Kupang, BKD.NTTPROV.GO.ID-Pada hari Senin, 3 Agustus 2020 sekitar pukul 16.30 WITA, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Yosef Nae Soi melantik dan mengukuhkan 16 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan yang bertempat di Aula Fernandez Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT di Jl. El Tari No. 52 Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur tersebut berlangsung lancar.
Di antara 16 orang JPT yang dilantik dan dikukuhkan tersebut, 10 pejabat diantaranya dilantik untuk menduduki jabatan baru dan 6 pejabat lainnya dikukuhkan dalam jabatan yang sudah diduduki sebelumnya. Dengan adanya pelantikan ini berarti sebanyak 16 jabatan pimpinan tinggi pratama lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami pergeseran, antara lain Asisten Pemerintahan, Asisten Administrasi Umum, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Koperasi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Sementara 6 jabatan pimpinan tinggi pratama yang dikukuhkan adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Staf Ahli Bidang Politik dan Pemerintahan, Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah serta Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Dalam sambutannya Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menyatakan bahwa pelantikan ini dilakukan semata-mata hanya untuk menyelesaikan target yang telah disiapkan. Tujuan para pejabat yang dilantik/dikukuhkan adalah agar terjadi percepatan-percepatan dan perubahan sesuai kehendak pimpinan. Ia menambahkan bahwa tahun depan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur sudah harus berbasis kinerja, bagi mereka yang tidak dapat mencapai kinerja maka akan dievaluasi dan harus “istirahat”. Cepatnya perubahan di tengah yang sangat dinamis membutuhkan pelayanan publik yang mampu beradaptasi dan membutuhkan kerja yang tidak biasa untuk melayani hal-hal yang luar biasa.
Â
“Birokrasi merupakan aset utama Pemprov, aset utama Provinsi ini. Kegagalan birokrasi adalah kegagalan seluruh mimpi di Provinsi ini. Berulang-ulang saya katakan bahwa aset terbesar dari Provinsi ini ada pada birokrasi.” Lanjut Gubernur NTT, “Kegagalan desain, kegagalan cara berpikir, kegagalan cara dari birokrasi menyebabkan kegagalan pertumbuhan, kegagalan perubahan daripada Provinsi ini sehingga sehebat apapun Gubernur dan Wakil Gubernurnya tapi pada strata di bawah baik kepala dinas, eselon 3, eselon 4 itu tidak mempunyai kemampuan untuk beradaptasi untuk melakukan langkah-langkah yang inovatif, saya pastikan mimpi besar kita tidak akan teraih.”
Gubernur menandaskan bahwa mimpi kita adalah untuk menghasilkan “superteam”. Kita tidak membutuhkan “superman” tetapi “superteam”. Ia menginginkan bahwa bagi para pejabat yang dipercayakan pada jabatan yang ada harus mampu untuk melakukan langkah-langkah yang luar biasa, inovatif serta percepatan-percepatan. Tidak ada perubahan di dunia manapun selama tim kerjanya tidak solid. Seluruh sejarah kemajuan dunia dilakukan oleh kelompok-kelompok yang militan yang bekerja secara militan mengorbankan waktu, tenaga, pikiran serta memiliki kemampuan berkonsolidasi. Perubahan memang sudah ada tetapi belum mencapai standar yang ditetapkan, lanjutnya.
Menutup sambutannya, Gubernur berharap bahwa kita semua harus dapat menjadi bagian yang tak terpisahkan dari semangat perubahan dan terus merasa tertantang untuk membawa daerah ini bangkit menuju sejahtera serta untuk membangun Provinsi Nusa Tenggara Timur tercinta.Â
Penulis : Santa Anna Trihastuti, S.Kom., MIS
Â