06 Jun

Tanam Vertikal : Langkah Kreatif Menanam Dilingkungan Kantor

Kota Kupang, BKD.NTTPROV.GO.ID - Tahun 1972 pada Konferensi tentang Lingkungan Manusia yang berlangsung di Stockholm, Swedia, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mencetuskan dan menetapkan tanggal 5 Juni sebagai HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA” yang kemudian dirayakan setiap tahunnya hingga saat ini. Semangat cinta dan peduli terhadap lingkungan ini terus didengungkan demi meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan untuk mengambil tindakan lingkungan yang positif untuk melindungi alam dan bumi. Hal ini sejalan dengan niat dan komitmen Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menerapkan konsep Eco-Office sebagai perwujudan kesadaran peduli dan cinta terhadap lingkungan, yang mana kesadaran ini dapat dimulai dari lingkungan tempat bekerja.

Salah satu tindakan nyata yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT adalah dengan melakukan kegiatan tanam tanaman hias dilingkungan kantor menggunakan metode Vertical Farming atau yang lebih dikenal dengan pertanian vertikal/tanam vertikal.

Penerapan budidaya tanam vertikal ini merupakan salah satu pilihan yang sangat cocok diterapkan dilingkungan perkantoran dengan area yang relatif lebih sempit dengan pemanfaatan yang lebih maksimal. Selain hemat lahan tanam, Vertical Farming sendiri memungkinkan untuk menurunkan kebutuhan penggunaan air sehingga menjadi lebih hemat, serta mudah untuk dikontrol. Media tanam untuk metode ini pun tidak terlalu sulit untuk didapatkan.

Kasubbid Sistem Informasi Pegawai (SIMPEG), Jusuf E. Otemusu, ST bersama teman-teman pelaksana lainnya bahkan mengambil langkah kreatif dengan membuat sendiri pot vertikal, yaitu dengan memanfaatkan pipa-pipa bekas. Langkah kreatif ini tentu saja memberi dampak positif bagi ASN BKD Provinsi NTT. Selain menambah wawasan pertanian, keunikan dari tanam vertikal ini kemudian menarik minat ASN BKD Provinsi NTT untuk menerapkan metode tanam yang sama dirumah masing-masing.

Pilihan tanaman hias yang ditanam menggunakan metode ini contohnya adalah tanaman Sirih Gading/Sirih Belanda (Epipremnum Aureum). Menurut Jusuf, tanaman ini dipilih karena selain praktis untuk ditanam, juga cocok untuk dijadikan penghias atau dekorasi ruangan. Selain itu, tanaman ini memiliki manfaat yang sama dengan tanaman Lidah Mertua (Sansevieria) yaitu sebagai anti polutan yang mampu untuk menyaring racun dan polusi udara dilingkungan sekitar sehingga menjadi lebih bersih dan sehat. Dengan demikian, target dari kegiatan ini tidak semata untuk memperindah lingkungan kantor saja, tetapi juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan kantor yang bersih, nyaman dan sehat, lewat pola hidup selaras dengan alam.

Penulis : Risky A. Welvart


Berikut link video Wujudkan Kesadaran Cinta Lingkungan Mulai dari Tempat Kerja

#BKDNTT #VERTCALFARMING #BACKTONATURE #ECOOFFICE

0 Comments

You Might Also Like This

Back to top