Pembinaan Rohani : “Allah Sumber Kekuatan Dan Pengharapan Dalam Bekerja Dan Berkarya”

Kupang- BKD.NTTPROV.GO.ID – (29/01) Badan Kepegawaian Daerah menyelenggarakan Pembinaan Rohani di awal tahun 2021. Pembinaan Rohani ini diselenggarakan secara live dari Youtube BKD Provinsi NTT. Acara berlangsung di aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT lt. 4. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Seluruh ASN Pemprov NTT mengikuti pembinaan rohani melalui youtube dari tempat masing-masing.

Kegiatan ini mengangkat tema umum yakni “Allah Sumber Kekuatan dan Pengharapan Dalam Bekerja dan Berkarya”. Mengacu pada tema tersebut masing-masing rohaniwan yang menjadi pembicara menyampaikan renungan dengan inti renungan sebagai berikut :

Oleh : Romo Yakobus Longga,Pr. S.Fil

Syalom, Salve, Asalamualaikum Waramatulahi Wabarukatu, Om Suasti Astu, Namo Budaya, Salam Kebajikan..

Teks: Markus 1:16-20.

Bapa, ibu, saudara-saudari kang terkasih.

Refleksi singkat membuka renungan saya pada kesempatan ini :

  • Kita bisa membeli rumah, tapi tidak bisa membeli kebahagiaan di dalamnya.
  • Kita bisa membeli jam dinding, atau jam tangan, tapi kita tidak bisa membeli waktu.
  • Kita bisa membeli makanan, tapi kita tidak bisa membeli kesehatan.
  • kita bisa membeli asuransi, tapi kita tidak bisa membeli keselamatan.
  • Namun jika kita punya kedekatan yang kuat dengan Tuhan, maka Ia akan menganugerahkan segala sesuatu yang lebih hebat dari yang kita minta.

Tentu kita tahu bersama bahwa cobaan dan masalah dalam kehidupan adalah bagian yang tak terpisahkan dengan kita sebagai ciptaan Tuhan. Namun cobaan dan masalah tidak hanya datang di zaman milenial ini, namun sudah ada sejak jemaat perdana. Setelah Yesus memberi pesan agar rasul-rasulnya mewartakan Injil ke seluruh dunia dan setelah peristiwa Pentakosta, para pengikut Kristus itu memiliki sebuah keberanian dalam hati dan dalam komunitas jemaat perdana dengan nuansa kebersamaan yang kuat. Para rasul sangat yakin kalau Allah begitu dekat dengan mereka dan selalu menyertai mereka. Cobaan pada masa gereja perdana juga begitu berat di mana para pengikut Kristus ini ditolak di mana-mana, bahkan banyak yang mati karena mewartakan Injil keselamatan.

Bacaan suci yang dibacakan ini memberi pada kita satu wawasan baru tentang Allah yang juga ingin bekerjasama dengan manusia dalam pewartaan.

Allah memanggil manusia untuk turut mengambil bagian dalam karya keselamatan. Empat rasul pertama yakni Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes yang dipilih adalah orang-orang sederhana yang kemudian memberi diri untuk menjadi penjala manusia. Petrus wafat di Roma disalibkan dengan kepala ke bawa dalam pemerintahan kaisar Nero. Andreas disalibkan dengan bentuk X saat mewartakan kerajaan Allah di Yunani. Yakobus adalah rasul yang mati pertama kali setelah menjadi Uskup Yerusalem. Yohanes sempat mewartakan Injil di Roma, kemudian ditangkap dan digoreng. Namun mujizat terjadi dan ia tidak wafat. Ia kemudian di buang ke pulau Patmos. Di puau itulah ia kemudian menulis Injil Yohanes tahun 100, menulis surat 1,2 dan 3 Yohanes dan menulis kitab Wahyu. Bapa, ibu, saudara-saudari.

Belajar dari para pewarta jemaat perdana, yang tidak mengeluh, mengeluh dan mengeluh namun penuh sukacita menjalani hidup. Corona tidak bisa mengalahkan kita dan membuat kita mengalah. Corona tidak boleh membuat kita putus asa dan akhirnya menyalahkan Tuhan. Mungkin kita tidak pernah melihat Tuhan, tapi Dia selalu melihat kita.

Dia menangis saat kita menangis, Dia tersenyum saat kita tersenyum, dia bahagia saat kita bahagia, karena dia pernah tinggal bersama dengan manusia di dunia.

CERITA: mama-mama jawa dan mama-mama kupang:

Mama-mama Jawa: wah, pengantin wanitanya cantik sekali ya dan ramah. Pengantin pria juga tampan dan baik sekali.

Mama-mama Kupang: makanan ke sonde enak, dia pung nasi ke keras mati, ikan ju ke angus, padahal laki-laki bayar belis mahal.

Mengeluh hanya akan membuat iman dna imun kita menjadi lemah, tapi ketika kita bersukacita dalam segala keadaan, maka kita akan tetap ada dalm nauangan kasihn Tuhan.

Meskipun tak ada bahu untuk bersandar, setidaknya masih ada telur untuk didadar. Karena untuk melanjutkan hidup dalam sehari-hari butuh sarapan untuk tubuh kuat, bukan saja harapan.

Terkadang kenyataan tidak sesuai dengan keinginan. kita tidak bisa mengubah kenyataan yang telah terjadi, tapi kita bisa mengubah keinginan agar sesuai dengan kenyataan. Ini yang disebut kecerdasan menerima kenyataan. Karena semakin kita cerdas bisa menerima kenyataan, maka penderitaan semakin mudah berkurang dan kebahgiaan muda diperoleh.

CORONOA INI HADIR UNTUK MEMBUAT KITA BEREFLEKSI SEBERAPA DEKAT KITA DENGAN SANG PENCIPTA. DIA SUMBER KEKUATAN DAN PENGHARAPAN KITA.

  • HIDUP Ini bukan seperti sinetron IKATAN CINTA…
  • Contoh : 1 kali pulang rumah lihat mama menangis, beta takut kenapa menangis malam-malam…mamatua bilang, KAYAKNYA AL DENG ANDIN SONDE JADI.

Sekarang mungkin sinetron Ikatan cinta su hampir epiosode 200, kalau sampai 500 maka saya punya mama pung air mata habis, begitu pula mama2 di Indonesia, gara-gara lihat Andin menangis.

ADA 3 HAL YANG PENTING DALAM HIDUP, YAKNI: KELAHIRAN DI DUNIA, KEGEMBIRAAN DALAM MENJALANI HIDUP DAN SUKACITA KETIKA MENUTUP MATA DI HARI YANG TERAKHIR

 

Oleh : Anak Agung Semara Putra, S.Sos

Tuhan Sumber kekuatan dan pengharapan dalam Bekerja dan Berkarya

“Bekerja sebagai kewajiban dan sumber penghidupan”

Setiap manusia menyadari bahwa selama dia hidup, dia perlu bekerja sebab tanpa kerja manusia akan tanpa arti dan mati. Manusia hidup terdiri dari dua komponen yaitu badan jasmaniah dan rohaniah yang dimaksud, bekerja dalam hal ini adalah bekerja sesuai bakat yang dibina. Di masyarakat lalu timbul kelompok pekerja yang disebut pegawai negeri sipil, guru, pedagang, rohaniawan, pandita, buruh dan lain sebagainya.

Didalam pustaka suci Bhagawadgita III. Dikatakan “bekerjalah seperti telah ditentukan, sebab bekerja lebih baik daripada tidak bekerja, kalau tidak bekerja hidup seharihari pun tidak mungkin” dari sloka suci diatas dijelaskan bahwa bekerja merupakan kewajiban dan melaksanakan kewajiban bekerja adalah mulia adanya, karena bekerja itu mulia, maka harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan pengabdian kepada Hyang widhi/Tuhan. Tanpa kesadaran kita tidak tahu apa sebenarnya yang menjadi tujuan kita bekerja, untuk siapa kita bekerja, secara singkat dapat dikatakan behwa pekerjaan itu digarap dan atau dikerjakan adalah untuk menegakkan dharma kebenaran, kesucian serta kemuliaan.

Pekerjaan yang dilandasi nilai-nilai dharma akan mendatangkan penghasilan yang satwika{suci dan bermanfaat untuk kehidupan }. Dalam Chandogya Upanisad VI.5.4.  disebutkan “Makanan yang kita makan, dirubah menjadi tiga hal yakni : sebagian besar menjadi kotoran, bagian lain menjadi daging dan bagian terhalus diserap oleh pikiran ”. cara memperoleh makanan itu sangat penting artinya : bila makanan diperoleh dengan cara mencuri atau korupsi, makan  makanan itu sangat mempengaruhi pikiran kita, demikian pula sebalikanya.

Bagi umat Hindu yang memahami pustaka suci Weda sebagai tuntunan hidup, maka ia akan berusaha sekuat tenaga agar pekerjaan dan hasilnya benarbenar disanalah dari usaha kerja keras yang diilhami nilai-nilai mulia.

Kerja sebagai aktivitas Bhakti Kegiatan

Kerja sangat penting artinya dalam kehidupan manusia dan bekerja sejatinya adalah aktivitas bhakti kepada Hyang Widhi sang penganugrah kehidupan seperti tersebut dalam Pustaka Suci Bhagawadgita III.9 “Kecuali bertujuan untuk berbhakti dunia ini dibelenggu oleh hukum kerja, karenanya bekerjalah demi berbhakti tanpa kepentingan pribadi oh Kuntiputra” Pada saat ini banyak sekali orang bekerja dengan niat pamrih, bekerja  semata mata memenuhi nafsu panca indra karena terikat oleh dunia material dan tidak diilhami nilai-nilai mulia. Ajaranajaran suci weda, sehingga dalam bekerja dan melayani mereka tidak mencapai kebahagiaan dan pembebasan yakni Jagaditha dan Moksa. Padahal nilai hakiki bekerja dan melayani bhakti suci pada sang pencipta.

Memberi makna sebuah kesuksesan dan kekayaan

Dewasa ini, ada sementara orang yang berpendapat bahwa kesuksesan itu sama dengan kebahagiaan, bila seseorang mencapai kesuksesan pasti hidup bahagia dab atau orang yang bahagia pasti sukses secara material kesuksesan itu tinggi nilainya.

Untuk mencapai sukses ada tiga faktor dominan :

  1. Ada ide, mimpi, tujuan
  2. Ada upaya untuk mencapai tujuan itu maka muncul prestasi.
  3. Ada efek pengaruh pada dirinya sendiri, keluarga, masyarakat/bangsa tergantung ide kita yang hendak dicapai.

The Liang Gie dalam bukunya “Startegi hidup sukses” menyebutkan :  ada lim aunsur yang harus diperjuangkan yaitu : kreativitas, progresivitas, integritas {didalamnya termasuk kejujuran, kebaikan dan kesetiaan} lalu kapabilitas dan terakhir personalitas/pribadi yang lemah. Apakah dengan kesuksesan dan kekayaannya sekarang otomatis menjadi bahagia ??? Jawabannya bisa Ya dan bisa Tidak Kenapa ?? karena hal tersebut tergantung 2 hal :

  1. Apakah seseorang memperoleh kesuksesan dan kekayaan itu dengan jujur/tidak.
  2. Apakah seseorang itu menyimpang dari nilainilai suci agama/spiritualitas.

Seseorang yang menjalankan kehidupannya dengan kejujuran dijaukan dari kebohogan, kecurangan , dsb, maka orang itu akan berada dalam kesuksesan dan penuh kebahagiaan.

Bila sebaliknya maka orang itu berada dalam kesuksesan dan kekayaan semu, orang seperti itu pasrti tidak akan bahagia oleh kecurangan dan ketidakjujuran yang diperbuatnya. Memang kelihatannya kehidupannya mewah dan glamour, namun bila kita telisik lebih dalam mereka adalah orangorang yang menderita, begitu kekurangan sebutkan dan diprans hukum maka hidupnya bagai di neraka.

Tuntutan kesusilaan Hindu mengajarkan seuntung-untungnya orang yang lupa/curang, dengki, dsb, masih lebih untung orang yang ingat/berjalan di jalan kebenaran. Bekerja menikmati hasil/ kerja hendaknya dilandasi kebenaran/dharma maka kita akan menuai kebahagiaan sejati/anandi.

Menggapai Hidup bahagia deangan Tri Kaya Parisudha

Banyak jalan dipergunakan untuk mencapai hidup bahagia. Salah satunya adalah dengan menghayati ajaran Tri Kaya Parisudh berpikir berkata dan berbuat selaras dengan kebenaran ajaranajaran suci Weda.

Orang bijak mengatakan :

“Waspadalah terhadap pikiran anda, karena ia akan menjadi kata anda, waspadalah terhadap kata-kata anda, karena ia akan menjadi tindakan anda, karena ia akan menjadi sikap anda. ”

Jelas sekali pikiran manusia itu dapat menjadi sumber kebahagiaan atau sekaligus sumber kesengsaraan, kepapaan dan sumber neraka.

Bagaimana cara menerapkan ajaran  Suci Weda/Dharma, jalan latihan   apa yang patut ditempuh yaitu :

  1. Dengan jalan mengendalikan pikiran bahwa pikiran itu sangat kencang jalannya lebih kencang dari anak panah yang dilepaskan dari busurnya. {Bhagawadgita VI.35}
  2. Kebiasaan berpikir positif, menghilangkan rasa iri, dengki dan serakah
  3. Lascarnya dalam melayani yang harus diterapkan secara nyata.
  4. Konsentrasi pemusatan pikiran dengan niat suci untuk berprestasi dalam pekerjaan dan hal ini akan membuat kita menjadi orang yang santun, damai dan bisa bekerjasama dalam team adalah lebih mulia menyelesaikan kewajiban sendiri walau itu tidak sempurna, daripada melakukan tugas-tugas orang lain kendatipun berhasil/ sarana prasarana sesungguhnya bila ia melaksanakan tugas pekerjaannya sendiri.

 

OLEH : DRS. H. HUDAYANUR

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Pertama dan utama sekali marilah kita memanjatkan Puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa, yang telah memberikan kepada kita Karunia dann ikmatnya yang tiadatara, Dalam suasana pandemic covid -19 ini mari kitas ecara Bersama-sama menjaga protocol Kesehatan: Memakai masker, Mencucit angan, Menjaga Jarak dan Menjahui kerumunan serta Membatasi Mobilisasi / interaksi Semoga Allah memberikan kita Kekuatand  an pandemic ini cepat berlalalu. Sebagai perwujudan rasa syukur itu marilah kita mentaati perintah Alllah SWT. Menjahui dari segala larangan Nya, dengan berkepribadian Akhlak yang mulia. Salawat dan salams emoga tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW. Sesuai dengan Topik yang diberikan yakni :” ALLAH SUMBER KEKUATAN DAN PENGHARAPAN DALAM BEKERJA DAN BERKARYA” . ini adalah sebuah tema yang menarik untuk dikaji, dipahami dan di amalkan. Dalam Al Quranulkarim dalam surah al ikhlasayatke 2 Allah Swt. Berfirman = Allahushamad yang artinya Allah tempat bergantung segala esuatu. Firman ini dengan jelas mengigatkan kita tidak satupun yang ada dialam ini yang lepas dari Allah Swt. Semua kita membutuhkan ketergantungan kepada Nya dan bahkan kita ini berada dalam genggaman Nya, membuktilkan Allah sumber Kekuatan dan Pengharapan.

“Laahaulawalakuataillabillahiil ‘aliyil’azhim“ artinya tidak ada daya dan upaya melainkan dengan izin Allah jua adanya. Ini adalah sebuah kalimat yang sering diulang-ulang dalam membacanya. Ini adalah kalimat-kalimat inti dalam ritual ibadah wukuf di Arafah di samping tasbih, tahmid , takbir, zikir, tahlil dan talbiyah yang semuanya mensucikan, memuji, mengagungkan dan mentauhidkan Allah SWT. Tuhan Alam Semesta, ini adalah bukti bahwa Allah sumber kekuatan dan Pengharapan. Dalam berbagai Aktifitas seorang muslim diajarkan mengawalinya dengan membaca doa, ini menandakan sebuah keyakinan bahwa Allah itu sumber Kekuatan dan Pengharapan. Mari kita lihat, minimal setiap apa saja yang kita kerjakan membaca “bismilllah” (dengan Nama Alllah). Ketika seseorang mau berpergian keluar rumah maka seorang muslim diajarkan Doa“ Bismillahitawakaltu ‘alallahiwalahaulawalakuataillabillahiil ‘aliyil’azhim“ (Dengan Menyebut Nama Allah, saya menyerahkan diri kepada Nya, dan Tidak ada daya dan upaya melain dengan izin Alllah Jua adanya ). Ketikas eseorang yakin bahwa Allah adalah sumber kekuatan dan pengharapan,  seorang muslim Ketika berjanji maka yang bersangkutan akan meyertai dengan kalimat “Isyaallah” (jika Allah Menghendakinya) Karena dia tidak akan tau dengan pasti apa yang akan terjadi esok hari, boleh jadi esok hari ada penghalang, lupa, sakit, kecelakaan dan Allah memanggilnya dll.

Bapak/ibu/sdr/sdri, para pejabat, aparatur sipil negara, saudara-saudaraku yang menyaksikan renungan secara Virtual dimana saja berada. Mari kita Reflay lihat ulang bagaimana saudara-saudara muslim melakukan ibadah shalat. Sebelum mereka berdiri menunaikan shalat, mereka harus terlebih dahulu membersihkan diri dengan tata caranya dan tempat (bersih lahir). Mereka berdiri mengangkat takbir “Allahu Akbar“ artinya Allah Mahabesar. Dalam doa pembuka diartikan adalah sebagai berikut“ Aku hadapkan mukaku, wajahku kepada yang menciptakan langit dan bumi, dengan hati yang lurus dan saya tidak termasuk orang orang yang mempersekutukan Nya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan Alam semesta. Seorang muslim yang melaksanakan shalat memahami, meresapi apa yang telah ia lakukan ,ucapkan dan ikrarkan dalam shalat tentu akan memberikan bekas yang nyata dalam kehidupannya. Kerja dan karya, usaha dan amal, kreasi dan inovasi apapun bentuk semuanya itu ditujukan hanya kepada Allah SWT. Sebagai sumber Kekuatan dan Pengharapan. Saudaraku  ASN yang menyaksikan renungan secara Live Streaming dimana saja berada. Kata kata Ikhlas yang sering kita ucapkan itu didalam alquran sering kita jumpai seperti kata “Mukhlisinalahuddin” yang artinya memurnikan ketaatan, jadi tidak tercampur dengan maksud-maksud lain, hanya ditujukan, focus untuk mencari keridhaan Allah SWT Mardhatillah Orang berkerja dengan ikhlas, memurnikan ketaatan, mencari keredhaan Allah menjadikan Allah sebagai sumber kekuatan dan pengharapan dia akan selamat, dan terlepas dari beban, hidupakan tenang, tentram, tidakdi hantui rasa takut dan bersalah. Bahkan dia akan bersemangat, memiliki tenaga, kekuatan untuk bangkit dari persoalan yang dihadapinya. Karena ia telah bersandar kepada Zat yang Maha Dahsyat sumber dari segala sumber.

Rasulullah  Saw. Pernah memberikan Nasehat kepada seorang sahabat abuzar Al gifari Wahai Abuzar ;

  1. Perbaharuilah Perahumu, karena lautan yang engkau lalui amat dalam.
  2. Perbanyaklah bekal karena perjalannan amat jauh dan melelahkan.
  3. Kurangilah beban karena jalan yang akan engkau lalui berliku dan banyak jurang.
  4. Ikhlaskanlah niat karena si pengkritik amat tajam pengamatannya.

Nasehat yang pertama adalah sebuah kiasan bahwa kita harus selalu memperbaharui diri kearah yang lebih baik. Karena berbagai gelombang, badai, persoalan dan bahtera kehidupan kita akan hadapi. Kita harus selalu siap untuk menghadapi dan bersandar kepada Allah sebagai sumber kekuatan dan pengharapan.

Nasehat yang kedua adalah memberikan isyarat bahwa kita harus banyak mempersiapkan bekal, amal kebaikan, kerja dan karya yang baik memberikan manfaat yang banyak kepada orang lain, sebagai investasi kita untuk kehidupan akhirat yang akan kita tuju.

Nasehat yang ketiga adalah mengurangi beban dalam hidup, yang dimaksud adalah dosa-dosa dan pelanggaran, jauhi dalam perbutan tercela dan maksiat lainnya yang akan menjadi beban kita diakhirat kelak. Karena kita akan mempertagungjawabkannya nanti tidak satupun yang akan luput dari  Allah SWT.

Nasehat yang terakhir adala hikhlas dalam berbuat apa pun, sandarkanlah kepada Allah sumber kekuatan dan pengharapan. Dengan memurnikan ketaatan, tidak mengharapkan pujian dari orang lain. Ketika anda berbuat sesuatu banyak yang akan melihat, ada pujian, ketidaksukaan, omelan, cacian dan bahkan makian.  Sipengkritik amat tajam pengamatannya, di dunia ini banyak fitnah yang baik bisa menjadi jelak dan begitu sebaliknya. Nasehat yang keempat ini sangat relevan dengan tema kita hari ini. Dalam Alquran Alllah SWT pernah gambarkan kepada kita, bagaimana Alllah menyatakan bahwa“ Dialah Hakim yang paling adil “ seolah-olah Allah itu bertepuk dada menyatakan “ Akulah hakim yang paling adil, tidak satupun yang akan luput dari Ku, sekecil apapun kejahatan  yang engkau lakukan pasti ada balasannya”. Inilah sebuah keyakinan yang mendorong kita untuk berbuat, bekerja dan berkarya bersumber kepada Zat yang Maha Agung sebagai sumber Kekuatan dan Pengharapan. Dan kita yakin akan ditetapkan dengan adil.

Mengakhiri materi ini mari kita ingat firman Alllah : Demi masa. Sesungguhnya manusia itu dalam keadaan merugi. Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (Q.S. Al Asr : 1-3).

Demikian, semoga bermanfaat, Amiin.

 

Oleh : Pdt. Aledia Yovita, Salean-Sola, Sth-M.Hum

Bacaan : Yohanes 15:1-8

Kisah : Seseorang yang melakukan kebaikan karena dahulu dia dibesarkan dengan kebaikan orang lain. Saat ini lewat jabatan yang dimiliki banyak orang yang merasa tertolong, karya hidupnya ibarat buah manis yang menyegarkan.

Saudara/I, itulah yang menjadi harapan Tuhan Yesus, ketika ia mengibaratkan diriNya sebagai Pokok Anggur dan murid-2 yang mengikutinya sebagai Ranting dari Pokok Anggur tersebut.

Pokok Anggur atau Pohon Anggur, bukanlah tanaman keseharian kita di sini, seperti, Pisang, Pepaya, Mangga, Kom, Kujawas, dll. Tapi kini tanaman Anggur bukan lagi tanaman asing bagi kita. Kita tahu dan kenal Anggur adalah tanaman melata, banyak ranting dan buah keluar dari rantingnya. Tiap kali sesudah panen, mesti dibersihkan / di gunting. Ranting yang tidak berbuah di pangkas.

Saudara/I Murid2 Yesus kenal baik metafora Pohon Anggur ini, bahkan mereka sangat mengerti dengan apa yang coba Tuhan Yesus Jelaskan. Kalau Ranting mau berbuah, harus tinggal / terhubung / tersambung dengan Pokok. Ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri.

Murid2 mengerti, bahwa yang Yesus ungkapkan adalah sebuah peng-ibarat-an, Pokok Anggur ibarat Tuhan Yesus dan Ranting Anggur ibarat Murid2. Mereka baru dapat berbuah kebaikan bahkan berbuah lebat kalau ada hubungan erat, intim dan tidak terpisahkan dengan Tuhan Yesus. Tanpa hubungan seperti ini tidak mungkin mereka berbuah. Mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Berbuah punya pengertian Karya, dan Karya berkonotasi yang baik, yang indah, yang mulia, yang bermanfaat / berguna dst.

Saudara/I, Pengajaran Tuhan Yesus tidak berhenti begitu saja, ada peringatan di sana, yang tidak berbuah di pangkas dan di buang, di campakan kedalam Api. Lantas apa arti bagi kita ?

Saudara/I Saya diberi Tema “Allah sumber kekuatan dan pengharapan dalam bekerja dan berkarya” Tema ini selain adalah pernyataan Iman kita, tetapi juga mengandaikan kita semua ada dalam hubungan yang erat, tidak terpisahkan dengan Allah. Kita semua mengaku Allah sumber kekuatan, Dial ah Pokok Anggur kita. Tetapi yang menjadi persoalan di dalam bekerja masih ada yang bawa diri sebagai “Ranting Kosong” yang tidak di dapati dalam dirinya karya baik, yang tidak bekerja maksimal. Kisah tadi, bapa ini buat baik, karena dahulu dia telah menerima hal yang baik pula. Saudara/I, di tengah2 situasi saat ini mari kita mengingat kebaikan Tuhan yang sudah kita terima, kita nikmati dalam keluarga, dalam pekerjaan dan dalam hidup kita.

Ingat Tuhan punya baik membuat kita malu kalau tidak menghasilkan karya baik. Pacu kita untuk jangan lewatkan 1 hari berlalu, tanpa buat apa2 yang menjadi tanggungjawab kita. Mari kita buat “Bapa” sang “Pengusaha Ladang Anggur” tersenyum karena melihat kita sebagai Ranting berbuah lebat.

Akhir renungan ada suatu kisah, seorang Janda menjual tanah yang satu-satu miliknya untuk anak mendapat pekerjaan. Dia kemudian menjadi penggarap tanah itu. Hari ini dia bahagia bukan karena anaknya sudah bekerja dan memperoleh gaji, tetapi karena dia mendengar cerita dari orang-orang bahwa mereka telah di tolong dengan ramah oleh anaknya ketika mereka dating ke kantor anak tersebut. Anak tersebut benar-benar bekerja dengan tanggungjawab, sigap menolong. Anaknya bekerja dalam rasa syukur untuk harga yang mama nya telah bayar. Janda ini bahagia.

Hari ini kita semua ada dalam masa Pandemic Covid-19, banyak orang susah, jangan buat orang tambah susah karena kita tidak maksimal bekerja, ingat kalau Allah sumber kekuatan Dia pasti menginginkan kita berbuah karya-karya baik.

Amin

 

Penulis : Florina Selfiana Mandala

Berikut link video #Part2Live : Pembinaan Rohani Gabungan ASN Prov.NTT-29/01/2021 | Badan Kepegawain Daerah Provinsi NTT

#BKDNTT #PROVINSINTT #PEMBINAANROHANI #ASN