03 Mar

Sosialisasi IPDN di Sumba Tengah

Waibakul, BKD.PROVNTT.GO.ID - Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur atau BKD Provinsi NTT gencar melakukan sosialisasi Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2020.

Maksud dan tujuan pelaksanaan sosialisasi seleksi penerimaan calon Praja IPDN adalah untuk menjaring calon Praja IPDN yang berkualitas dalam hal ini memiliki dasar pengetahuan dan keterampilan yang memadai. selain miliki kualitas dan keterampilan, untuk menjadi calon Praja IPDN syarat yang harus terpenuhi adalah kesehatan diri yang prima, kemampuan psikologis yang berkembang secara potensial, integritas dan kejujuran, kemampuan berkomunikasi yang efektif serta kesiapan untuk bekerja di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk itu, Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan sosialisai tentang sekolah Kedinasan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di SMA Negeri 1 Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah pada tanggal 20 Maret 2020. Sosialisasi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN ini telah menjadi agenda rutin Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (BKD Prov. NTT) dengan harapan semakin banyak peminat Putra/Putri daerah setinggkat SMA sederajat di Kabupaten Sumba Tengah, khususnya agar dapat bersaing dalam penerimaan sekolah kedinasan tersebut.

Narasumber dalam kegiatan tersebut, Irfan Fitriyanto, S.STP mengatakan prinsip pelaksanaan kegiatan sosialisasi 2020 ini untuk menjaring Calon Praja IPDN yang berkualitas. Soal mekanisme dan tahapan sistem seleksi penerimaan Calon Praja IPDN, semua dilakukan secara jujur dan transparan serta tidak membedakan agama dan asal usul.

"Terkait keseluruhan tahap dan informasi hasil tes akan diumumkan kepada seluruh peserta media online," kata Irfan,

Dia menegaskan, seleksi penerimaan calon Praja IPDN tidak dipungut biaya. Apabila terdapat pihak atau oknum yang menawarkan jasa dengan menjanjikan untuk dapat diterima menjadi Calon Praja IPDN Tahun 2020 dan meminta imbalan tertentu, maka perbuatan tersebut adalah penipuan.

"Panitia penyelenggara seleksi tidak bertanggung jawab apabila ada perbuatan oknum yang meminta biaya dalam seleksi pendaftaran calon Praja IPDN," katanya. Ia menambahkan, sistem seleksi penerimaan calon Praja IPDN dilakukan dengan sistem gugur pada setiap tahapannya. Bagi peserta seleksi yang lulus pada setiap tahapan tes akan dipersilahkan mengikuti tahapan selanjutnya.

Penulis : Irfan Fitriyanto, S.STP

0 Comments

You Might Also Like This

Back to top