09 Jun 21

Bangun Sinergitas, BKD Selenggarakan Rakor Kepegawaian Tingkat Provinsi NTT

Kota Kupang, BKD.NTTPROV.GO.ID – Dalam rangka sinkronisasi program dan kegiatan kepegawaian antara pemerintah pusat dan daerah, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) pada tanggal 27 Mei 2021. Rakor yang dilakukan secara online tersebut dihadiri oleh pengelola kepegawaian di 39 Organisasi Perangkat Daerah dan 22 Kabupaten/Kota se-Provinsi Nusa tenggara Timur.

Rakor dibuka oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT, Henderina S. Laiskodat, SP, M.Si dan selanjutnya diikuti dengan pemaparan materi oleh keempat narasumber: Fransiskus A. Wotan, S.Sos (Kabid Perencanaan, Pendidikan dan Sistem Informasi Pegawai); Drs. Raynold A. L. Nguru, M.Si (Kabid Pengembangan Pegawai); Agnes Ina Odjan, S.S (Kabid Mutasi dan Pensiun Pegawai); dan Carolina M. A. Ondok, SH (Kabid Disiplin dan KORPRI).

Kepala BKD menggarisbawahi peran strategis pengelola kepegawaian untuk mengoptimalkan sumber daya aparatur dan pentingnya pengembangan diri secara terus menerus untuk merespon berbagai tuntutan perubahan.

“Untuk wujudkan visi Kabinet Indonesia Maju dan visi Gubernur NTT dalam mewujudkan reformasi birokrasi, ASN dituntut untuk bekerja cepat, adaptif, dan inovatif. Kita perlu kembangkan cara kerja baru yang sesuai dengan perubahan”, demikian disampaikan Hendirina dalam sambutannya.

Karena itu, Henderina mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan rakor ini untuk sharing pikiran, bangun relasi yang baik dengan sesama peserta, dan cari solusi bersama bagi permasalahan-permasalahan kepegawaian agar bisa lebih baik ke depannya.

Setelah pembukaan kegiatan oleh Kepala BKD, keempat narasumber satu per satu memaparkan materi masing-masing kurang lebih lima belas menit, yang selanjutnya diikuti dengan diskusi seputar persoalan-persoalan yang dialami dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Dipandu secara bergantian oleh dua orang moderator, Yusuf E. Otemusu, ST (Sesi I) dan Krisantus O.P.N. Metboki, S.Fil (Sesi II), para peserta secara live streaming mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang kemudian direspons oleh para pemateri sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Dari jumlah pertanyaan yang disampaikan, terlihat bahwa peserta terlibat secara aktif dan sadar dalam kegiatan rakor meskipun dilakukan di ruang virtual.

Sejumlah pertanyaan yang mengemuka antara lain terkait persyaratan seleksi JPTP, penyusunan rencana kebutuhan dan formasi pegawai, akses terhadap aplikasi SIMPEG (sistem Informasi Kepegawaian) dan SIMAE (Sistem Managemen Arsip Elektronik), waktu pelaksanaan ujian dinas, pembebasan sementara dan pengangkatan kembali dalam jabatan fungsional, status PNS yang sebelumnya diperbantuakan/dipekerjakan di instansi vertikal, perceraian dan disiplin PNS.

Kegiatan ditutup dengan menayangkan kesimpulan hasil rapat sebagai panduan bagi para pengelola kepegawaian dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kepegawaian di masing-maisng OPD dan kabupaten/kota. Sesuai informasi dari panitia kegiatan, materi kegiatan dan catatan kesimpulan tersebut dapat diakses melalui official website Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT.

 

Penulis : Wilfrid Kako Nono

0 Comments

You Might Also Like This

Back to top