Kota Kupang, BKD.NTTPROV.GO.ID – Ditemui di ruang kerjanya pada Senin, 10 Mei 2021, Kasubag Kepegawaian dan Umum, Krisantus O.P.N. Metboki, S.Fil menjelaskan kiat-kiat hidup sehat yang digagas oleh Sekretariat BKD dalam rangka meningkatkan ketahanan tubuh menghadapi pandemic Covid-19. Program yang sudah dimulai sejak awal pandemi ini, masih dilakukan hingga saat ini dan menjadi ‘normal baru’ di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT.
“Untuk mencegah penyebaran Covid-19, kami telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dengan menyiapkan handsanitizer di pintu masuk, mewajibkan penggunaan masker, mengatur jarak antar pegawai dan antara pegawai dengan pengguna layanan, melakukan pemeriksaan suhu tubuh, dan melakukan disinfeksi ruangan dua kali seminggu”, demikian Primus menjelaskan.
“Kami pernah memberlakukan sistem kerja shift pagi dan sore, namun mengingat tingginya kebutuhan pengguna layanan dan tingkat kesiapan infrastruktur untuk bekerja dari rumah (work from home), maka kami putuskan untuk kembali bekerja secara normal. Untuk itu, berbagai upaya kami lakukan agar seluruh pegawai tetap sehat dan terlindungi dari paparan Covid-19”, tambahnya.
Primus menjelaskan bahwa selain menerapkan prokes, kiat-kiat tambahan yang dilakukan antara lain melakukan olahraga bersama dua minggu sekali, mengganti snack dengan makanan yang bergizi seperti susu dan buah, melakukan pemeriksaan kesehatan, dan minum teh kelor. Selain itu, memberikan dukungan spiritual dan psikologis bagi yang terpapar juga dilakukan.
Sekretaris BKD, Octa Grandi Floris Angi, SH membenarkan adanya kebijakan/program dimaksud. Berdasarkan data laporan penanganan Covid, sejak merebaknya virus ini, dari total 90 ASN Lingkup BKD Provinsi NTT, hanya 10 orang atau 11% yang terpapar Covid dan semuanya telah dinyatakan sembuh serta kembali bekerja seperti biasa. Bahkan, sejak April 2021, sudah tidak ada lagi pegawai BKD yang terpapar Covid-19.
Helena P. Tomasowa, SKM selaku Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga pada Dinas Kesehatan Provinsi NTT mengapresiasi berbagai program hidup sehat yang sedang digalakkan oleh BKD. “Itu sudah baik, perlu dilakukan terus”, kata Helena di ruang kerjanya. Namun beliau menyarankan agar selain senam, BKD juga bisa melakukan peregangan 10-15 menit setiap 2-3 jam kerja. “Dari aspek keselamatan dan kesehatan kerja, ini hal yang sangat dianjurkan”, demikian Helena menjelaskan.
Apresiasi juga datang dari Hermensen Ballo, mantan petinju asal NTT yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda pada Dinas Pemuda dan Olahraga. “Imun itu terkait dengan pola pikir dan pola hidup”, kata Hermensen. Karena itu, menurutnya olahraga harus dilakukan dengan tulus karena kita butuh hidup sehat, bukan karena terpaksa.
“Selain senam, saya usul kita berjalan setiap hari minimal seribu langkah”, saran Hermensen. Selain itu, menurut Hermensen, olahraga yang baik agar jangan sampai terlalu lelah supaya tidak kontraproduktif. Ia berharap, langkah yang sudah diawali oleh BKD bisa diikuti oleh OPD lain.
Variasi jenis olahraga juga dianjurkan oleh Yolanda Widyasari, salah satu orang muda pegiat olahraga yang saat ini menekuni Yoga secara professional. Menurut Yolanda, olahraga itu gampang; bisa dilakukan di mana saja dengan jenis gerakan apa saja. Yolanda menginformasikan bahwa ada juga namanya Yoga Office yang cocok untuk pekerja kantoran. “Mungkin Yoga bisa dijadikan alternatif olahraga di BKD”, kata Instruktur Amazing Yoga Kupang ini dengan nada guyon.
Senada dengan Hermensen dan Helena, Yolanda ingin agar kegiatan ini berkelanjutan; bukan hanya untuk mencegah Covid. “Bukan hanya di kantor, tapi juga di rumah supaya keluarga yang kita cintai juga sehat”, harap Yolanda. Menurutnya, seminggu dua kali itu sudah sangat cukup, apalagi ditambah dengan makan makanan sehat. “Selain untuk kesehatan, dengan makan buah-buahan lokal kita juga turut mendukung petani-petani kita di NTT”, imbuhnya.
Penulis: Wilfridus M.K.Nono