01 Jul 21

Meningkatakan Kualitas Pelayanan Publik sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat

 

OLEH : DRS LUKMAN SARA, M. Pd

Manusia adalah khalifa Allah dimuka bumi di berikan tugas dan tangung jawab oleh Allah untuk mengatur alam zagat rayah ini dengan sempurna. Tugas dan tanggung jawab ini diemban oleh manusia sebagai khalifah mengatur dan menata isi alam ini agar berjalan dengan aman, damai, bahagia dan sejahtera salah satu tugas kekhalifaan adalah bagaiman agar nilai-nilai agama nilai-nilai kemanusiaan nilai-nilai sosial hukum dan tata sosial berjalan dengan baik tidak terjadi gesekan benturan dan kontra produktif.

Manusia selalu berupaya dan berusaha bekerja keras agar umat ini/bangsa ini maju berpradaban dalam semua sisi dan dimensi.

Agar warga/bangsa ini maju dalam semua sisi kehidupan maka diantara kita akan tampil dan berperan serta masing-masing mengambil bagian bekerja keras untuk memajukan negeri ini tidak bisa seorang saja mengambil peran masing masing diantara kita mengambil peran

 Ada yang tampil sebagai seorang guru dalam mendidik putra putri bangsa ini memiliki kecakapan, kepandaian, cakap dan trampil miliki ilmu dan Tehnologi

Ada yang tampil sebagai rohaniawan yang selalu memberikan pencarahan/tanamkan nilai agama budi pekerti, akhlak dan moral agar generasi bangsa ini tidak terjebak dalam dekadensi moral .

 Ada yang beperan sebagai ABRI menjaga kemanan dan kenyamana dari ronrongan dan inti midasi menjaga wilayah NKRI aman dan tentram hidup rukun damai kompak dan bersatu dalam mengisi pembangunan pelayanan a

 Ada yang bepuran sebagai pelayanan keseahatan, politik, ekonomi sosial budaya, hukum dan tata Negara, pertanian industry, pariwisata seni dan budaya semua kita bekerja keras agar bangsa ini maju bepradaban sebagaimana Allah ingatkan kita .

 

Surat al-Imran ayat 110

Artinya : Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, yang menyuruh kepada yang makruf yang baik, dan mencegah dari yang mungkar .

Dan kita sama tau dunia ini penuh dengan dinamika beragam macam warna corak dan rupa tumbuh subur dinegeri kita ini.

 Telah Nampak kerusakan dilaut dan didarat akibat ulah tangan manusia ada kerusakan ekologi- ada kekeringan ruhania. Ada terjadi fenomena alam ada pengeseran tatanan kehidupan sawaladang, pekerangan dan tempat bermukim semuanya hancur porak poranda munculah kemiskinan kebodohan dan keterbelakangan.

 Datang lagi wabah penyakit virus corona yang menyapu bersih nyawa umat manusia dalam sekejab saja .

 Maka tampa negeri mengelami kemunduran terjadi perisitiwa dan kejadian yang beragam macam ada yang menyedihkan ada yang menggembirakan

 Kita yang bekerja di bidang pemerintahan tidak tinggal diam selalu kita bekerja keras untuk memakmurkan negeri ini masing-masing diantara kita mengambil peran untuk mengawal bangsa ini agar tumbuh dan maju

 Ini sudah terbukti kita maju dalam bidang teknologi maju dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi itulah pelayanan

- Guru mendidik anak yang bodoh menjadi cakap cerdas dan pandai

- Kesehatan hari bergelut dengan sakitnya pasien ada yang kakinya luka borok, nanak bau yang tidak mengenah-kan namun perawat dengan hati yang sabar merawat luka yang nana dan bau itu.

- Kepolisihan pun demikian tidak peduli panas, hujan, petir, angin topan badai tetap mereka dengan hati yang sabar penuh tanggung jawab mengurusi masyarakat dan rakyat yang begini banyak .

- Sama halnya pentanian, kehutanan, pertanahan, perhubungan semua kita berperan aktif dalam membangun bangsa ini bahkan ada yang korban nyawa dalam memajukan bangsa ini

- Kita mengimkan negri ini bangsa ini bersatu, namun terjadi disinterasi bangsa, pecah belah hancur benkeping –keping bangsa ini ini tugas TNI

- Kita ingin masyarakat yang sadar hokum, terjadi pembunuhan, perampasan narkoba, sek, penjaulan anak manusia ini tugas kepolisian. Semua kita mengabil peran ada yang tampil sebagai seniman dan budayawan hari-hari tampil di glanggangnya masing-masing menghibur rakyat ini

- Ada yang tampil dalam gelanggang politik mengawasi pihak eksekutif dalam hal pembangungunan di semua

 

Ini, tidak ada yang tinggal diam saja dan pangambil diam selalu kita patrikan untuk nusa dan bangsa, tidak ada yang duduk diam pangku tangan manis hanya menonton saja semua diantara kita bekerja keras dengan harapan negeri ini makmur aman bahagia dan sejahtera.

Pemerintah telah bekerja keras untuk memakmurkan tingkatkan kesejahteraan jasmani dan rohani.

 

OLEH : PINANDITA SUPARDI, S.Pd.

 Untuk memberikan penguatan terhadap kinerja kita saya mengutip dari  kitab suci Veda yang artinya begingi : Siapapun yang senantiasa sujud dan bhakti kepadaNya akan diberikan apa saja yang diinginkan dan akan dilindungi apa saja yang telah dimiliki. Tuhan juga senang kepada orang-orang yang selalu bekerja keras yang selalu didasari dengan tulus iklas.

Sebagai dasarnya adalah Undang-Undang dan Peraturan Daerah yang berlaku yang kaitannya dengan disiplin Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan PP. Nomor. 53 Tahun 2010.Dalam struktur pemerintah sudah pasti ada atasan dan bawahan atau pimpinan dan bawahan tentu masing-masing mempunyai tugas. Sebagai bawahan harus bekerja dan bertanggung jawab terhadap atasannya jangan merasa disuruh oleh atasannya dan kita harus sadar bahwa pekerjaan yang kita kerjakan bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada atasannya saja tetapi juga harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan tentunya; yang dalam agama Hindu disebut dengan Hukum Karma yaitu hukum sebab akibat kalo kita bekerja dalam memberikan pelayan dengan baik maka kebaikan pula yang akan didapatkan begitu pula sebaliknya.

 

Menyimak dari tema yang diangkat pada kesempatan ini penekananya adalah pada peningkatan kualitas pelayanan publik sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat.Maka saya akan menyampaikan dari sudut pandang agama Hindu  yaitu yang dikenal dengan adanya Catur Warna dan Catur Guru. Catur Warna yaitu empat penggolongan profesi seseorang sesuai dengan tugas dan fungsinya. Yang bagiannya yaitu Brahmana yang bergerak di bidang Kerohanian, Ksatriya yaitu yang bergerak dibidang Pemerintahan, Waisya yang bergerak di bidang perekonomian dan sudra yang bergerak di bidang kaum buruh. Sedangkan Catur Guru yaitu empat guru yang harus dihormati ( digugu dan ditiru ) antara lain yaitu :Guru Swadyaya, Guru Rupaka, Guru Pengajian dan Guru Wisesa.

Dari kedua ajaran ini maka ASN tergolong dalam Kesatriya yang bergerak dibidang pemerintahan yang tentunya taat dan patuh kepada guru wisesa yaitu pemerintah. yang  mempunyai tugas pokok untuk menentukan  maju mundurnya roda pemerintahan ini.Khususnya di NTT yang kita cintai ini, siapa lagi kalau bukan  kita – kita ini, untuk menentukan maju mundurnya pemerintahan. Bagaimana caranya ? ya tentu kita harus bekerja keras sesuai dengan tupoksi kita masing-masing dalam memmberikan pelayanan kepada masyarakat luas tanpa mengharapkan imbalan dan yang tentunya dilandasi dengan keimanan sesuai dengan ajaran agama kita masing-masing.

Bapak / Ibu anggota KORPRI yang saya hormati, berbicara tentang disiplin saya yakin bahwa semua ajaran agama  ada ayat-ayat suci  atau sloka yang mengajarkan tentang disiplin. Kalau di Hindu yang mengajarkan tentang disiplin yaitu ajaran Tri Kaya Parisudha yang artinya tiga perilaku manusia yang baik dan benar yang harus sucikan mulai dari pikiran, perkataan dan perbuatan. Sudah tentu bagi orang yang disiplin pasti mempunyai pikiran, perkataan dan perbuatan yang baik.

Pada kesempatan yang baik ini saya mengajak kepada kita semua mari kita membiasakan berpikir, berkata dan berbuat yang baik mulai dari dalam diri kita masing-masing, keluarga dan masyarakat. Dengan demikian maka tugas dan fungsi kita di kator akan berjalan dengan baik.

Sebagai anggota KORPRI yang berkembang, dan dewasa di unit kerjanya haruslah selalu mempunyai rasa bersyukur. Kenapa kita harus bersyukur karena kita berkembang dan dewasa di Unit kerja kita bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk keluarga kita secara utuh Pemerintah sudah memperhatikan kesejahteraan kita,sehingga diharapkan antara suami dan istri harus saling mendukung baik itu pekerjaan yang ada di kantor maupun yang ada di rumah sehingga kita bisa harmonis kerja bisa dengan nyaman.Kuncinya hanya satu yaitu harus bisa mengatur waktu antara tugas di kantor dan tugas di rumah sehingga dua-duanya bisa berjalan.

Terkait dengan peningkatan kualitas Pelayanan Publik; maka saya mengutip ayat-ayat/seloka suci yang mengajarkan tentang kerja.

Dalam Bhagawadgita Bab.III.19 dinyatakan sebagai berikut :

Tasmad asaktah satatam karyam karma samaara,

   Asakto hy acaran karma, param apnoti purusah

Artinya :

Oleh karena itu , laksanakanlah segala kerja sebagai kewajiban tanpa terkait pada hasilnya, sebab dengan melakukan kegiatan kerja yang bebas dari keterikatan, orang itu sesungguhnya akan mencapai yang utama.

Sebab pada hakekatgnya bekerja atau melayani orang atau makluk lain seara hakekatnya adalah karma baik  untuk diri sendidri. Adalah lebih baik dapat menolong/ melayani dari pada di tolong/ dilayani.

 

Selanjutnya Bhagawadgita Bab.III.8 juga menegaskan sebagai berikut :

“ Niyatam kuru karma twam karma jyayo, hyakarmanah sarira –yatrapi ca ten a prasidhyed

   akarmanah “

Artinya :

“: Bekerjalah seperti apa yang telah ditentukan, sebab bekerja lebih baik dari pada tidak bekerja, dan bahkan tubuhpun tidak berhasil terpelihara jika tanpa kerja.

Bhagawadgita Bab. II seloka 47.

“ Bekerjalah demi kewajibanmu, bukan demi hasil perbuatan itu, jangan sekali pahala menjadi motifmu dalam bekerja, jangan pula hanya berdiam diri tidak bekkerja.

Selanjutnya Bhagawadgita V. 10

“ Mereka mempersembahkan semua kerjanya kepada Brahman/Tuhan dan bekerja tanpa motif keinginan apa-apa, mereka tak terjamah oleh dosa, laksana daun teratai tak basah oleh air “

Keempat seloka/ayat suci di atas inilah yang menjadi prinsif dasar untuk melakukan kerja menurut Hindu. Yakni bagaimana kita menjalani hidup yang semestinya, dan memenuhi segala kebutuhan hidupnya agar hidup didunia ini secara sejahtera dan bahagia.

Selama manusia menjalani kehidupan duniawi ini, mereka tak dapat melepaskan dirinya dari kegiatan kerja; karena tanpa kerja kehidupan tak dapat berlangsung. Kehidupan itu sendiri adalah kegiatan kerja dan masing-masing kegiatan kerja itu menimbulkan akibat yang berbeda-beda. Bagi mereka yang dikatakan telah terbebaskan, segala kegiatan kerja yang dilakukan bukan di – maksudkan untuk keperluan badan ataupun terhadap hasil dari kegiatan kerja tersebut, tetapi kegiatannya itu sebagai kegiatan Tuhan semata.

 

OLEH : PDT. ITHA TASI-ADOE,S.TH. 

BACAAN : KELUARAN 3:7-10

Setiap pekerjaan yang kita lakukan prosesnya baik dan menghasilkan sesuatu yang berkualitas (baik) tidak terlepas  dari orang yang melakukan pekerjaan tersebut.Pengetahuan dan pengalaman (profesionalitas) tentang sesuatu yang akan dikerjakan memang penting tetapi karakter/kepribadian yang unggul sangat dibutuhkan untuk melengkapi profesionalitas tersebut

Pekerjaan yang memiliki kualitas baik perlu perpaduan dari kecerdasan intelektual,kecerdasan emosional,kecerdasan spiritual dan  kecerdasan transcendental karena dengan kecerdasan majemuk ini secara efektif bisa membuat seseorang mencapai titik maksimal dalam kesuksesan pekerjaan dan berdampak baik bagi sesama

Musa sebagai abdi Allah/Nabi yaitu jurubicara Allah bagi bangsa/umat Israel telah menunjukan sosok/figure (role model) seorang abdi Allah yang memiliki kualitas pelayanan (pekerjaan) yang sungguh-sungguh berdampak baik bagi umat yang dilayaninya.Kepemimpinan Musa atas bangsa Israel telah menunjukan sebuah pelayanan yang mencapai titik maksimal dengan segala keberadaan Musa dan telah menjawab kebutuhan bangsa Israel.

Penegasan tentang kualitas yang baik dari pelayanan Musa adalah : Musa telah menjadi pemimpin yang melakukan pekerjaan yang sungguh2 tuntas yaitu : melepaskan,mengeluarkan dan menuntun dan hal itu terlihat dari : Perubahan Israel dari status sebagai bangsa budak menjadi bangsa merdeka,dari kondisi ekonomi yang memperihatinkan  menjadi berkelimpahan,dari rasa rendah diri sebagai  bangsa yang tidak punya harga diri  (karena ditindas) menjadi bangsa yang merasa dihargai karena punya pengharapan baru di tanah Perjanjian/Kanaan.

Pekerjaan dalam kepemimpinan yang menjadi berkat ini disebabkan oleh beberapa hal yang menjadi bagian dari karakter/kepribadian Musa.Walaupun pada awal pelayanannya ada perasaan rendah diri/kurang percaya diri yang dimiliki oleh Musa  yang terlihat dalam pernyataan Musa..siapakah aku ini Tuhan,bagaiaman jika mereka tidak percaya padaku,aku tidak pandai bicara tetapi setelah Allah “mentransfer “kerinduan,kekuatan dan semangat Allah dalam diri Musa  maka Musa mulai bertindak.

Karakter Musa adalah  memberi dirinya untuk merasa dan memahami penderitaan bangsanya yang telah ditindas selama 430 tahun sebagai budak,kebutuhan bangsanya akan kebebasan dan kehidupan yang lebih baik.Perasaan senasib itulah yang membuat Musa menggunakan waktu hidup selanjutnya untuk menjadi berkat bagi bangsanya.

Musa diutus Allah ketika usia 80 tahun,selama 40 tahun dia sungguh2 memberi waktunya bagi bangsa,memimpin bangsa ini melewati ganasnya padang gurun  sampai detik terakhir hidupnya yaitu saat Musa meninggal usia 120 tahun.Selama 40 tahun  Musa sadar akan keterbatasannya dalam memimpin umat ini menuju pada kehidupan lebih baik,tetapi keterbatasan tidak menghambat dia melakukan pelayanannya.Musa sudah memulai,dia tidak mau menyerah di tengah jalan karena keterbatasannya.

Musa terus berkomunikasi dengan Allah supaya kekuatan Allah melengkapi kekuarangannya,Musa tidak menyerah dengan keterbatasannya,dia juga tidak menyerah dengan sikap bangsa Israel yang kadang mendukung tetapi kadang bersunggut-sunggut.Musa bekerja dengan dedikasi yang tinggi kepada  Allah.Musa tahu bahwa Allah yang memberi tugas ini sehingga pertanggungajawabanya yang utama  adalah kepada Allah.Akhirnya walaupun Musa tak menikmati kebebasan,kelimpahan dan indahnya tanah perjanjian tetapi Musa merasa puas dan tetap memberikan bekal bagi bangsa itu untuk hidup takut akan Allah tetap menjadi bagian dari sikap hidup mereka di tanah Perjanjian/Kanaan

Teladan Musa yang bias direnungkan untuk menjadi bagian dalam pekerjaan dan pelayanan kita kepada sesama agar pelayanan dan pekerjaan kita sungguh2 menjadi berkat/berkualitas baik  adalah :

a.Melayanilah dengan sungguh2 memahami kebutuhan mereka yang kita layani rasa simpati dan empati terhadap mereka yang kita layani harus menjadi bagian dari rasa kita

b.Dalam melakukan pekerjaan kita ada kurun waktu dalam sehari yang menjadi kewajiban kita untuk melakukan pekerjaan kita gunakanlah waktu  itu secara bertanggungjawab supaya ketika kita menerima upah kita merasa sungguh layak dan menikmati kepuasan batin.Kita tidak “mencuri” waktu orang yang kita layani dengan kepentingan diri kita    

c.Jangan jadikan keterbatasan diri sebagai halangan dalam bekerja,atau memakainya sebagai “senjata yang ampuh” untuk meringankan beban kita.Berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi pekerjaan tersebut karena ketika kita diijinkan untuk melakukan sebuah pekerjaan maka kekuatan untuk melakukannya datang beriringan.

d.Semangat yang kita punya harus semangat memulai dan menyelesaikan,nilai kesetiaan akan terlihat disitu. Jangan memulai tetapi orang lain menyelesaikan sebab mereka yang setialah yang akan dipercayakan hal-hal besar.Kepercayaan diri bukan didapat dengan pengetahuan tetapi didapat dari kesetiaan menyelesaikan pekerjaan.

 Segala sesuatu yang dikerjakan,perbuatlah seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia maka melalui pekerjaan kita akan terus diberkati dan menjadi berkat.  

 

OLEH: ROMO YAKOBUS LONGGA, PR, S. FIL

Perikop bacaan: Yoh. 15:1-4

Cerita: orang Muda: Yang mau hidup bersama datang kepada Romo dan meminta saran serta nasehat. Romo kemudian memberi saran sederhana kepada mereka. Romo meminta mereka mengambil secarik kertas dan menulis satu kalimat ini, kemudian saling tukar kertas itu. Bunyi kalimat itu yakni: JANGAN BERJANJI KALAU KAMU TIDAK AKAN SALING MENYAKITI, TETAPI BERJANJILAH KALAU KAMU TIDAK SALING MENINGGALKAN KETIKA SALAH SATU DARIMU TERSAKITI.

Saudara-saudari terkasih.

Apapun yang terjadi, Sang pokok anggur tidak akan pernah meninggalkan kita. Ia selalu ada bersama kita  karena kekuatan ketika kita ada di dalamNya. Ia mengajarkan pada kita arti melayani, dengan kualitas yang kita miliki. Tentu di tanah Israel, anggur menjadi salah satu tanaman favorit orang-orang di sana. Anggur bisa menghadirkan bagi mereka keuntungan dan juga kesejahteraan hidup. Dari anggur berkualitas pula, anggur bisa mengangkat derajat kehidupan seseorang menjadi lebih berkualitas. Karena tulah, Yesus kemudian memakai perumpamaan dalam relasi antara Allah dan manusia dengan menggunakan anggur. Yesus adalah pokok anggur dan Bapa Adalah pengusahanya. Kita adalah ranting-ranting yang tak mungkin hidup tanpa pokok anggur itu. Dari pokok anggur yang berkualitas, maka hadir ranting-ranting yang kuat dan buah-buah yang segar. “ Tinggallah di dalam aku dan Aku di dalam kamu” merupakan sebuah pernyataan dan nuanasa substansi dengan kesimpulan yang utuh, kalau kita tidak bisa berbuah dari diri kita sendiri jikalau kita tidak tinggal pada pokok anggur. Pokok anggur itu mengajarkan pada kita bagaimana terus melayani dengan meningkatkan kualitas pelayanan public sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

Mari kita mulai dengan hal-hal yang sederhana, seperti senyuman saat bertemu orang-orang yang datang bertamu, atau masyarakat sederhana. Ini tasalah muka asam saja setiap hari, apalagi tanggal tua begini. Kita punya banyak beban di rumah dengan masalah-masalah yang banyak, mungkin juga relasi yang tidak sehat dengan tetangga, tapi itu tidak membuat kita kehilangan gairah untuk memberi senyum pada sesama.

TIDAK PERLU MELANGKAH TERLALU JAUH UNTUK MENCARI SURGA. SURGA ITU ADA DI DALAM BILIK HATI KITA YANG TERKUNCI. DAN ANAK KUNCINYA ADA DI BERANDA HATI ORANG LAIN.

ANALOGI LILIN: sejak dalam kandungan ibu kita, kita sudah diberi cahaya oleh Sang Cahaya itu, kita jaga cahaya itu. Terkadang dalam perjalanan itu, cahaya kita semakin redup dan akhirnya padam, karena masalah-masalah berat yang kita hadapi, tapi Tuhan tetap menyalahkan cahaya itu untuk kita. Cahaya itu kemudian redup dan padam lagi saat kita kehilangan orang-orang yang kita kasihi, tapi ingat, Tuhan tetap menyalahkan cahaya itu untuk kita. Jika cahaya itusudah tetap menyala, maka kita wajib membaginya untuk sesama lewat pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat NTT. Ingat, saat engkau memberi cahaya bagi mereka, cahayamu sendiri tak boleh padam.

 

0 Comments

You Might Also Like This

Back to top