Pembekalan CPNS Secara Virtual

Kupang, BKD.NTTPROV.GO.IDSebanyak 436 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengikuti kegiatan pembekalan CPNS yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT pada hari Selasa (02/02/2021). Kegiatan pembekalan bagi CPNS dilakukan secara virtual ditengah pandemi Covid-19 yang berpusat pada ruang rapat BKD Provinsi NTT. Kepala BKD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Henderina S. Laiskodat, SP. M. Si membuka kegiatan pembekalan dilanjutkan dengan memaparkan secara garis besar profil Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Kegiatan pembekalan ini mengangkat  tema umum Manajemen ASN. Kegiatan pembekalan CPNS secara virtual ini turut menghadirkan beberapa narasumber yang terdiri dari para pejabat struktural di BKD Provinsi NTT. Bapak Fransiskus A. Wotan, S. Sos sebagai Kepala Bidang Perencanaan, Pendidikan dan Sistem Informasi Pegawai memaparkan materi mengenai kegiatan bidang diantaranya seleksi CPNS dan PPPK, seleksi IPDN dan sekolah kedinasan, sumpah/janji PNS, ujian dinas, tugas belajar dan pengelolaan sistem informasi kepegawaian. Bidang Pengembangan Pegawai disampaikan oleh Kepala Sub Bidang Penilaian Kompetensi dan Kinerja Bapak Gergorius Babo, S. Kom, dengan materi pengembangan karier PNS, jabatan fungsional dan penilaian prestasi kerja, selanjutnya Ibu Agnes Ina Odjan, SS, sebagai Kepala Bidang Mutasi dan Pensiun Pegawai menyampaikan materi terkait penempatan dan pemindahan PNS, pensiun, KARPEG dan masa kerja PNS selanjutnya Bidang Disiplin dan KORPRI disampaikan oleh Babak Yohanes M.V.P.R.Goring, SH sebagai Kepala Sub Bidang Disiplin Pegawai dengan materi disiplin PNS, cuti dan KORPRI. Setiap materi yang disampaikan dapat diakses oleh peserta dengan cara mendownload melalui website https://bkd.nttprov.go.id/. Kegiatan pembekalan CPNS secara virtual ini dipandu oleh moderator Bapak Jusuf Otemusu, ST.

Kegiatan pembekalan CPNS secara virtual ini berlangsung selama 2 jam (09:30 -11:30), yang ditayangkan secara langsung melalu kanal youtube BKD Provinsi NTT. Walaupun kegiatan ini dilakukan secara virtual, namum antusias peserta yang mengikuti kegiatan ini sangat tinggi, hal ini terlihat dari banyaknya jumlah peserta yang mengikuti secara daring, selain itu penggunaan aplikasi google form, sangat mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan ini. Peserta dapat melakukan absensi untuk mengisi daftar hadir dan melakukan interaktif berupa pertanyaan-pertanyaan dengan narasumber melalui media google form.

Pembekalan CPNS secara virtual ini merupakan suatu bentuk kegiatan inovasi dari Sub Bidang Perencanaan dan Formasi Pegawai, oleh karena itu untuk menjamin mutu maupun kualitas kegiatan ini perlu dilakukan evaluasi sehingga diakhir sesi kegiatan pembekalan ini peserta mengisi kuesioner skala kepuasan penyelenggaran kegiatan ini. Aspek-aspek yang menjadi bahan evaluasi meliputi materi, pemaparan materi, diskusi, penyelenggara kritik dan saran. Hasil yang diperoleh dari survei ini, menunjukan tingkat kepuasaan peserta sangat tinggi dengan penyelenggaran kegiatan ini, hal ini berdasarkan persentase yang diperoleh sebagai berikut, Sangat Puas (41,09%), Puas (46,65%), Kurang Puas (11,01%), Sangat tidak puas (1,25%).

Berdasarkan pada hasil tersebut tingkat kepuasan peserta pada kegiatan ini sangat tinggi pada aspek isi materi yang disampaikan dan tingkat kepuasan terendah adalah pada aspek penyelenggaran yang mencakup aspek durasi kegiatan. Salah satu indikator yang menunjukan bahwa aspek durasi yang rendah adalah, masih terdapat banyak pertanyaan dari peserta belum semuanya terjawab, karena kegiatan ini dibatasi oleh waktu. Namun secara umum peserta puas dengan kegiatan ini, hal ini menunjukan bahwa inovasi ini sangat bermanfaat dan perlu dilakukan secara berkala dalam upaya meningkatkan pemahaman CPNS terkait Manajemen ASN dalam mendukung program pengembangan ASN di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ditempat terpisah seusai kegiatan tim media melakukan wawancara dengan Kepala Bidang Perencanaan, Pendidikan dan Sistem Informasi Pegawai, Bapak Fransiskus A. Wotan, S. Sos, harapan beliau terkait kegiatan pembekalan CPNS ini diharapkan agar setiap Calon Pegawai Negeri Sipil wajib memahami setiap ketentuan kepegawaian yang berkaitan dengan peran dan fungsinya, serta memahami pola pikir ASN sebagai pelayan masyarakat yang memiliki tugas dan tanggung jawab berat dalam menyelenggarakan pemerintahan yang baik yang bersih dari kolusi, korupsi dan nepotisme.