Tingkatkan Keterbukaan Informasi Publik, BKD Gelar Bimtek Penerapan Teknologi Informasi

bkntt

Kota Kupang, BKD.NTTPROV.GO.ID - Untuk meningkatkan kompetensi ASN dalam mengelola media publikasi di lingkungan kerjanya, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penerapan teknologi informasi bagi 16 anggota tim media. Bimtek tiga hari tersebut, dari tanggal 4-6 September 2020, dilakukan di dua tempat berbeda.

Sekretaris BKD NTT, Octa Grandi Floris Angi, SH, selaku Ketua Panitia dalam laporannya menyebutkan, bimtek hari pertama yang berisi pemaparan materi dilakukan di Ruang Rapat BKD NTT. Sedangkan praktik peliputan/penulisan berita dan pengambilan foto/video pada hari berikutnya dilaksanakan di beberapa lokasi di Pulau Semau. Bimtek hari pertama yang dibuka dan dipantau langsung oleh kepala BKD Henderina S. Laiskodat, SP, M.Si menghadirkan narasumber dari sejumlah media popular seperti RakyatNTT.com, Trans7, Biro Humas Provinsi NTT, Radio Swara NTT dan Elite Studio.

"Kalau membuat laporan kita semua di birokrasi paham, tapi bagaimana laporan kerja kita dipublikasikan, ada bahasa publikasi yang perlu kita pelajari sehingga semakin hari tugas dan fungsi kita semakin diperkenalkan ke masyarakat luas”, kata Kepala BKD NTT ketika membuka kegiatan Bimtek tersebut.

Pemateri pertama, Thomas Aquino (Redaktur RakyatNTT.com) mengatakan, menurut persepsi masyarakat, BKD itu kerjanya hanya urus CPNS dan pelantikan pejabat. Selain dari itu, BKD terkesan tidak melakukan apa-apa. Padahal ada banyak urusan yang dikerjakan oleh BKD.

“Saya yakin teman-teman di BKD punya banyak tugas yang dikerjakan. Hanya saja, kegiatan-kegiatan yang dikerjakan jarang di-publish. Maka ilmu jurnalistik khususnya teknik penulisan berita menjadi penting untuk dipelajari sehingga masyarakat bisa mengetahui berbagai program/kegiatan BKD yang di-publish melalui website,” demikian kata mantan reporter dan Redaktur Harian Timor Express itu.

Redaktur media online paling popular di NTT versi Alexa Pagerank tersebut menjelaskan secara detail mengenai teknik menulis berita. Mulai dari penentuan judul, unsur 5W 1H dan bagaimana unsur-unsur tersebut disusun dengan mengacu pada format pemberitaan yang dikenal dengan istilah piramida terbalik (inverted pyramid). Khusus untuk penentuan judul, Thomas Aquino menyebutkan, judul harus mencerminkan isi berita, menggunakan kalimat pendek dan atraktif sebagaimana prinsip economy of words.

Tak sungkan-sungkan, Thomas pun mengkritisi beberapa berita yang ada di website bkd.nttprov.go.id. namun kritikan itu disambut positif oleh seluruh peserta demi peningkatan kualitas informasi yang disajikan kepada publik. Peserta juga tampak antusias dengan menyampaikan banyak pertanyaan.

Selain belajar menulis berita di website, peserta juga belajar bagaimana menjadi kamareman, reporter, dan sekaligus editor/produser dari Kristoforus Ngay, seorang video journalist (VJ) kawakan dari Trans7. Menurut Kristoforus, selain menguasai teknik pengambilan gambar, seorang kameramen yang baik harus memiliki sense of art, feeling yang tajam, ketenangan dan penguasaan lapangan.

“Jadi kameramen harus pintar tangkap momentum. Jangan tangaga”, guyonnya.

Yang paling penting menurut Kristoforus adalah bagaimana membuat perencanaan gambar (pesan apa yang hendak disampaikan) karena visualisasi dalam foto dan video adalah bentuk aktualisasi pikiran. Di samping itu, reporter dan kameramen harus memahami persoalan dan mampu melakukan wawancara secara live (on cam).

Pada kesempatan itu, Kristoforus juga memberi tips-tips editing seperti penguasaan detail/alur gambar, pembatasan efek/transisisi dan kesesuaian naskah dengan gambar. Selain memberi catatan terhadap beberapa video yang ada di channel Youtube BKD, Kristo juga menyarankan peserta untuk menonton National Geographic, salah satu film dokumenter yang ia dijadikan rujukan untuk menghasilkan foto/video jurnalistik yang berkualitas.

Pemaparan Tomy dan Kristo, demikian sapaan akrab mereka, dilengkapi dengan sejumlah materi lain seperti pembuatan siaran pers oleh Max Asamani dari Biro Humas, teknik komunikasi oleh Rifani Bistolen (penyiar Radio SwaraNTT) dan teknik editing video oleh Jeeki Maak dari Elite Studio.

Selain kompetensi teknis menggunakan kamera dan menulis berita, komunikasi adalah salah satu kompetensi yang perlu dimiliki Tim Media karena pembuatan video merupakan kerja tim. Gaya komunikasi Rifanny yang khas sebagai penyiar radio dan mantan putri pariwisata NTT itu membuat peserta antusias hingga bimtek hari pertama berakhir pada pukul 17.30 WITA.

Untuk mengimplementasikan semua materi yang didapat, peserta bimtek melakukan praktik peliputan berita dan pengambilan gambar di Pulau Semau pada hari kedua dan hari ketiga.

Kepala BKD NTT, Henderina Laiskodat berharap peserta yang sudah terbagi ke dalam empat group wajib menghasilkan masing-masing satu berita dan video yang akan di-publish di website dan Youtube BKD. Kita tunggu tulisan dan video para peserta bimtek! (*)

 

Penulis : Wilfrid Kako Nono

Foto by : Kalven

Â