04 Apr

Pembacaan Puisi "Bunda Pertiwi" Warnai Perayaan Hari Kartini

Kupang, BKD.NTTPROV.GO.ID – Setiap tanggal 21 April adalah salah satu hari istimewa perempuan Indonesia. Hari tersebut bertepatan dengan lahirnya Raden Ajeng Kartini, tokoh emansipasi wanita Indonesia.

Kartini adalah sosok yang membongkar budaya patrenalistik yang mengekang dan berupaya untuk memerdekakan kaumnya dari cengkraman tersebut. Meskipun, bila dilihat dari sejarah, nasib Kartini tak berbanding lurus dengan kenyataan hidup yang harus dihadapinya pada zaman itu, ia telah menjadi roh emansipasi perempuan Indonesia.

Kaum wanita Indonesia selalu memiliki cara untuk mengapresiasi tokoh wanita dari kalangan ningrat tersebut. Salah satunya, kaum  wanita mengenakan kebaya yang menjadi jati diri, kebiasaan hidup atau pemandangan yang melekat dalam diri Kartini pada jaman itu. Ada pula aneka kegiatan lain yang beririsan dengan kehidupan dan perjuangan Kartini.

Tak ada pengecualian bagi ASN perempuan di Lingkup Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT. Dibawah komando Kepala Badan, Henderina S. Laiskodat, SP, M.Si mewajibkan ASN wanita yang bertugas pada tanggal 21 April untuk mengenakan busana sarung dipadu dengan kebaya serta atribut lainnya. Memang tak ada seremoni yang luar biasa, selain meneriakan yel-yel dan foto bersama dalam jumlah peserta yang terbatas.

Namun, ada yang unik dari kegiatan ini, Kepala BKD, memberikan challenge kepada beberapa stafnya untuk membacakan puisi yang diciptakan oleh Gergorius Babo, Kasubid Penilaian Kompetensi dan Kinerja. Mulanya puisi yang berjudul Bunda Pertiwi tersebut disebarkan ke group pejabat struktural untuk diagendakan dalam pembacaan puisi pada puncak Hari Kartini. Karena keterbatasan waktu, rencana tersebut tidak bisa dilaksanakan, namun Kepala BKD masih memiliki cara dengan memberikan tantangan kepada Dewi E. Folla, SE, MM (Kasubid Jabatan Struktural) dan Dellys Y.R. Abineno, SSTP, M.HRM (Kasubid Jabatan Fungsional) untuk membacakan puisi tersebut kemudian dikompilasi kedalam video. 
Tantangan Kepala BKD diterima oleh kedua pejabat tersebut, kemudian mereka membuatnya masing-masing versi,  Dellys Y.R. Abineno merekamnya dalam format video, sedangkan Dewi E. Folla membuat dalam versi audio. 

Bunda Pertiwi
rahim lahirkan negeri
daya juang sampai mati
sahajamu lahirkan simpati
cita-cita muliamu bagi negeri
janji sucimu kau tepati
usir gelap, ciptakan terang bagi negeri
jejak heroikmu bagi wanita negeri
perjuanganmu lahirkan reformasi bumi pertiwi
perjuanganmu sungguh berarti
bangkitkan wanita seluruh negeri
kau patrikan emansipasi
nilai perjuanganmu tak pernah pupus-usai
kartini, bunda pertiwi
demi negeri, kau baktikan diri

Penciptaan dan pembacaan puisi Bunda Pertiwi adalah wujud apresiasi Keluarga Besar BKD kepada R. A. Kartini, tokoh emansipasi wanita yang pengaruhnya tak lekang oleh zaman. *

Berikut cuplikan video persembahan puisi Bunda Pertiwi oleh Dellys Y.R. Abineno & Dewi E. Folla

0 Comments

You Might Also Like This

Back to top