Kab. TTU, BKD.NTTPROV.GO.ID - Kepala Badan Kepegawaian Daerah Prov. NTT dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Timor Tengah Utara pada hari Kamis-Jumat, 27 -28 Agustus 2020. Kunjungan ke SMA dan SMK ini untuk berdiskusi dan mendengar secara langsung mengenai kinerja dan masalah yang dihadapi oleh guru-guru dan tenaga pendidik. Setiap guru di masing-masing sekolah mempunyai mempunyai problematika yang berbeda-beda dalam mendidik siswa-siswi.
Kamis (27/08) diawali dengan melakukan kunjungan ke SMK Negeri 1 Kefamenanu, bersamaan dengan rapat koordinasi Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Kabupaten TTU. Sebelum memasuki ruangan pertemuan sudah terlihat tatanan new normal di sekolah. Setiap orang yang masuk ke lingkungan sekolah wajib mencuci tangan dan mengunakan masker.
Kunjungan dilanjutkan SMA Negeri 2 Kefamenanu. Pada tahun 2012, SMA Negeri 2 Kefamenanu pernah mengirimkan siswa-siswi terbaiknya untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional Ekonomi dan juga ada alumni dari SMA ini yang pernah lulus pada seleksi IPDN.
Menjelang waktu senja, rombongan melanjutkan perjalanan ke SMA Negeri 1 Kefamenanu. Pada saat bertatap muka dan berdiskusi salah satu topik adalah pembelajaran new normal di sekolah menuntut agar guru harus lebih kreatif. Yang paling mendasar adalah cara baru menyiapkan bahan ajar. Bagaimana guru menyiapkan bahan ajar dengan belajar mengajar secara virtual. Untuk itu, perlu adanya bimbingan teknis kompetensi bahan ajar yang harus diperbaharui.
Hari semakin malam, perjalanan dilanjutkan ke SMK Katolik St. Pius X Kefamenanu. Antusias dan semangat dari para tenaga pendidik di sekolah ini terlihat dari cara mereka menyambut kedatangan rombongan. Tenaga pendidik pada sekolah ini terdiri 15 PNS dan guru swasta. Guru yang belum memiliki sertifikasi pendidik perlu mengikuti seleksi untuk memperoleh sertifikat pendidik. Karena sesuai aturan, guru yang mengajar adalah guru yang mempunyai sertifikat pendidik. Ada usulan guru dan tenaga pendidik non PNS mendapat sertifikat penghargaan pengabdian dari Pejabat Pembina Kepegawaian.
Kunjungan dilanjutkan pada hari kedua Jumat (28/08). Sekolah pertama yang di datangi adalah SMK Katolik Tunbaba. Kompetensi jurusan pada sekolah ini adalah pariwisata, outomotif, dan teknik kendaraan ringan. Kompetensi pariwisata merupakan salah satu cikal bakal mempersiapkan masyarakat TTU dalam menyambut pariwisata dimana program utama Provinsi NTT saat ini adalah pariwisata sebagai penggerak pembangunan. Mempersiapkan masyarakat untuk menyambut turis adalah tugas pendidik dan dimulai dari anak-anak. Agar menjadi budaya anak-anak dalam menyambut tamu. Masyarakat Tunbaba pernah menerima tamu dari Negara Italia tahun 2019 dan merupakan awal kemajuan pariwisata di Tunbaba. Rombongan melanjutkan perjalanan ke SMA Negeri Manamas kurang lebih menempuh pejalanan 30 km dengan jalan yang berkelok-kelok. Sesampainya di sekolah ini guru-guru dan siswa-siswi menari menyambut kedatangan rombongan sama seperti di SMK Kaolik Tunbaba. Guru-guru di sekolah ini mempunyai motto ”Bangga jadi guru, Hidup lebih percaya diri”. Suatu kalimat motivasi untuk guru-guru mendedikasikan dirinya bagi kemajuan pendidikan. Sekolah ini menerapkan cara belajar new normal dengan memanfaatkan google form dan e-raport.
Dari SMA Negeri Manamas rombongan kembali ke Kota Kefamenanu dan menemui guru-guru dan tenaga pendidik di SMA Negeri Taekeas Miomafo Timur. Inovasi yang sedang dipersiapkan adalah akan diluncurkan website sekolah tanggal 2 September 2020. Guru mendedikasikan diri dengan penuh rasa tangung jawab tercermin dalam diskusi. Pernyataan oleh seorang guru yang memberi apresiasi pendidikan melalui tulisan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT (Linus Lusi, S.Pd., M.Pd) dengan judul buku “Garis Merah Pendidikan. Benarkah manusia NTT bodoh?”
Rombongan melanjutkan keunjungan ke SMA Kristen Petra Kefamenanu. Siswa-siswi pada SMA ini pernah mengikuti Olimpiade Sains Nasional lompat jauh. Guru-guru yang ada di sekolah ini mendedikasikan diri dengan ajaran “kasih”. Sekolah ini sedang melakukan pembangunan fisik. Kekuatan sekolah ini adalah kerjasama dengan orang tua siswa-siswi. Waktu tak terasa sudah menunjukkan pukul 19.00 WITA ketika tiba di SMA Katolik St.Gabrial Manek. Terlihat siswa-siswa yang mengunakan seragam dan sarung tenun ikat berbaris dengan rapi. Ini menunjukan komitmen guru dan siswa mengikuti Surat Edaran Gubernur NTT nomor BO.165/III/2019 tentang Penggunaan Sarung Tenun Ikat Motif Daerah NTT bagi ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT, setiap Selasa dan Jumat mengunakan tenun ikat NTT.
Dalam rangkaian perjalanan yang Panjang ini, kami bertemu dan bertatap muka dengan guru-guru dan tenaga pendidik dan mengenal lebih dekat guru-guru di SMA dan SMK Di Timor Tengah Utara. Banyak pengalaman menarik yang didapat masukan untuk pengambilan kebijakan ke depan demi memajukan mutu pendidikan.
Penulis : Henderina S. Laiskodat, SP. M.Si (Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT)
Fotografer : Kalven D. Oemanu, SH