01 Jan

Kepala BKD Provinsi NTT Mengajak Asesor Menaikan Level Kompetensi

Kota Kupang, BKD.NTTPROV.GO.ID –  Mengawali kegiatan assessment pada tahun anggaran 2020 dibuka dengan pertemuan para Asesor dengan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT di Ruang Rapat BKD, Rabu (22/01/2020). Pertemuan tersebut dimediasi oleh Kepala Bidang Pengembangan dan jajaran selaku manajemen Assessment Center.

Kepala Bidang Pengembangan, Drs. Naftaly S. Huki, M.Pub.Pol, melaporkan bahwa assesor berjumlah 26 orang, yang hadir pada pertemuan sebanyak 20 orang, sedangkan 6 orang lainnya tidak hadir karena sedang tugas belajar dan tugas kedinasan di luar kota. 

Lebih lanjut, ia melaporkan perihal alokasi formasi assesor yang telah disetujui dan disediakan oleh Kemenpan RB sebanyak 13, dengan rincian 1 Assesor Madya, 2 Assesor Muda dan 10 Assesor Pertama. Namun, asesor yang telah diangkat dalam jabatan Fungsional Tertentu terdiri-dari 2 orang Assesor Muda dan 3 orang Assessor Pertama. 

Pada kesempatan yang sama, ia melaporkan laporan perjalanan Assesment Center sepanjang tahun 2019. Dikatakannya, Assessment Center Provinsi NTT telah melaksanakan penilaian kompetensi manajerial sebanyak 1.810 asesi dengan rincian 1.278 di lingkup pemerintah Provinsi NTT dan 532 asesi di kabupaten/kota. Selain itu, beberapa asesor dilibatkan penilaian kompetensi yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Papua, Papua Barat, Bali, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

Meskipun perjalanan Assessment Center cukup panjang, Kabid Pengembangan tak memungkiri bahwa masih ada gap kompetensi antara para asesor. Menyadari akan hal tersebut, pihaknya telah merencanakan kegiatan Bimtek baik yang diselenggarakan oleh BKD maupun oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPDSM) atas masukan tim Assesor pada tahun 2020 ini. Bimtek yang akan dilaksanakan terkait dengan penyusunan metode/instrumen penilaian serta kegiatan bimtek tematik seperti perhitungan angka kredit Assesor SDM Apartur, penyusunan laporan dan teknik wawancara.

Kepala BKD Provinsi NTT, Henderina S. Laiskodat, SP., M.Si, mengapresiasi seluruh asesor yang telah bergabung dan  kerja keras mereka selama melaksanakan penilaian kompetensi manajerial. 
Menanggapi laporan Kabid Pengembangan tentang gap kompetensi, selain mengikuti berbagai kegiatan, ibu Kaban mengajak para asesor untuk menaikan level kompetensi dengan bertanya dan membaca. Para asesor dapat saling bertanya dan berbagi pengalaman (sharing) serta meningkatkan pengetahuan dengan banyak membaca dari berbagai sumber.

Lebih lanjut ibu Kaban meminta para asesor untuk menjaga  integritas. Hal ini untuk menjamin penilaian obyektif dan akauntabel sehingga Assessment Center menjadi lembaga yang terpercaya.

Ibu Kaban meminta asesor untuk mendokumentasi seluruh kegiatan assessment dengan memegang prinsip apa yang ditulis harus dikerjakan dan yang apa yang harus dikerjakan harus ditulis sehingga kelak dalam proses akreditasi Assessment Center tak mengalami kendala yang hanya disebabkan oleh karena kelalaian sendiri.

Asesor Pratama Luis Aman mengungkapkan pencapaian Assessment Center Provinsi NTT yang ‘sedikit’ lebih maju jika dibandingkan dengan beberapa provinsi lain.  Ungkapan ini bukan tak berdasar. Selain para asesor telah melaknakan penilaian di dalam dan luar NTT, Assessment Center telah memiliki Pergub tentang Penilaian Kompetensi Manajerial ASN sendiri. Hal ini menjadi referensi beberapa provinsi yang belum memiliki Assessement Center.

Luis juga mengusulkan agar hasil penilaian kompetensi dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan pengembangan karier pegawai serta perlu dilakukan konfirmasi hasil penilaian kepada asesi agar mereka dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Sementara itu, Sandra Benyamin, senada dengan Luis Aman, mengusulkan perlukan dilakukan feedback hasil penilaian kepada asesi. 

Menanggapi usul Luis Aman dan Sandra Benyamin, Kepala BKD menyampaikan pada pelaksanaan mutasi Agustus 2019, ia mempertimbangkan pula hasil penialaian kompetensi manajerial. Sedangkan feedback tidak disampaikan secara langsung kepada asesi tetapi disampaikan melalui pimpinan masing-masing guna sebagai bahan pembinaan pegawai.

Sedangkan terkait dengan pengembangan Assessment Center, ibu Kaban melalui Kabid Pengembangan telah  berkoordinasi dengan Kepala Biro Umum untuk mendapatkan beberapa ruang di lantai dasar Aula Eltari.  Dan, saat ini ruang tersebut telah dilimpahkan kepada BKD sebagai pusat aktvitas Assessment Center.

Pertemuan asesor dengan Kepala BKD merupakan pertemuan yang pertama sejak ibu Kaban menakodai BKD, Jumat (22/02/2019). Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Seksi Jabatan Struktural Dewiyanti E. Fola, SE, MM, dan Kasubid Penilaian Kompetensi dan Kinerja Gergorius Babo, S.Kom. *

0 Comments

You Might Also Like This

Back to top