10 Oct

Melepas PNS Purna Bhakti, Gubernur NTT: Pensiun Dari PNS Bukan Pensiun Dari Hidup

Kota Kupang, BKD.NTTPROV.GO.ID – Segala sesuatu ada waktunya. Ada waktu untuk memulai, ada waktu untuk mengakhirinya. Itulah yang dialami oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkup Pemerintah Provinsi NTT.  

Purna bakti merupakan masa dimana seorang ASN tidak bertugas aktif lagi. Masa tugasnya telah berakhir. Masa ini dipandang sebagai bentuk penghargaan atas kinerja dan dedikasi seorang ASN selama masa kerjanya.  Memang seorang pensiunan PNS masih menerima tunjangan tapi tunjangan tersebut tidak sebesar gaji pokok selama menjadi ASN.

Dengan berakhirnya masa tugas tak berarti seorang PNS berhenti bekerja. Purna Bakti PNS dapat melakukan berbagai aktifitas seperti berwirausaha, bertani atau mengembangkan hobi, dan lain-lain. Yang mana kegiatan-kegiatan tersebut turut memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa dan daerah.

Bertepatan dengan apel peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Senin (01/10/2018), Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melepas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna bhakti. Data BKD Provinsi NTT, sebanyak 39 ASN yang memasuki masa purna bhakti dan 1 orang yang mengajukan pensiun dini terhitung bulan Oktober 2018 ini.

Akan terjadi banyak perubahan pada saat seseorang menjalani masa pensiun. Perubahan dari aktivitas yang tadinya bekerja menjadi tidak bekerja. Dari yang sebelumnya memiliki peran atau jabatan di ditempat kerja menjadi sudah tidak berperan dan memiliki jabatan lagi. Selain itu terjadi penurunan pendapatan, perubahan relasi sosial, penurunan kesehatan karena usia yang semakin bertambah dan sebagainya. Tak semua pensiunan dapat menerima perubahan-perubahan tersebut secara bijak. Tak sedikit pula yang mengalami post power syndrome.

Mempertimbangkan banyak perubahan yang akan terjadi pada diri seorang pensiunan, maka pesan Gubernur NTT layak disimak oleh para pensiunan.  Sebagaimana disampaikanya pada apel Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Sasando, Senin (01/10/2018),   ia berpesan kepada seluruh ASN yang menghadiri apel tersebut bahwa pensiun dari PNS tak berarti pensiun dari hidup. Artinya seorang purna bhakti tetap hidup. Supaya hidup, mereka tetap bekerja.

“Teman-teman yang purna tugas, pensiun dari PNS bukan pensiun dari hidup,” ujar Viktor Bungtilu Laiskodat disambut tepukan tangan ASN.

Untuk itu, ia menghimbau kepada ASN purna bhakti untuk terus melaksanakan tugas pengabdian membangun bangsa dan negara sekembali ke tengah-tengah masyarakat. Sejalan dengan itu, ia menyarakan ASN purna tugas dapat mengambil bagian dalam program Pemerintah Provinsi NTT seperti sektor pariwisata dan gerakan revolusi hijau dengan menanam dan makan kelor. Menurut Laiskodat, mengambil bagian tugas dalam program pemerintah merupakan pekerjaan yang tak terpisahkan dengan ASN yang telah purna bhakti. Hemat Gubernur NTT, semua orang  (tak terkecuali ASN purna bhakti, red)  bertanggungjawab untuk membangun bangsa ini. 

(* Goris Babo)

0 Comments

You Might Also Like This

Back to top