04 Apr

Peduli Dengan Pantai Warna Oesapa Kupang, BKD Provinsi NTT Turut Bersih-Bersih

BKD.NTTPROV.GO.ID Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT, Henderina Sintiche Laiskodat, SP, M.Si bersama dengan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Jumat 26 April 2019 mengikuti kegiatan bersih-bersih kota yang dilaksanakan di sepanjang Pantai Warna Oesapa Kupang, dibawah koordinasi Kepala Badan Keuangan Provinsi NTT. Kegiatan Jumat bersih ini, merupakan kegiatan rutin yang digagas oleh Gubernut NTT, melibatkan seluruh ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan dilaksanakan seminggu sekali dalam upaya menciptakan Kota Kupang yang bersih, rapi dan sehat.

Bersih-bersih Kota yang dimulai pukul 06.00 WITA, dilaksanakan secara merata di beberapa titik di Kota Kupang. BKD Provinsi NTT bersama dengan RSUD Prof. DR. W.Z. Johannes Kupang, Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT, BPSDMD Provinsi NTT, Badan Kesbangpol Provinsi NTT dan Biro Organisasi Setda Provinsi NTT bertanggung jawab untuk membersihkan area tempat wisata Pantai Warna Oesapa dan sekitarnya.

Kegiatan yang dilakukan dalam rangkaian bersih-bersih kota ini, berupa mengumpulkan sampah-sampah sepanjang kawasan Pantai Warna Oesapa. Sampah-sampah yang ada, didominasi oleh sampah rumah tangga berupa sampah-sampah plastik. Mengingat kawasan Pantai Warna Oesapa berbatasan langsung dengan wilayah laut, keberadaan sampah-sampah plastik ini sangat berpotensi merusak ekosistem laut yang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat baik yang ada di pesisir pantai pada khususnya maupun masayarakat Kota Kupang pada umumnya.

World Economic Forum pada 2016 menyatakan ada lebih dari 150 juta ton plastik di samudra planet ini. Tiap tahun, 8 juta ton plastik mengalir ke laut. Padahal plastik bisa berumur ratusan tahun di lautan dan terurai menjadi partikel kecil dalam waktu yang lebih lama lagi. Plastik bakal terakumulasi terus dan terus di laut. Sampah plastik yang berakhir di lautan sangat berpotensi mencemari dan memberikan dampak yang serius bagi keseimbangan ekosistem di laut. Ketika semuanya sudah menggunung, tak cukup dengan daur ulang untuk bisa melenyapkannya. Daur ulang bukanlah jawaban utama atas permasalahan yang terjadi pada saat ini. Pengurangan (reduksi) adalah kuncinya. Semua pihak harus berperan aktif dalam mewujudkan hal itu. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti pernah berujar, Indonesia penyumbang sampah terbanyak kedua di laut. “Tahun 2030 kalau (sampah) tidak dikurangi akan lebih banyak sampah dari pada ikan," kata Susi. Kesadaran masyarakat Kota Kupang untuk mengurangi penggunaan plastik dan tidak membuang sampah ke laut menjadi kunci untuk menjaga laut Kota Kupang tetap bersih dan tidak tercemar.

Selain sampah plastik, sampah yang ditemukan di sepanjang Pantai Warna Oesapa juga terdiri dari peralatan perikanan yang ditinggalkan begitu saja, yang biasa disebut 'jaring hantu' atau 'peralatan hantu'. Sampah plastik dan sampah peralatan hantu yang berserakan sepanjang pantai tersebut dikumpulkan dan dipindahkan ke pinggir jalan untuk kemudian diangkut oleh petugas Dinas Kebersihan Kota Kupang dan selanjutnya akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Henderina Laiskodat, dalam arahan singkatnya memotivasi segenap ASN BKD Provinsi NTT untuk membersihkan Pantai Warna Oesapa dengan mengangkut semua sampah yang ditemukan disepanjang area pantai. Lebih lanjut, Plt. Kepala BKD Provinsi NTT berharap, area pantai yang telah dibersihkan tersebut, tidak lagi dikotori oleh masyarakat sekitar. Kegiatan bersih-bersih kota ini berakhir pada pukul 08.00 Wita dan seluruh PNS BKD Provinsi NTT diwajibkan kembali ke kantor untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi.

(*Risky Asvin Welvart, S.Kom – Pengelola Data Sistem Informasi Kepegawaian pada BKD Provinsi NTT)

0 Comments

You Might Also Like This

Back to top