Assessment Center BKD NTT Dukung BKN Sukseskan Program Strategis Nasional

Kota Kupang, BKD.NTTPROV.GO.ID – Setelah selesai melakukan pengambilan data, BKN menyelenggarakan kegiatan pengolahan data dan penyusunan laporan hasil talent pool pada tanggal 1 s.d. 5 November 2021 bertempat di Four Points Hotel, Bandung. Selain para Asesor dari Pusat Penilaian Kompetensi BKN dan Kementerian/Lembaga, empat Asesor SDM Aparatur dari Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT bersama sejumlah Asesor dari pemerintah daerah lain juga turut terlibat dalam kegiatan dimaksud. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pembangunan Managemen Talenta Nasional, yang merupakan salah satu program strategis nasional di bidang kepegawaian.

Managemen Talenta Nasional dilakukan melalui kegiatan pemetaan/penilaian kompetensi terhadap ASN pada instansi pusat dan daerah yang tersebar di beberapa Kantor Regional (Kanreg) BKN. Pada tahap pertama ini, ada empat Kelompok Kerja (Pokja) yang dibentuk untuk melakukan penilaian kepada 2.060 ASN di empat wilayah Kanreg. Asesor dari Pemprov NTT terlibat dalam penilaian kompetensi di Wilayah Kanreg BKN Makasar. Ke depan, Asesor NTT tentu akan dilibatkan kembali, mengingat ada sekitar 200.000 lebih ASN yang ditargetkan sampai Tahun 2026 dalam rangka persiapan pemindahan ASN ke Ibu Kota baru.

Luasnya wilayah NKRI dan besarnya target yang harus dicapai menuntut BKN melakukan pemetaan kompetensi secara online/virtual. “Selain untuk mempercepat pengisian jabatan, perubahan platform penilaian dilakukan dalam rangka mengadaptasi transformasi digital 4.0”, kata Sekretaris Utama (Sestama) BKN Jakarta dalam sambutannya. Disampaikan juga bahwa BKN telah melakukan benchmark ke sejumlah negara tetangga seperti Australia, Singapura dan Korea agar tahun depan penilaian kompetensi sudah dapat dilakukan secara fully digital dan terintegrasi.

Dengan tersedianya data penilaian kompetensi, akan lebih mudah bagi instansi pemerintah dalam menyusun profil kompetensi ASN yang sangat diperlukan dalam membangun managemen talenta dan meningkatkan indeks sitem merit. Akan tetapi, Sekretaris Utama BKN menghimbau agar perlu dilakukan monitoring dan evaluasi terkait pemanfaatan hasil penilaian: apakah seleksi dan penempatan pegawai sudah sesuai dengan rekomendasi penilaian.

Assessment Center Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT menyambut baik kegiatan BKN dimaksud. Selain mengasah kemampuan teknis dan belajar hal baru dalam melakukan penilaian, Asesor NTT juga berkesempatan membangun jejaring kerja dengan sesama Asesor di seluruh Indonesia. Beberapa hal yang dipelajari (lesson learnt) dari kegiatan networking tersebut, antara lain:

Pertama, Asesor di instansi lain berkolaborasi dengan tenaga IT yang professional sehingga gagasan untuk men-digital-kan assessment center langsung diterjemahkan ke dalam program/aplikasi tertentu. Kedua, Asesor di instansi lain membangun kerja sama dan kemitraan dengan lembaga swasta yang sudah lebih maju sehingga mereka dengan cepat mengadopsi metode baru yang jarang digunakan seperti role play dan gamification. Ketiga, Asesor di instansi lain tidak hanya rutin melakukan penilaian, tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan diri dan meng-update kompetensi mereka sendiri.

Untuk bisa tampil sejajar dan bahkan selangkah lebih maju dari yang lain, Asesor NTT tentu perlu memperluas cakrawala/horizon pengetahuannya; salah satunya dengan belajar dari berbagai sumber dan mengikuti berbagai kegiatan networking seperti yang baru saja diikuti. ASN berkompeten, NTT Maju!

 

Penulis: Wilfridus M. K. Nono - Asesor SDM Aparatur Pertama