16 Sep 21

Tidak Ada yang Pergi dari Hati, Tidak Ada yang Hilang dari Sebuah Kenangan

Perpisahan adalah suatu fase yang harus dilalui oleh setiap manusia yang tentunya turut membawa pengaruh pada suasana hati, baik yang meninggalkan maupun bagi yang ditinggalkan. Sebagian besar tentu merasakan suasana sedih, suasana kehilangan. Kebersamaan yang selama ini terjalin bisa saja berakhir karena terpisahnya atau berakhirnya kontak fisik, berakhirnya sebuah hubungan kerja.

Dalam dunia Aparatur Sipil Negara terdapat beberapa jenis perpisahan, di antaranya berpisah karena mencapai Batas Usia Pensiun (BUP) dan berpisah karena mutasi pegawai (pindah instansi). Ketika mencapai batas usia pensiun, seorang ASN menanggalkan segala atribut sebagai anggota Korps Pegawai Republik Indonesia serta meninggalkan rutinitas harian sebagai Pegawai yang mungkin sudah dijalankannya selama berpuluh puluh tahun dan memulai rutinitas baru sebagai pensiunan. Sedangkan yang mengalami pindah instansi akan meninggalkan lingkungan kerja yang lama dan bergabung dengan lingkungan kerja yang baru. Ada perubahan yang dialaminya: perubahan suasana kerja, perubahan rekan kerja dan perubahan budaya kerja.

Perpisahan karena dua alasan tersebut di atas, dialami oleh Keluarga Besar Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT pada awal September 2021. Dua orang ASN mencapai batas usia pensiun: Bapak Basilius Nou (Kepala Sub Bidang Pindah dan Pensiun Pegawai) dan Ibu Etty Keo (Kepala Sub Bidang Pendidikan Aparatur) serta satu orang ASN mengalami pindah instansi: Bapak Prasetya Darmawan, staf pada Sub Bidang Pindah dan Pensiun Pegawai. Bapak Basilius, Ibu Etty dan Bapak Prasetya adalah tiga Aparatur Sipil Negara yang telah mengabdi pada pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan lama  waktu yang berbeda- beda. Bapak Basilius dan Ibu Etty menjadi abdi Negara pada pemerintah Provinsi NTT sejak diangkat sampai dengan pensiun, yang telah mengabdi selama puluhan tahun. Sedangkan Bapak Prasetya adalah lulusan Institut Pemerintah Dalam Negeri yang mendapat penempatan tugas di Pemerintah Provinsi NTT sejak tahun 2017. Ketiganya telah berusaha memberikan yang terbaik dari dirinya demi kemajuan Nusa Tenggara Timur.

Kehilangan tiga orang ASN pada waktu yang bersamaan tentu membawa dampak secara langsung bagi Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT, terlebih yang meninggalkan adalah mereka yang memiliki kinerja baik bagi Pemerintah Provinsi NTT. Kepergian mereka tidak hanya meninggalkan perasaan sedih dan kehilangan tetapi juga memberikan tugas dan tanggung jawab baru bagi yang ditinggalkan. Suasana haru biru karena kepergian tiga ASN  ikut tercampur dengan pikiran akan solusi mengatasi kekurangan Sumber Daya Manusia. 

Tidak ada yang pergi dari hati, tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan. Begitulah kesan besar yang dapat dipetik dari perpisahan yang dialami keluarga besar Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT. Setiap pengalaman dan kebersamaan yang telah dilalui dengan ketiga ASN memberikan kesan tersendiri yang tentunya tidak akan hilang begitu saja dari hati dan ingatan baik yang meninggalkan maupun yang ditinggalkan. Jarak boleh terpisah, fisik boleh tidak bersua tetapi kenangan akan kebersamaan akan tetap hidup dalam hati dan ingatan.

Penulis : Arnoldus Gradus Wudalina

 

0 Comments

You Might Also Like This

Back to top