Waikabubak, BKD.NTTPROV.GO.ID - Assessment Center Provinsi NTT kembali dipercaya untuk melakukan penilaian kompetensi manajerial pada kegiatan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama bagi para asesi yang merupakan Pejabat Administrasi dan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat.
Kegiatan di buka oleh Sekretaris Daerah Yermia Ndapa Doda, S.Sos bertempat di Aula BKPSDM Kabupaten Sumba Barat dan dihadiri oleh Tim Panitia Seleksi Terbuka, Tim Asesor dari Assessmen Center Provinsi NTT, Kepala BKPSDM, Asisten Administrasi Umum dan peserta seleksi berjumlah 19 orang Peserta.
Dalam sambutannya mewakili Bupati Sumba Barat, Sekretaris Daerah menyampaikan proses pengisian JPTP agar benar-benar dipastikan memenuhi kriteria sistem merit sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang No. Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan beliau mengingatkan bahwa proses seleksi JPTP secara terbuka ini mampu memastikan pengisian jabatan oleh talent terbaik ASN Pemerintah Kabupaten Sumba Barat.
Agar proses seleksi dapat berjalan dengan baik, ia mengingatkan panitia seleksi harus memastikan seluruh proses persiapan sesuai peraturan, semua proses didokumentasikan dengan baik dan benar serta digelar dengan mematuhi kode etik.
Bupati berharap para pejabat terpilih dapat secara profesional menahkodai organisasi yang dipimpin, juga mampu mengkaji dan memformulasikan kebijakan yang mampu mendorong kemajuan Sumba Barat.
Sementara itu dalam sesi pemaparan teknis penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural, Lusius Aman, S.Fil, M.Hum, selaku administrator, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Sumba yang kembali mempercayakan Assessment Center Provinsi NTT.
Lanjut Aman, dasar pelaksanaan penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural adalah Permenpan RB No. 38 Tahun 2017 tentang standar kompetensi jabatan ASN.
Metode penilaian yang digunakan adalah metode Assessment Center yang telah diakui tingkat akurasi yang paling tinggi daripada metode lainnya.
Aman menegaskan Assessment Center selain sebagai lembaga atau gedung, bisa pula berarti sebuah metode dan Assessment Center sebagai sebuah metode memegang prinsip multi simulasi, multi asesor dan multi asesi.
Prinsip multi simulasi untuk memastikan konsistensi peserta, multi asesor untuk menjamin obyektifitas penilaian, serta multi asesi guna menciptakan seleksi yang kompetitif.Ia menegaskan penilaian kompetensi yang hanya menggunakan satu simulasi atau alat ukur bukan metode assessment center.
Lanjut Aman, pada penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural kali ini menggunakan 2 simulasi terdiri dari Analisis Kasus dan Leaderless Discussion Group (LDG) serta wawancara kompetensi.
Dari 2 simulasi dan wawancara kompetensi ini, simulasi Analisis Kasus dilaksanakan berbasis CAT.
Aman mengapresiasi BKPSDM Kabupaten Sumba Barat atas tawarannya kepada Assessment Center BKD Provinsi NTT untuk menyelenggarakan penilaian berbasis CAT.
Dikatakan Aman, sepanjang Assessment Center melakukan seleksi JPTP di kabupaten/kota, baru Kabupaten Sumba Barat yang berinisiatif untuk melaksanakan penilaian berbasis CAT, dimana secara metode dan perangkat digitalnya memang sudah disiapkan oleh Assessment Center BKD Provinsi NTT.
Selter kali ini dibuka untuk 7 jabatan yang lowong, yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala DInas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga.
Penulis : Tri Selan