Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural: Transformasi ASN Kabupaten Kupang Menuju Kinerja Unggul

Kota Kupang, bkd.nttprov.go.id – Pada tanggal 19 Maret 2024, Politeknik Negeri Kupang menjadi tempat pelaksanaan Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural bagi 79 Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang. Dalam kegiatan ini, peserta dari berbagai jenjang, termasuk Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, serta Pejabat Fungsional, bersatu untuk menghadapi tantangan ujian yang melibatkan aspek manajerial dan sosial kultural.
Acara dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Kupang, Ibu Novita D. E. Foenay, A.Pi, MT, yang mengapresiasi komitmen Asesor dalam melaksanakan penilaian kompetensi ASN. Ia juga mengungkapkan penghargaan terhadap penggunaan Aplikasi CAT Assessment Center yang memfasilitasi penilaian berbasis kompetensi.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT, Ibu Henderina S. Laiskodat, SP, M.Si, memastikan bahwa peserta telah dilibatkan dalam ujian menggunakan Aplikasi CAT Assessment Center, yang baru-baru ini mendapatkan perlindungan HAKI dari Kementerian Hukum dan HAM.
Ketua Tim Asesor, Wilhem Unun Fernandes Akoli, S.Fil, menjelaskan bahwa proses penilaian dilakukan dengan pendekatan assessment center yang melibatkan sejumlah alat ukur, antara lain psikotes, in basket, analisis kasus, dan wawancara. Metode ini bertujuan untuk menggali potensi dan kualifikasi peserta secara mendalam.
Tidak hanya itu, peserta juga diuji melalui lima simulasi dengan metode Computer Assisted Test (CAT), menekankan pentingnya keterampilan teknologi internet dalam lingkungan kerja saat ini.
Partisipasi kedelapan asesor yang terlibat dalam seleksi ini, diharapkan dapat memberikan perspektif yang kaya dan obyektif, untuk mendukung upaya peningkatan kinerja ASN Kabupaten Kupang.
Hasil dari penilaian ini tidak hanya mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam melaksanakan amanah regulasi terkait manajemen ASN, tetapi juga menunjukkan keseriusan dalam menghadapi tuntutan dinamika tugas yang semakin kompleks. Melalui evaluasi ini, diharapkan dapat diidentifikasi kelemahan dan kekurangan kompetensi, sehingga program pengembangan yang tepat dapat disusun untuk meningkatkan kinerja pegawai dan pelayanan publik secara keseluruhan.

*Penulis : Tri Selan, S.Kom, M.Kom