05 Oct 21

Gubernur NTT Resmikan Assessment Center dan Launching Penilaian Kompetensi Berbasis CAT

Kupang (4/10/21) – Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT semakin menegaskan upaya inovatif untuk melakukan reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan melakukan peresmian Assessment Center dan launching penilaian kompetensi berbasis CAT pada Senin, 4 Oktober 2021.

Peresmian dilakukan oleh Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat, di Gedung Assessment Center (Lantai 1 Aula El Tari). Acara disaksikan oleh beberapa perwakilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, pimpinan LSM PIAR, serta para pejabat dan seluruh ASN lingkup Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT.

“Penilaian kompetensi berbasis CAT merupakan wujud komitmen kami untuk lebih mengefektifkan layanan kepegawaian dan mempercepat pemenuhan target penilaian kompetensi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi NTT”, ungkap Henderina.

Untuk mendukung hal tersebut, BKD sudah mengadakan tambahan 50 unit komputer sehingga total yang tersedia saat ini 75 unit. Selain itu, pada tahun ini juga sedang dikembangkan Aplikasi SIKOMJA untuk mengintegrasikan seluruh hasil penilaian dan memanfaatkannya untuk manajemen talenta dalam rangka mempercepat penerapan merit system atau managemen kepegawaian yang berbasis kualifikasi, kompetensi dan kinerja. Dalam rangka memperluas jangkauan layanan penilaian kompetensi ASN provinsi yang tersebar di wilayah kab/kota, BKD juga akan melakukan uji coba penerapan virtual assessment center sebagai salah satu bentuk inovasi daerah.

“Berbagai sarana prasarana, fasilitas dan sistem penunjang kegiatan assessment center maupun pemanfaatan hasilnya, secara bertahap terus kami lengkapi”, ungkap Henderina. Di antaranya, SIREKON (Sistem Elektronik Permohonan Rekomendasi Gubernur) untuk mempermudah kabupaten kota dalam menyampaikan permohonan penerbitan rekomendasi Gubernur, dalam hal pelantikan ataupun mutasi pejabat yang menjadi kewenangan Gubernur, dan SIPASTE (Sistem Pendaftaran Administrasi Seleksi Terbuka) untuk mempermudah peserta seleksi JPT dalam menyampaikan kelengkapan administrasi yang disyaratkan. “SIKOMJA, SIREKON, dan SIPASTE merupakan tiga dari belasan inovasi yang disumbangkan BKD untuk Indeks Inovasi Daerah Provinsi NTT” demikian Henderina menjelaskan.

Henderina menginformasikan bahwa BKD telah bekerja sama dengan BPSDM Provinsi NTT dan OPD yang stafnya telah dinilai untuk menindaklanjuti hasil penilaian, dengan merancang

program pengembangan berbasis kompetensi. Langkah ini, diharapkan mampu mendorong percepatan peningkaan kualitas/kompetensi ASN, minimal agar sesuai dengan standar kompetensi yang disyaratkan oleh jabatan yang diduduki.

“Jika seluruh ASN sudah dipetakan profil komptensinya, maka ke depan akan lebih mudah bagi kami menyusun program pengembangan kompetensi dan menyiapkan pool of talent yang dapat digunakan oleh Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur untuk mendukung perwujudan visi dan misi di berbagi sektor”, kata Henderina menjelaskan.

“Dengan dukungan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, kami berharap Assessment Center bisa menjadi center of excellence bukan hanya di wilayah provinsi NTT tetapi juga untuk kawasan Indonesia Timur. Dengan branding ‘ASN berkompeten, NTT maju’, kami ingin tampil sejajar dengan provinsi-provinsi lain dan mengharumkan nama pemerintah Provinsi NTT di kancah nasional”, ungkap Kepala BKD optimis.

Menanggapi laporan Kepala BKD, Gubernur NTT menyatakan dukungannya terhadap upaya berbasis teknologi informasi yang telah dan sedang dilakukan untuk membuat penilaian lebih efektif, efisien, terintegrasi, dan masif.

“Kemampuan memanfaatkan teknologi informasi untuk memperlancar pekerjaan merupakan salah satu jenis kompetensi yang wajib dikuasai di abad ini. Dengan melakukan penilaian berbasis CAT, saya berharap assessment center bisa menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan literasi digital di kalangan masyrakat, khususnya di kalanganAparatur Sipil Negara. Pelayanan tentu akan menjadi lebih murah, mudah, cepat, dan transparan jika kita menggunakan teknologi informasi”, demikian disampaikan Gubernur dalam sambutannya.

Gubernur juga meminta seluruh ASN agar tidak resisten terhadap perubahan, melainkan terus berinovasi dan melakukan peningkatan kapasitas (upsklilling dan reskilling) secara berkelanjutan.  “Jangan sekedar melaksanakan tugas sebatas rutinitas. Jadilah kreatif, inovatif, dan adaptif”, kata Gubernur.

“Peresmian hari ini membuat kita dilihat berbeda dari segi penyiapan kelembagaan”, kata Gubernur. Akan tetapi, Gubernur juga mengingatkan agar input-input dari segi asesor dan metode yang digunakan perlu terus ditingkatkan. “Kita harus terus belajar dan berkembang sesuai jaman”, harap Gubernur.

“Kegiatan hari ini adalah bentuk budaya kerja yang bermartabat. Lembaga ini bukan akhir/tujuan. Dengan adanya lembaga ini kita bisa hasilkan orang-orang yang punya kualifikasi, kompetensi dan kinerja yang baik untuk melayani masyarakat agar hidup lebih baik”, ungkap Gubenrur.

“Meskipun hari ini kita menggunakan komputer yang kecerdasannya hampir menyamai manusia, kita bukan robot. Assessment Center harus bisa menyiapkan manusia yang memiliki cara berpikir yang baik, punya moralitas dan tanggung jawab dalam melayani, dan punya keberanian untuk mengambil langkah-langkah konkret melakukan perubahan” demikian Gubernur menjelaskan.

Menurut Gubernur, mendesain manusia memang harus menggunakan segala cara, simulasi, dan metodologi. Ilmu membantu kita mendesain para pemimpin sebagaimana diharapkan.

 

Tentang Assessment Center Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT

AC mulai dirintis tahun 2010 dengan melakukan seleksi dan pemagangan calon asesor di Assessment Center pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Disesuaikan dengan anggaran yang terbatas waktu itu, workshop, bimtek dan pemagangan terus dilakukan dalam kurun waktu 6 tahun (dari 2010 sampai 2016), bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sejak tahun 2012, asesor non fungsional yang berjumlah 6 orang sudah mulai melakukan kegiatan penilaian kompetensi, didampingi asesor SDM Aparatur dari Provinsi Jawa Tengah. Kemudian, pada Tahun 2017 dan 2018 diadakan diklat fungsional dan penguatan kapasitas Asesor SDM Aparatur, bekerja sama dengan BKN sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Asesor SDM Aparatur. Sejak saat itu, asesor Pemprov NTT sudah mulai melakukan penilaian kompetensi secara mandiri.

“Saat ini Assessment Center sudah memiliki 7 orang fungsional Asesor SDM Aparatur, salah satunya merangkap sebagai psikolog. Di samping itu, kami juga memiliki 14 asesor yang sudah disertifikasi oleh Instansi Pembina Penyelenggara Penilaian Kompetensi. Para assessor ini aktif melakukan penilaian setiap tahunnya. Jika diakumulasi, dari 2019 sampai hari ini, ada 2.634 ASN pemprov dan kab/kota yang telah dinilai kompetensinya baik untuk tujuan pemetaan maupun seleksi untuk menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama”, demikian disampaikan Henderina dalam laporannya kepada Gubernur.

Selain melayani penilaian kompetensi bagi pejabat di wilayah provinsi NTT, Assessment Center Pemprov NTT juga terlibat dalam penilaian kompetensi bersama BKN di Papua dan Papua Barat, Bali, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan yang terakhir pada Bulan Juli, penilaian untuk asesi di wilayah Kanreg Makasar dilakukan secara virtual.

Karena keaktifan assessment center dalam melakukan penilaian, ditunjang dengan kesiapan dari segi SDM, kelembagaan, sarpras, dan metode penilaian, maka pada tahun 2020, assessment center ini diakreditasi A oleh BKN sebagai Instansi Pembina Penyelenggara Penilaian Kompetensi ASN, disusul dengan diperolehnya BKN Award pada tahun yang sama untuk kategori Penilaian Kompetensi Terbaik Kedua, setelah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Penulis : Wilfridus M. Kako Nono

0 Comments

You Might Also Like This

Back to top