01 Jan

Awal Tahun, 1037 Pejabat Pemprov NTT Ikuti Ujian CAT

Kupang -bkd.nttprov.go.id- Seolah terdorong spirit “NTT bangkit” dan birokrasi yang harus “berlari”, hari pertama masa kerja Tahun 2019 Pemerintah Provinsi NTT langsung dibuka dengan pelaksanaan kegiatan Uji Kompetensi  berbasis Camputer Assisted Test (CAT) bagi 1037 Pejabat Lingkup Pemerintah Provinsi NTT. Kegiatan ini  dilaksanakan pada tanggal (4/1) 2019 hingga (10/1) 2019 di Politeknik Negeri Kupang. 1037 pejabat yang mengikuti Ujian CAT tersebut  adalah 275 pejabat administrator (Eselon III) dan 762 pejabat pengawas (Eselon IV).  Kegiatan Uji Kompetensi berbasis CAT yang baru pertama kali dilaksanakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi NTT dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Ini merupakan penjabaran dari amanat regulasi Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mewajibkan manajemen Aparatur Sipil Negara harus berbasis Merit Sistem” kata Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Adreanus Nae Soi, MM dalam arahan pembukaan yang ditayangkan secara offline pada setiap sesi test. Lebih lanjut, Wakil Gubernur menjelaskan bahwa Merit Sistem adalah Kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, ataupun kondisi kecacatan. “Merit  Sistem secara sederhana menunjuk pada orang terbaik (the best person) yang dipilih untuk mengisi jabatan-jabatan tertentu” Katanya.

Pantauan redaksi, hari pertama Jumat (4/1) pelaksanaan Uji Kompetensi berbasis CAT berjalan lancar. Komputer dan jaringan internet yang digunakan pada tes ini berfungsi normal dan tidak terlalu menjadi kendala bagi kelancaran proses uji kompetensi. Peserta Uji Kompetensi CAT hari pertama terdiri dari para pejabat Administrator (Eselon III) sebanyak 183 orang yang dibagi ke dalam dua sesi test. Sesi pertama berjumlah 92 orang mengikuti test dari pukul 08.00 WITA hingga 12.00 WITA dan sesi kedua berjumlah 91 orang mengikuti test dari pukul 13.00 WITA hingga 17.00 WITA. Setiap sesi menampilkan enam jenis soal yang masing-masing soalnya dibatasi durasi waktu, dengan durasi paling lama 90 menit hingga durasi paling singkat 3 menit. Para peserta melakukan login ke dalam aplikasi CAT secara individual menggunakan NIP mereka masing-masing sebagai user name  dan Password yang telah disediakan panitia. Selanjutnya setelah mendengar instruksi dari Assessor SDM Aparatur yang bertugas pada waktu itu, para peserta langsung menjawab soal-soal yang tampak pada layar komputer di depan mereka. Kendala teknis yang muncul justru datang dari kemampuan beberapa orang peserta yang masih sangat terbatas dalam mengoperasikan komputer. Ada juga peserta yang mengalami kendala pada kemampuan penglihatannya sehingga cukup sulit membacara huruf-huruf yang tampak pada layar komputer. Para petugas yang bertugas pada saat itu disiagakan untuk membantu secara proporsional peserta-peserta yang mengalami kendala teknis tersebut.

Selanjutnya pada hari kedua Sabtu (5/1) akan dilakukan uji kompetensi bagi 170 orang pejabat pengawas, pada hari ketiga Senin (7/1) uji kompetensi akan dilakukan bagi 168 orang pejabat pengawas. Pada hari keempat Selasa (8/1) uji kompetensi akan dilakukan bagi 169 pejabat pengawas dan hari kelima Rabu (9/1) dilakukan untuk 170 pejabat pengawas. Pada hari terakhir Kamis (10/1) peserta yang akan uji kompetensinya menggunakan sistem CAT  adalah 92 orang pejabat administrator dan 85 orang pejabat pengawas.

(*Unun).

0 Comments

You Might Also Like This

Back to top