03 Mar

Baru Mulai Serah Terima Tugas Sekretariat Dewan KORPRI, Asisten I Sekda Provinsi NTT Mengajak PNS BKD Memandang Pekerjaan Sebagai Ibadah

BKD.NTTPROV.GO.ID – Alasan efisiensi anggaran dan efektifitas pelayanan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah melakukan restrukturisasi organisasi di Lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Semula Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) berjumlah 49 menjadi 39 OPD. Hal ini berdampak pada beberapa OPD yang harus melebur atau merger dengan OPD lain.

Restrukturisasi organisasi diatur dalam Peraturan Gubernur No. 02 Tahun 2019 tentang Kedudukan, Satuan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Sekretariat Daerah Provinsi NTT. Dampak dari itu, Sekretariat Dewan KORPRI yang semula berdiri sendiri kemudian merger dengan BKD Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penggabungan ini efektif sejak mutasi pejabat di Lingkungan Pemerintah Provinsi NTT pada akhir Februari lalu. 

Lanjutan dari penggabungan tersebut, secara otomatis pegawai KORPRI menjadi bagian BKD Provinsi NTT, diikuti dengan barang/aset dan keuangan. Secara etika birokrasi, hal ini harus melewati satu tahapan, yakni serah terima memori tugas, barang/aset serta pertanggungjawaban keuangan dari mantan Sekretaris Dewan Pengurus KORPRI Drs. Jamalludin, MM kepada Plt. BKD Provinsi NTT Henderina Sintiche Laiskodat, SP, M.Si. 

Meskipun terbilang terlambat, acara penyerahan memori tugas, barang/aset dan keuangan dapat dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2019 yang berlansung di Ruang Kerja Asisten I Sekda Provinsi NTT. Seremoni ini disaksikan oleh Asisten III Sekda Provinsi NTT Kosmas D. Lana, SH, M.Si dan para pejabat serta staf BKD Provinsi NTT. 

Mantan Sekretaris KOPRI, yang adalah Asisten I Sekda Provinsi NTT saat ini, menyampaikan  dengan pengalihan personil,  aset dan keuangan Sekretariat Dewan KOPRI ke BKD Provinsi NTT tidak boleh memunculkan dikotomi  antara pegawai BKD dan pegawai eks KORPRI. Ia mengingatkan semua pegawai sama status dan kedudukannya karena semua pegawai mengenakan ‘seragam yang sama’. Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh staf untuk menegakan disiplin dan memiliki pandangan yang sama bahwa seluruh pekerjaan sebagai bagian dari ibadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Sementara itu, Asisten III Sekda Provinsi NTT, dalam sambutannya, menghimbau program atau kegiatan yang bagus dan pernah dilaksanakan oleh Sekretariat Dewan KORPRI supaya dilanjutkan sekalipun KORPRI sudah bergabung dengan BKD Provinsi NTT. Program yang disinggungnya adalah kewirausahaan bagi calon-calon purna bhakti. Hal ini sebagai upaya untuk mempersiapkan mental dan kemandirian PNS setelah memasuki masa pensiun. 

Plt. Kepala BKD Provinsi NTT menyambut baik himbauan Asisten I  dan Asisten III Sekda Provinsi NTT. Ia berjanji untuk melanjutkan program kewirausahaan bagi PNS dan berjanji untuk melaksanakan kegiatan kewirausahaan jauh sebelum masa pensiun PNS. Menurutnya, untuk  menanamkan jiwa kewirausahaan PNS harus memerlukan waktu yang cukup panjang. 

Acara ini berlangsung lancar dalam suasana penuh kekeluargaan dan diakhiri dengan ramah tamah sederhana. *

(*Goris Babo,  Foto by: Kevin)

0 Comments

You Might Also Like This

Back to top