07 Dec 22

Syarat Pengembangan Karir ASN, Wakil Bupati Belu Buka Kegiatan Pemetaan JPTP

Atambua, bkd.nttprov.go.id.  Pemerintah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) menggelar kegiatan Pemetaan (Job Fit) uji kesesuaian kompetensi/pemetaan jabatan pimpinan tinggi pratama. Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini dalam rangka memetakan potensi dan kompetensi Pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkup Pemda Belu.

Bertempat di Aula Kantor Bupati Belu pada Jumat, 02 Desember 2022 Wakil Bupati Belu Drs. Aloysius Haleserens, M.M saat membuka kegiatan tersebut menjelaskan, uji kesesuaian kompetensi pemetaan jabatan pimpinan tinggi pratama yang dilaksanakan saat ini adalah salah satu syarat pengembangan karir ASN yang merupakan  implementasi dari amanat Pemerintah.

Kata Haleserens, Demi terwujudnya percepatan pembangunan daerah, maka penguatan kualitas sumber daya manusia semakin dioptimalkan. Salah satunya dengan memetakan potensi para pejabat tinggi pratama agar dapat membantu mengeksekusi dengan tepat setiap kebijakan yang dibuat.

Assessment Center Provinsi NTT kembali dipercaya untuk melakukan uji kesesuaian kompetensi pada kegiatan Pemetaan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama bagi 20 orang asesi yang merupakan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Belu Johanes A. Prihatin, SE., M.Si, dalam Arahannya menegaskan agar proses seleksi dapat berjalan dengan baik, ia mengingatkan panitia seleksi harus memastikan seluruh proses persiapan sesuai peraturan, semua proses didokumentasikan dengan baik dan benar serta digelar dengan mematuhi kode etik.

Sementara itu dalam sesi pemaparan teknis penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural, Yohanes Tael Lim, SE, MM, selaku administrator, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Belu yang kembali mempercayakan Assessment Center Provinsi NTT.

Lanjut Lim, dasar pelaksanaan penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural adalah Permenpan RB No. 38 Tahun 2017 tentang standar kompetensi jabatan ASN.

Metode penilaian yang digunakan adalah metode Assessment Center yang telah diakui tingkat akurasi yang paling tinggi daripada metode lainnya. 

Lim menegaskan Assessment Center selain sebagai lembaga atau gedung, bisa pula berarti sebuah metode dan Assessment Center sebagai sebuah metode memegang prinsip multi simulasi, multi asesor dan multi asesi.

Prinsip multi simulasi untuk memastikan konsistensi peserta, multi asesor untuk menjamin obyektifitas penilaian, serta multi asesi guna menciptakan seleksi yang kompetitif.Ia menegaskan penilaian kompetensi yang hanya menggunakan satu simulasi atau alat ukur bukan metode assessment center. 

Lanjut Lim, pada penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural kali ini menggunakan 3 simulasi terdiri dari In Basket dan Leaderless Discussion Group (LDG) serta wawancara kompetensi.

Pemetaan kali ini dilakukan terhadap 20 Pejabat , yakni Kepala Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab. Belu, Kepala Dinas Perdagangan & Perindustrian Kab. Belu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Kab. Belu

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Belu, Kepala Dinas Sosial Kab. Belu

Kepala Dinas Ketenagkerjaan & Transmigrasi Kab. Belu, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum & Politik, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk & KB Kab. Belu

Kepala Dinas Pariwisata Kab. Belu, Kepala Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan Kab. Belu, Kepala Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan Kab. Belu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Belu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum  & Perumahan Rakyat Kab. Belu, Kepala Dinas Perikanan Kab. Belu, Kepala Badan Pendapatan Daerah, Sekretaris DPRD, Kepala Dinas Kepemudaan &  Olahraga Kab. Belu, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi & Keuangan, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Kepala Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kab. Belu

 

Penulis : Tri Selan

0 Comments

You Might Also Like This

Back to top