Kota Kupang, BKD.NTTPROV.GO.ID – Dalam rangka mencapai target pelaksanaan pemetaan kompetensi bagi seluruh ASN lingkup pemprov NTT, Assessment Center Pemerintah Provinsi NTT melakukan kick off kegiatan pemetaan kompetensi bagi para Pejabat Fungsional pada Rabu 3 Maret 2021. Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan 23 orang Widyaiswara (WI) lingkup pemerintah provinsi NTT. Mereka berasal dari 3 instansi berbeda: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), UPT Pelatihan Tenaga Kesehatan dan Dinas Koperasi dan Nakertras Provinsi NTT.
Kegiatan hari pertama yang dilakukan di komplek Kantor BPSDM diawali dengan pembukaan oleh Kepala BPSDM dan penyampaian materi Managemen Talenta oleh Kepala BKD Provinsi NTT. Menyusul setelahnya, dilakukan tes psikologi dan simulasi Analisis Kasus. Pada hari kedua dan ketiga, kegiatan diisi dengan simulasi Leaderless Group Discussion (LGD) dan Wawancara Kompetensi. Selesai melakukan uji kompetensi managerial dan sosial-kultural, kegiatan dilanjutkan lagi pada Selasa, 9 Maret 2021 dengan melakukan tes CAT dan Penilaian 360⸰ untuk menilai Kompetensi Teknis peserta.
Dalam arahannya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT, Henderina S. Laiskodat, SP, M.Si menggarisbawahi pentingnya pemetaan kompetensi bagi managemen SDM secara umum dan khususnya bagi kebutuhan managemen talenta. “Hasil pemetaan akan dikelompokkan dalam 9 kuadran kompetensi dan kinerja. Mereka yang berada dalam kategori kompetensi dan kinerja tinggi adalah para talent yang siap untuk dipromosikan, sedangkan yang masih berada pada level menengah dan rendah perlu dilakukan kegiatan pengembangan komptensi baik yang bersifat formal maupun informal, klasikal maupun yang non-klasikal”.
Hal senada diungkapkan juga oleh Kepala BPSDM Provinsi NTT, Dr. Keron K. Petrus dalam sambutan pembukaan. “Kegiatan pemetaan adalah langkah awal dalam menyusun rencana pengembangan kompetensi atau rencana diklat berbasis kompetensi. Jika belum mencapai standar kompetensi yang disyaratkan oleh jabatan yang diuduki, maka managemen akan memikirkan bentuk-bentuk pengembangn yang sesuai bagi setiap PNS”.
Lusius Aman, S.Fil., M.Hum, calon Assessor Muda yang bertindak sebagai Administrator kegiatan menjelaskan, bahwa untuk memetakan kompetensi WI, Assessor menggunakan 3 metode berbeda yaitu: Metode Aseessment Center untuk menilai kompetensi managerial dan sosial kultural, serta metode CAT dan Penilaian 360⸰ untuk menilai Kompetensi Teknis. Semua metode dilengkapi dengn penilaian potensi melalui psikotes atau tes psikologi yang dilakukan oleh Stefanus K. Ruron, S.Psi, M.Psi dibantu calon psikolog Theresia M. P. Pau, S.Psi.
Di hadapan Kepala BKD dan para Assessor, peserta meminta agar hasil penilaian kompetensi kelak bisa diberikan kepada peserta sebagai feedback untuk pengembangan diri mereka di masa yang akan datang.
Penulis: Wilfrid K. Nono