10 Oct

795 Pelamar Tidak Lulus Seleksi Administrasi CPNSD Provinsi NTT 2018, 471 Diantaranya Karena Tidak Mengirimkan Berkas Lamaran

Kupang –bkd.nttprov.go.id- Setelah melalui proses verifikasi selama beberapa hari, Panitia Seleksi akhirnya mengumumkan hasil seleksi administrasi calon pelamar CPNSD Pemerintah Provinsi NTT Tahun 2018. Sekretaris Daerah Provinsi NTT, selaku Ketua Panitia, Ir. Benediktus Polo Maing, menandatangi surat keputusan Gubernur Nomor: BKD.013.1/X/017/PP-PF/CPNS/2018 tertanggal 22 Oktober 2018 tentang Hasil Seleksi Administrasi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.  LIHATDISINI

Dalam pengumuman tersebut, sebanyak 795 pelamar dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi. Sebagian besar diantara pelamar yang gagal yakni sebanyak 471 orang tidak mengirimkan dokumen lamaran hingga batas waktu yang telah di tentukan panitia yaitu hingga tanggal 19 Oktober 2018. Hal ini menyebabkan banyak peserta yang otomatis tidak memenuhi syarat sebagai calon pelamar untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.

Selain itu, kualifikasi pendidikan yang tidak sesuai dengan formasi jabatan yang dibutuhkan juga menjadi penyebab kegagalan. Sebanyak 287 pelamar dinyatakan gagal oleh panitia setelah memeriksa ijazah atau transkrip nilai pelamar dan disandingkan dengan persyaratan jabatan formasi yang dibuka. Plh Kepala Badan Kepegawaian Provinsi NTT, selaku Sekretaris Panitia, Bpk.Mulu Blasius SE, CES dalam rapat pleno tim verifikator menegaskan pentingnya hal tersebut.  “Kualifikasi pendidikan yang sesuai menjadi salah satu syarat utama bagi para calon pelamar” ujarnya. Hal ini telah sesuai dengan peratuan Menteri PAN-RB dan Peraturan Kepala BKN yang menjadi landasan panitia dalam melakukan proses seleksi CPNSD.

Hal lain yang menggugurkan peserta adalah persyaratan khusus tenaga kesehatan. Untuk formasi Dokter Umum, Dokter Gigi, Apoteker, Bidan dan Perawat harus memenuhi kriteria putra daerah sesuai persyaratan administrasi yang telah ditetapkan oleh panitia. Namun diantara pelamar ada juga yang tidak memperhatikan persyaratan tersebut atau tidak mengirim dokumen pendukung sesuai kriteria tenaga medis.

Untuk pelamar Formasi Lulusan Terbaik, terdapat 6 pelamar dinyatakan gagal. Hal ini disebabkan akreditas kampus dan jurusan tidak memenuhi kriteria. Pada Formasi Lulusan Terbaik, selain harus memenuhi kriteria cumlaude, pelamar harus juga berasal dari Universitas yang memiliki akreditasi A baik untuk Perguruan Tingginya maupun Jurusan atau Program Studi.

Khusus Formasi Penyandang Disabilitas, terdapat 1 orang pelamar yang dinyatakan tidak lulus. Pelamar tersebut gagal karena tidak mampu menunjukan surat keterangan Dokter mengenai tingkat disabilitasnya. Setelah dikonfirmasi panitia, pelamar mengaku bahwa dia tidak  memiliki kecacatan dan keliru dalam menentukan jenis formasi yang dilamar sehingga terlanjur terdaftar dalam formasi tersebut.

Beberapa alasan lain seperti perbedaan data pelamar,  ijazah yang bermasalah dan status pelamar dalam FORLAP DIKTI juga menjadi kendala. Sebagian pelamar mengirimkan berkas lamaran yang berbeda dengan data yang terekam pada portal pendaftaran SSCN. Disamping itu, sebagian ijazah pelamar juga bermasalah dan tidak tertera dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (FORLAP DIKTI). Panitia melakukan inisiatif untuk menghubungi Universitas-Universitas yang menerbitkan ijazah untuk mendapatkan penjelasan dan klarifikasi sehingga menjadi acuan dalam memutuskan kelayakan para pelamar.

Panitia juga menemukan beberapa dokumen pelamar yang salah alamat dan tidak tuntas melakukan registrasi di portal SSCN. Beberapa berkas yang diterima salah tujuan, pelamar yang mendaftar pada instansi lain malah mengirimkan dokumen ke Panitia CPNSD Provinsi NTT, oleh panitia dokumen tersebut telah di kembalikan melalui PT. Pos Indonesia. Catatan lainnya, para pelamar tidak selesai melakukan proses pendaftaran. Setelah memiliki akun pendaftaran, para peserta seharusnya melakukan registrasi lanjutan untuk memilih instansi dan formasi yang akan dilamar. Namun beberapa peserta tidak melakukannya, kekeliruan ini dengan sendirinya menggagalkan peserta karena tidak terdaftar sebagai calon pelamar di Pemerintah Provinsi NTT. Alasan-alasan diatas kiranya menjadi catatan penting bagi para pencari kerja jika mengikuti seleksi CPNS di tahun-tahun mendatang.

Selanjutnya, bagi para peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi yakni sebanyak 7.139 pelamar diharapkan mempersiapkan diri untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Para peserta masih harus melewati ujian untuk mengetes Kompentensi Dasar dan Kompetensi Bidang para calon ASN. Seleksi tersebut akan mengunakan metode Computer Assisted Test (CAT), dan diharapkan dengan cara tersebut para peserta terbaiklah yang akan terseleksi untuk mengabdi dan bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara di Provinsi NTT.

Panitia seleksi akan segera mengumkan jadwal test jika sudah mendapat kepastian tanggal seleksi yang akan diatur oleh Kantor Regional X BKN Denpasar. Oleh karena itu para peserta yang sudah Lulus diharapkan selalu mengupdate informasi terbaru pada website www.bkd.nttprov.go.id sebagai media resmi panitia dalam menyampaikan pengumuman.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia melalui email: penerimaancpns2018@gmail.com atau menghubungi nomor telp 0380-8430641 pada jam kerja. Selamat!

LIHATPENGUMUMAN

(* Panitia)

 

 

0 Comments

You Might Also Like This

Back to top