Kota Kupang - bkd.nttprov.go.id - Bagi ASN pensiun berarti tidak lagi masuk kantor, tidak lagi memperoleh hak-hak sebagai mana seorang yang masih aktif sebagai ASN Melihat Kondisi ini Pemerintah Provinsi Provinsi Nusa Tenggara Timur terus berupaya memperjuangkan kesejahteraan bagi para purna bakti yang sudah begitu lama mengabdi Sebagai abdi Negara dengan penuh rasa tanggungjawab. Oleh sebab itu Gubernur NTT dengan sangat bijak memberi perhatian serius terhadap ASN yang purna tugas dengan memberikan bantuan berupa uang Rp 25.000.000 (Dua Puluh Lima Juta Rupiah) untuk setiap PNS Lingkup Pemerintah Provinsi NTT. Kegiatan Bimbingan teknis(Bimtek) kewirausahaan yang dilaksanakan oleh BKD Prov NTT dengan jumlah peserta 60 orang PNS yang berasal dari Perengkat Daerah lingkup Pemerintah Prov NTT, dilaksanakan dalam dua angkatan yaitu angkatan pertama tanggal 29 juli s/d tgl 31 juli 2019 dengan jumlah peserta 30 orang dan angkatan ke dua tanggal 01 Agustus s/d tanggal 03 Agustus 2019 dengan jumlah peserta 30 0rang, bertempat di Cendana Room Jon’s Hotel Jln.W.J Lalamentik Oebufu Kota Kupang.
Bimtek kewirausahaan bertujuan memberikan motivasi, semangat dan pengetahuan kewirausahaan untuk terus berkarya melalui usaha ekonomi produktif pada saat tidak aktif lagi sebagai ASN. Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam sambutanya menyampaikan bahwa UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN (khususnya pada pasal 126 ayat 3 huruf d) menyatakan bahwa korps ASN memiliki fungsi dalam menyelenggarakan usaha untuk peningkatan kesejahteraan anggotanya. Hal ini telah memberikan ruang yang seluas-luasnya melalui korps profesi aparatur sipil negara untuk memperjuangkan kesejahteraan bagi anggota korps Pegawai Negeri Sipil maupun keluarganya. Kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil terus diupayakan dan diperjuangkan oleh pemerintah terutama bagi mereka yang hendak memasuki masa purna tugas. Penambahan usia pensiun bagi Pegawai Negeri Sipil dari 56 tahun ke 58 tahun sampai dengan 60 tahun dirasakan tidak cukup untuk menjamin tingkat kesejahteraan seorang Pegawai Negeri Sipil. Hal mendasar yang perlu disiapkan para Pegawai Negeri Sipil dalam menghadapi masa purna tugas, tentunya yang bersangkutan perlu menyiapkan mental dan fisiknya secara baik karena akan terjadi perubahan situasi dan kondisi setelah memasuki masa tersebut. Untuk itu pemerintah Provinsi NTT melalui lembaga korpri juga berupaya untuk memberikan penguatan kapasitas melalui peningkatan wawasan pengetahuan yang berorientasi pada dunia kewirausahaan atau usaha yang produktif, serta membangun kemitraan dengan lembaga keuangan agar dapat memberikan pinjaman modal kepada para Pegawai Negeri Sipil yang hendak memasuki masa purna tugas.
Untuk membangun kapasitas diri Sekretaris Daerah berpesan bahwa yang harus dimiliki dan dijiwai oleh seorang entrepreneur/wirausahawan dalam menjalankan usahanya, antara lain: (1) Memiliki motivasi untuk berprestasi; artinya seorang entrepreneur harus memiliki nilai yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik. Yang tentunya harus dengan cara yang benar. (2) Selalu perspektif; artinya seorang entrepreneur harus mampu menatap masa depan dengan penuh optimis. (3) Memiliki kreatifitas dan inovatif; artinya seorang entrepreneur harus memiliki kemampuan untuk berpikir dan bertindak dalam mengelola potensi ekonomi dengan cara-cara atau metode yang baru. (4) Memiliki komitmen dalam berusaha; artinya seorang entrepreneur harus memiliki jiwa komitmen dalam usahanya dan tekad yang bulat di dalam mencurahkan semua perhatianya pada usaha yang hendak dijalankannya. (5) Berani menghadapi resiko; artinya seorang entrepreneur dalam mengambil tindakan hendaknya tidak didasari oleh spekulasi, melainkan harus penuh dengan perhitungan yang matang.
Yang menjadi narasumber pada kegiatan bimtek tersebut berasal dari Dewan Pengurus Korpri Nasional, Dewan Pengurus Korpri Provinsi, UPT Dinas Peternakan Prov NTT dan pelaku usaha. Untuk menambah wawasan para peserta bimtek,para peserta diikutkan dalam Workshop kewirausahaan yang diselenggarakan oleh PT. TASPEN dan Bank Mandiri Taspen (bank MANTAP) yang merupakan anak perusahaan PT. TASPEN. Materi yang disajikan oleh nara sumber pada kegiatan bimtek kewirausahaan tersebut adalah : (1) Menumbuhkan semangat berwirausahaan bagi ASN yang akan memasuki masa purna tugas, disampaikan oleh Drs.H. Wartono, Msi dan Wiyanto, S.IP, Msi (2) Managemen Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Ternak Babi disamapikan Oleh Jonatan Tamoes, SPT, Msi (3) Kolaborasi berbagai ilmu bisnis dalam berwirausaha yang disampaikan oleh Drs.Yusuf Kuahati,SU (4) Pilihan bisnis tepat, pendapat meningkat, disam;paikan oleh Ir. Edgar R. Tibu Ludji. Selain materi yang diperoleh, para peserta diberikan kesempatan untuk melakukan kunjungan lapangan ke tempat-tempat usaha antara lain : usaha peternakan babi Pada UPT Dinas Peternakan Provinsi NTT dan pelaku usaha peternakan ayam dan holtikultura.
Narasumber dari KORPRI Nasional bapak Drs. H. WARTONO, M.Si. dan Kepala bidang Disipli dan KOPRI Ibu Karolina A. Ondok selaku moderator mengajak perserta agar Jangan pernah pensiun!, Alihkan profesi, Kerjakan apa saja biarpun berbeda, tetapi jangan pernah pensiun. Pensiun hanya sebatas berhenti dari pekerjaan formal dan rutin pada perusahaan milik orang lain atau atasan anda, bukan berhenti berusaha dan bekerja pada bidang atau kegiatan lain Masa Pensiun adalah masa bebas menjadi tuan atas diri sendiri, mengisi hidup yang selama ini terlewatkan.
Untuk pengembangan Manajemen usaha yang baik dan sesuai minat usaha peserta Jonathan A. Tamoes, S.Pt., M.Si tampil sebagai narasumber dihari kedua dan mengangkat topik Manajemen dan Pengembangan Usaha Ternak Babi. Usaha ini sangat prospektif untuk kota Kupang dan sekitarnya karena mempunya peluang pasar yang masih sangat terbuka. Materi ketiga dan keempat dipanelkan dengan menghadirkan nara sumber Ir. Edgar R. Tibuludji alias pak Dody dengan Topik “Pilihan Bisnis Tepat, Pendapatan Meningkat dan bapak Drs.Yusuf Kuahaty, SU dengan topik Kolaborasi Berbagai Elemen Bisnis. Sebagi moderator untuk dua nara sumber pada sesi panelis ini adalah Kepala Bdan Kepegawaian Provinsi Nusa Tenggara Timur Ibu Henderina S. Laiskodat, SP,M.Si.
Drs.Yusuf Kuahaty, SU menekankan kepercayaan, jujur, hemat, , berani, kerja keras, tahu bersyukur dan Doa sebagai modal utama dalam berwirausaha sdangkan input lainnya berupa bahan baku dan keterampilan. Pak Yusuf yang juga Wakil ketua I Dewan Pengurus KORPRI NTT ini berpesan jika selama PNS kita menerima gaji maka saatnya kita bisa memeberi berkat untuk orang lain. Sama Seperti Bapak Kuahati, sebagai pelaku bisnis bunga segar Bapak Dody juga menyampaikan salah satu kunci keberhasilan dalam berbisnis adalah disiplin, kerja keras, pantang menyerah, jujur, ramah dan selalu bersyukur kunci keberhasilan penting lainnya adalah Mulai dari apa yang ada dan apa yang kita punyai, Manajemen Usaha yang baik dan benar, dan Mengambil pinjaman/kredit harus sesuai dengan kebutuhan. Sebagai penutup pada sesi ini Ibu Kepala BKD Provinsi Nusa Tenggara Timur selaku moderator menyimpulkan dalam sebuah pesan moral Bekerja dan Berdoa.
(Bona Salman)