09 Sep

Pelantikan Kepala SLB, SEKDA NTT: “Jangan menganggap kita tidak memiliki andil dalam pengembangan pariwisata.”

Kota Kupang - bkd.nttprov.go.id - Bertempat di aula Fernandez, kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur, Rabu 11 September 2019, Sekretaris Daerah Provinsi NTT melantik dan mengukuhkan 18 Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) dan 3 kepala SMA Lingkup Provinsi NTT. Pelantikan dan pengukuhan para kepala sekolah ini merupakan agenda kedua di tahun 2019 dalam rangka memenuhi tuntutan peraturan dan tertib administrasi kependidikan. Peristiwa ini berawal dengan berlakunya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang kemudian ditegaskan lagi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, beberapa urusan yang pada awalnya merupakan kewenangan pemerintah Kabupaten/Kota diserahkan menjadi urusan pemerintah Provinsi, yang didalamnya termasuk urusan Pendidikan Menengah Atas dan Sekolah Luar Biasa.

Dalam arahannya Sekda Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing, menegaskan pentingnya untuk bekerja dengan hati, secara khusus dalam menghadapi realitas dunia pendidikan saat ini yang tidak sama seperti kondisi dahulu. Saat ini semakin banyak guru yang dijebloskan kedalam penjara hanya karena masalah sepele seperti mencubit. Realitas yang lebih rumit lanjutnya adalah mereka yang mendidik anak-anak dengan kebutuhan khusus. Menjadi kepala sekolah tidaklah semudah menjadi kepala bidang atau pengawas di kantor dan realitas itu mesti disadari oleh semua kepala sekolah yang baru dilantik dan dikukuhkan. Seorang kepala sekolah perlu memimpin dengan hati sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari dan pengelolaan sekolah dapat berjalan dengan baik.

Para kepala sekolah adalah manager di sekolah yang menentukan arah sekolah untuk maju dan berkontribusi bagi pengembangan bangsa. Maka para kepala sekolah dituntut untuk memiliki inovasi-inovasi yang memajukan sekolah, bekerjasama dengan pihak lain, baik para guru, siswa dan semua pihak yang terkait. Kerja sama itu perlu untuk dikembangkan karena tuntutan yang semakin maju dengan perkembangan teknologi.

Selain itu, dalam kaitan dengan visi Gubernur NTT “NTT bangkit, NTT sejahtera”, Sekda provinsi NTT menghimbau para kepala sekolah untuk turut serta dalam menggerakan pertumbuhan sektor pariwisata yang digalakan menjadi prime mover pembangunan NTT. “Jangan berpikir bahwa karena berada disekolah, bapak-ibu merasa tidak memiliki kaitan dengan pariwisata. Jangan menganggap kita tidak memiliki andil dalam pengembangan pariwisata. Pariwisata itu juga terkait dengan budaya. Budaya untuk tidak buang sampah sembarangan, dan lain-lain. Walaupun kecil tapi berpengaruh bagi pariwisata.” Pariwisata tidak saja berkaitan dengan tempat-tempat yang viral untuk dikunjungi tetapi juga perilaku, bagaimana menerima para wisatawan dan juga bagaimana memperhatikan lingkungan sekitar kita untuk menjadi daya tarik wisatawan. 

Penulis: JB Avodius Kapa, S.Fil (Assessor SDMA Pertama)

0 Comments

You Might Also Like This

Back to top