka meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang transformasi digital pemerintahan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Nusa Tenggara Timur mengikuti kegiatan “Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Governansi Publik bagi ASN: Menguasai Copilot dan Teknik Prompting” yang dilaksanakan selama dua hari, pada tanggal 8–9 Desember 2025, bertempat di Gedung ICT Center Universitas Nusa Cendana, Kupang.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara (KANREG X BKN) sebagai bagian dari upaya strategis penguatan kapasitas ASN dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. BKD Provinsi NTT mengikutsertakan enam orang peserta yang merupakan ASN di lingkungan BKD Provinsi NTT untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan kebutuhan birokrasi modern yang menuntut ASN untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, serta mampu memanfaatkan teknologi secara optimal guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas kinerja pemerintahan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai peran dan potensi Artificial Intelligence dalam governansi publik. AI dipandang sebagai salah satu instrumen pendukung transformasi birokrasi yang dapat membantu ASN dalam pengambilan keputusan berbasis data, penyederhanaan proses kerja, serta peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

Materi yang disampaikan menekankan bahwa AI bukan untuk menggantikan peran ASN, melainkan berfungsi sebagai asisten kerja digital yang membantu menyelesaikan tugas-tugas administratif dan analitis secara lebih cepat dan akurat. Dengan dukungan AI, ASN diharapkan dapat mengalokasikan waktu dan energi lebih besar pada tugas-tugas strategis yang membutuhkan pertimbangan kebijakan dan interaksi langsung dengan masyarakat.

Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah pengenalan dan pemanfaatan Copilot AI sebagai asisten kerja berbasis kecerdasan buatan. Copilot diperkenalkan sebagai alat bantu yang dapat digunakan dalam berbagai aktivitas ASN, seperti penyusunan dokumen kedinasan, pembuatan laporan kegiatan, peringkasan hasil rapat, penyusunan bahan presentasi, hingga analisis data sederhana.

Melalui sesi praktik dan simulasi, peserta diperkenalkan pada cara menggunakan Copilot AI secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan kerja di lingkungan pemerintahan. Peserta juga diajak memahami batasan dan tanggung jawab penggunaan AI, khususnya terkait validasi hasil dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bagi ASN BKD Provinsi NTT, penguasaan Copilot AI diharapkan dapat mendukung tugas-tugas pengelolaan kepegawaian yang membutuhkan ketelitian, kecepatan, dan akurasi, sekaligus meningkatkan kualitas layanan administrasi kepegawaian kepada perangkat daerah dan masyarakat.

Selain penguasaan Copilot, kegiatan ini juga menekankan pentingnya teknik prompting, yaitu cara memberikan instruksi atau perintah yang tepat kepada AI agar menghasilkan output yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Disampaikan bahwa keberhasilan pemanfaatan AI sangat bergantung pada kemampuan pengguna dalam menyusun prompt yang jelas, terstruktur, dan kontekstual.

Peserta dibekali pemahaman mengenai unsur-unsur penting dalam teknik prompting, antara lain penentuan tujuan output, penyediaan konteks yang memadai, serta penentuan format hasil yang diinginkan. Dengan teknik prompting yang baik, ASN dapat memperoleh hasil kerja AI yang lebih relevan dan siap untuk ditelaah lebih lanjut.

Dalam sesi praktik, peserta mempelajari cara menyusun prompt untuk berbagai kebutuhan kerja pemerintahan, seperti penyusunan konsep surat dinas, ringkasan kebijakan, laporan kegiatan, dan bahan presentasi. Teknik ini dinilai sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas kerja ASN tanpa mengurangi kualitas hasil.

Kegiatan ini juga memberikan gambaran nyata mengenai penerapan AI dalam tugas sehari-hari ASN. Peserta diajak untuk memanfaatkan AI dalam menyusun laporan berbasis data, melakukan analisis sederhana, serta menyederhanakan proses kerja yang bersifat rutin dan berulang.

Pemanfaatan AI dinilai mampu mempercepat proses penyusunan dokumen dan pengolahan informasi, sehingga ASN dapat bekerja lebih efisien. Namun demikian, ditegaskan bahwa hasil yang dihasilkan oleh AI tetap harus melalui proses verifikasi dan evaluasi oleh ASN sebagai penanggung jawab pekerjaan.

peserta-workshop-ai

Dalam konteks BKD Provinsi NTT, penerapan AI diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pengelolaan manajemen ASN, mulai dari perencanaan kebutuhan pegawai, pengembangan kompetensi, hingga penyusunan laporan kepegawaian yang akurat dan tepat waktu.

Selain aspek teknis, kegiatan ini juga membahas secara khusus mengenai etika dan keamanan data dalam penggunaan AI. ASN diingatkan untuk tetap menjaga kerahasiaan data dan informasi pemerintahan, serta tidak memasukkan data sensitif ke dalam platform AI yang tidak memiliki jaminan keamanan.

Penggunaan AI harus tetap berlandaskan pada prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap regulasi, serta kode etik ASN. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Keikutsertaan ASN BKD Provinsi NTT dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BKD Provinsi NTT untuk terus meningkatkan kompetensi ASN, khususnya di bidang teknologi informasi dan transformasi digital. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat ditularkan dan diterapkan di lingkungan kerja masing-masing, sehingga memberikan dampak positif bagi peningkatan kinerja organisasi.

BKD Provinsi NTT akan terus mendorong ASN untuk mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi yang relevan dengan tuntutan zaman, serta memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Dengan kolaborasi antara kompetensi manusia dan kecerdasan buatan, diharapkan birokrasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur semakin adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Vicar L.