09 Sep

Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk ASN Kawasan Timur Indonesia di Jepang

Jepang - bkd.nttprov.go.id - Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Perencana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Pusbindiklatren Bappenas) mengadakan kegiatan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk  Aparatur Sipil (ASN) Negara Kawasan Timur Indonesia (KTI). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk respon Pusbindiklatren Bappenas terhadap keinginan Presiden dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia sekaligus melaksanakan tugas Pusbindiklatren Bappenas untuk meningkatkan kapasitas ASN Perencana baik di tingkat pemerintah pusat maupun di tingkat pemerintah daerah, khususnya KTI. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 25 orang PNS yang berasal dari Bappenas, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Dalam Negeri, Lembaga Administrasi Negara,  Provisi Kalimantan Utara, Provinsi Maluku, Provinsi Maluku Utara, Provinsi Papu, Provinsi Papua Barat dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) . Pemerintah Provinsi NTT mengutus 3 (tiga) orang PNS untuk mengikuti kegiatan tersebut, yaitu Frans Sales (BPSDMD Provinsi NTT), Bonavantura Taco (BAPPELITBANGDA Provinsi NTT) dan Maria Yuniarti Sanis Kiak (BKD Provinsi NTT).

Kegiatan pelatihan ini diawali dengan kegiatan pembekalan (pre-departure briefing) yang berlangsung di Jakarta pada tanggal 23 Agustus 2019 bertempat di Hotel Aryaduta, yang dibuka oleh Kepala Pusbindiklatren Bappenas dan pemaparan materi oleh Trippcons Internasional selaku konsultan pengelola kegiatan dan Dentsu Inc., sebuah lembaga kerja sama bisnis dari Jepang. Selanjutnya para peserta pelatihan diberangkatkan ke Jepang melalui bandara Soekarno Hatta pada tanggal 24 Agustus 2019.

Kegiatan pelatihan di Jepang dilaksanakan oleh Pusbindiklatren Bappenas bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), sebuah lembaga yang mengkoordinir Official Development Assistance (ODA) bagi pemerintah Jepang. Lembaga ini merupakan perpanjangan tangan pemerintah Jepang untuk membantu pertumbuhan ekonomi dan sosial di negara-negara berkembang, dan promosi kerja sama internasional. Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta dapat menyusun dokumen Rencana Pengembangan Sumber Daya Manusia/ Human Capital Development Plan (HCDP) di masing-masing lembaga kementerian maupun Provinsi.

Selama 14 hari di Jepang para peserta pelatihan diberikan materi terkait pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi pemerintah yang ada di Jepang, pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah yang ada di Jepang, pola pengembangan  sumber daya manusia pada instansi pemerintah yang ada di Jepang, program mitigasi bencana yang ada di Jepang serta materi terkait kultur budaya Jepang. Materi yang ada tidak hanya disampaikan oleh perwakilan instansi pemerintah yang ada di Jepang namun juga di berikan oleh para professor dari Universitas terkemuka di Jepang.  Selain pemberian materi, para peserta pelatihan juga diberikan kesempatan untuk melakukan kunjungan ke instansi-instansi pemerintah yang ada di Tokyo maupun yang ada di prefektur (daerah setingkat provinsi) Miyagi. Prefektur Miyagi dipilih sebagai salah satu wilayah yang dikunjungi oleh para peserta pelatihan untuk melihat secara langsung program mitigasi bencana yang dilakukan oleh pemerintah daerah Miyagi. Prefektur Miyagi merupakan salah satu daerah yang mengalami kerusakan berat pasca dilanda bencana tsunami pada bulan Maret tahun 2011 yang lalu. Pemerintah preketur Miyagi berhasil membangun kembali wilayah Miyagi setelah rusak parah dihantam bencana tsunami serta berhasil membangun pusat pendidikan bagi pegawai pemerintah yang ada di Miyagi maupun di 6 prefektur lainnya yang ada di Jepang Utara. Keberhasilan pemerintah prefektur Miyagi dalam melakukan mitigasi bencana maupun mengembangan pusat pendidikan dan pelatihan untuk pengembangan sumber daya manusia aparatur pemerintah diharapkan bisa memberikan motivasi serta  menambah pemahaman peserta pelatihan terkait penyusunan HCDP.

kunjungan

(Kunjungan ke Prefektur Miyagi, Jepang)

Sebagai perwakilan Pemerintah Provinsi NTT, ketiga peserta pelatihan asal NTT juga menggunakan ajang pelatihan tersebut untuk memperkenalkan keragaman budaya yang ada di NTT dengan cara mengenakan busana tradisional NTT yang menggunakan kain tenun NTT serta pemberian cindera mata berupa souvenir khas NTT. Pemberian cinderamata tersebut mendapat apresiasi yang baik dari Professor Emeritus Hiroshi Ikawa, Ketua Jurusan Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Teikyo, Professor Masahiro Kakuwa dari Tokyo University serta perwakilan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Pegawai Perfektur Miyagi.Kegiatan pelatihan ini akan berakhir pada tanggal 7 September 2019 dan diharapkan para peserta sudah akan kembali ke instansi masing-masing pada tanggal 8 September 2019 untuk selanjutnya mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama 14 hari di Negara Matahari Terbit tersebut.

cindera mata

(Penyerahan cinderamata sekaligus memperkenalkan budaya NTT)

Penulis: Nini Kiak.

0 Comments

You Might Also Like This

Back to top