03 Mar

Perguruan Tinggi Kedinasan: Prospek Cerah Bagi Generasi Muda NTT Dalam Melanjutkan Pendidikan Ke Jenjang Yang Lebih Tinggi

Soe, BKD.NTTPROV.GO.ID Ketika memasuki Sekolah Menengah Atas (SMA) para remaja mulai diperkenalkan dengan persiapan-persiapan yang perlu mereka lakukan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Pada jenjang SMA para siswa mulai menentukan minat dan bakatnya secara lebih spesifik dengan memilih jurusan yang mereka minati ataupun kuasai dengan baik sebagai bekal untuk mengikuti seleksi pada jenjang pebdidikan yang lebih tinggi yaitu perkuliahan. Masa SMA biasanya para siswa sudah mulai mengisi amunisi untuk bisa berperang masuk dalam universitas impian, baik itu universitas negeri maupun universitas swasta. Pihak perguruan tinggipun aktif memberikan informasi tentang keunggulan institusi mereka melalui media advertise yang dikirimkan ke sekolah-sekolah.

Selain universitas negeri dan swasta, di Indonesia juga memiliki perguruan tinggi-perguruan tinggi yang dikelola oleh lembaga Kementerian yang dikenal dengan sebutan sekolah-sekolah kedinasan. Sebut saja Institut Perguruan Tinggi Negeri (IPDN) yang dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri; Politeknik Keuangan Negara STAN yang dikelola oleh Kementerian Keuangan; Sekolah Tinggi Intelijen Negara atau STIN , sebuah perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah naungan Badan Intelijen Negara; Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), Perguruan Tinggi Kedinasan di lingkungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika; Politeknik Transportasi Darat STTD yang berada dibawah tanggung jawab Kementerian Perhubungan dan sekolah-sekolah kedinasan lainnya.

Kehadiran sekolah-sekolah kedinasan ini menawarkan berbagai keunggulan yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi non kedinasan. Keunggulan sekolah-sekolah kedinasan antara lain, biaya pendidikan yang lebih murah bahkan cenderung gratis. Sekolah kedinasan memberikan prospek kerja lebih terjamin. Keunggulan lainnya adalah perguruan tinggi kedinasan tidak hanya mengajarkan hal-hal yang bersifat akademis namun juga membekali peserta didiknya dengan ketrampilah – ketrampilan spesifik yang dapat diterapkan di dunia kerja. Banyaknya keunggulan yang ditawarkan oleh perguruan tinggi kedinasan tersebut membuat minat para siswa SMA/SMK untuk bisa melanjutkan pendidikan pada perguruan tinggi kedinasan sangatlah besar. Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Negara, jumlah pendaftar Perguruan Tinggi Kedinasan pada tahun 2018 mencapai 277.402 pelamar dari 13.677 kursi yang disediakan.

Sayangnya, diantara banyaknya pelamar sekolah-sekolah kedinasan tersebut, keterwakilan pelamar asal Povinsi Nusa Tenggara Timur masih rendah. Data jumlah pelamar pada IPDN tahun 2019 sebanyak 1.598 orang dengan prosentase terbesar adalah pelamar asal Kota Kupang yaitu sebanyak 263 orang dan prosentase terkecil adalah pelamar asal Kabupaten Malaka dan Kabupaten Sumba Barat Daya, sebanyak masing-masing 11 orang. Salah satu faktor pemicu rendahnya keterwakilan pelamar asal Provinsi Nusa Tenggara Timur pada sekolah-sekolah  kedinasan tersebut adalah kurangnya informasi yang memadai terkait proses seleksi pada sekolah-sekolah kedinasan yang ada di Indonesia. Sebagaimana diketahui, proses pendaftaran sekolah kedinasan saat ini dilakukan secara daring (online)  melalui portal https: www.sscasn.bkn.go.id sehingga para siswa yang akan melamar pada sekolah-sekolah kedinasan tersebut perlu dibekali dengan informasi yang akurat tentang sistematika pendaftaran dan hal- hal yang perlu mereka persiapkan sebelum melakukan pendaftaran pada perguruan tinggi kedinasan tersebut.

Menjawab hal ini, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Seleksi Calon Praja/Taruna/Mahasiswa Kedinasan yang dilaksanakan di 22 Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menyebarluaskan informasi yang akurat dan tepat sasaran terkait pelaksanaan SPCP IPDN dan sekolah-sekolah kedinasan lainnya. Target jumlah peserta yang diharapkan mengikuti kegiatan ini adalah para siswa-siswa siswi SMA/SMK/Madrasah Aliyah atau yang setara yang saat ini duduk di kelas XII.

Sosialisasi Seleksi Calon Praja/Taruna/Mahasiswa Kedinasan pada Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dilaksanakan pada hari Jumat, 20 Maret 2020 bertempat di SMA Negeri 1 Soe. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 150 siswa dan para guru yang ada di SMAN 1 Soe. Kepala Sekolah SMAN 1 Soe, Drs. Jibrael Yoram Issue menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. Dalam sambutannya, Drs. Jibrael Yoram Issue mengatakan sesungguhnya minat para pelajar untuk dapat diterima pada sekolah-sekolah kedinasan sangatlah tinggi. Besarnya minat tersebut dilatarbelakangi keunggulan perguruan tinggi kedinasan dalam menyediakan lapangan pekerjaan setelah peserta didik lulus juga murahnya biaya yang diperlukan untuk dapat menyelesaikan jenjang pendidikan Sarjana ataupun Diploma IV pada sekolah kedinasan. Kendala yang dihadapi adalah sering terlambatnya informasi tentang syarat-syarat pendaftaran, batas waktu pendaftaran serta tidak tersedianya jaringan internet yang memadai bagi para siswa untuk melakukan pendaftaran secara daring. Hal ini hendaknya menjadi perhatian pemerintah untuk dapat diperbaiki sehingga pada periode pendaftaran tahun 2020 ini, kendala-kendala tersebut dapat diminimalisir.

Para siswa-siswi  yang mengikuti kegiatan Sosialisasi Seleksi Calon Praja/Taruna/Mahasiswa Kedinasan pada SMAN 1 Soe tidak hanya berasal dari siswa siswi kelas XII namun juga dari kelas X dan XI. Mereka sangat antusias mengikuti pemaparan materi yang disampaikan oleh Maria Y.S. Kiak, S.Kom, MIT dan Cynthia Deasy Pattiasina, S.STP sebagai perwakilan dari BKD Provinsi NTT. Para pelajar tersebut semakin  bersemangat ketika Cynthia Deasy Pattiasina, S.STP yang merupakan purna praja IPDN memaparkan materi sosialisasi yang disertai dengan foto-foto pribadi yang diambil selama melaksanakan pendidikan di IPDN Jatinangor. Sesi tanya jawab yang diberikan disambut dengan antusias oleh para siswa dengan menanyakan banyak hal terkait proses seleksi untuk dapat masuk pada IPDN dan sekolah-sekolah kedinasan lainnya.

Menutup kegiatan Sosialisasi Seleksi Calon Praja/Taruna/Mahasiswa Kedinasan pada Kabupaten Timor Tengah Selatan, Drs. Jibrael Yoram Issue  dan para guru yang ada pada SMAN 1 Soe berharap Pemerintah Provinsi NTT dapat memfasilitasi pelaksanaan seleksi seluruh sekolah kedinasan yang ada di Indonesia bagi siswa –siswa asal Provinsi NTT, tidak hanya terbatas pada IPDN saja. Hal ini dimaksudkan agar keterwakilan putera puteri daerah asal Provinsi NTT pada perguruan tinggi kedinasan tersebut dapat ditingkatkan.

Penulis : Maria Y. S. Kiak, S. Kom., MIT (Kepala Sub Bidang Perencanaan dan Formasi Pegawai) 

Foto : Cyntia Pattiasina

0 Comments

You Might Also Like This

Back to top