Kalabahi, bkd.nttprov.go.id – Assessment Center adalah metode penilaian kompetensi yang menggunakan multi simulasi. Artinya terdapat beberapa alat ukur yang dipakai untuk menentukan level kompetensi seorang peserta. Kalau ada penilaian yang menggunakan hanya satu alat ukur saja, maka itu bukan merupakan metode assessment center.
Demikian ditegaskan oleh tim penilai kompetensi manajerial dan sosial kultural dari Assessment Center BKD Provinsi NTT, yang diwakili Lusius Aman, S.Fil, M.Hum, selaku administrator asesor, dalam presentasi pembuka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Kabupaten Alor.
Bertempat di Kantor Bupati Alor, rangkaian kegiatan penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural berlangsung selama lima hari, sejak 7 Mei hingga 12 Mei 2022. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Sekda Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos.
Seleksi ini diadakan untuk mengisi kekosongan 4 (empat) JPT Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Alor. Sebanyak 22 peserta dari berbagai unit kerja di Kabupaten Alor dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam, mengikuti seleksi ini dengan harapan dapat menjadi calon terpilih untuk posisi-posisi tersebut.
Bely dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya mengisi jabatan-jabatan pimpinan tinggi untuk mendorong pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Alor. Ia juga menekankan bahwa seleksi ini akan memastikan terpilihnya individu yang memiliki kompetensi, integritas, dan dedikasi tinggi untuk memajukan pemerintahan daerah.
Selama lima hari seleksi berlangsung, peserta menghadapi serangkaian tes dan penilaian yang komprehensif. Setiap tahapan seleksi dilakukan dengan cermat dan objektif oleh tim penilai kompetensi yang terdiri dari para asesor dari Asesment Center BKD Provinsi NTT.
Sementara itu dalam sesi pemaparan teknis penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural, Lusius Aman, S.Fil, M.Hum, selaku administrator asesor, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Alor yang kembali mempercayakan Assessment Center Provinsi NTT.
Lanjut Aman, Metode penilaian yang digunakan adalah metode Assessment Center yang telah diakui tingkat akurasinya paling tinggi daripada metode-metode penilaian lainnya.
Aman menegaskan Assessment Center selain sebagai lembaga atau gedung, bisa pula berarti sebuah metode dan Assessment Center sebagai sebuah metode memegang prinsip multi simulasi, multi asesor, standardisasi internasional, dan fidelitas (kemiripan) dengan konteks jabatan yang menjadi job target.
Prinsip multi simulasi untuk memastikan akurasi penilaian, multi asesor untuk menjamin objektivitas, standarisasi internasional demi menjaga kualitas, dan fidelitas guna menciptakan alat ukur yang sesuai dengan konteks jabatan yang dilamar. Ia menegaskan penilaian kompetensi yang hanya menggunakan satu simulasi atau alat ukur bukan merupakan metode assessment center.
Menurut Aman, penilaian kompetensi kali ini menggunakan 4 (empat) alat ukur meliputi Psikotes, Simulasi In Basket, Simulasi Diskusi Kelompok, dan Wawancara Kompetensi.
Dari 4 (empat) simulasi tersebut Psikotes dan In Basket dilaksanakan berbasis CAT. Untuk itu, Aman mengapresiasi BKPSDM Kabupaten Alor yang menyambut baik Assessment Center BKD Provinsi NTT untuk menyelenggarakan penilaian berbasis CAT.
ASN yang mengikuti seleksi ini menunjukkan semangat dan dedikasi yang luar biasa dalam menghadapi berbagai jenis tes yang diberikan. Mereka berkompetisi dengan segenap kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki, dengan tujuan menjadi pilihan terbaik bagi posisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.
Empat JPT Lowong di Kabupaten Alor yang diseleksi adalah Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
Penulis : Tri Selan