Menggunakan Hikmat Tuhan dan tetap Setia Dalam Sesama

Kota Kupang, BKD.NTTPROV.GO.ID - Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT menyelenggarakan Pembinaan Rohani Gabungan ASN Anggota KORPRI Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, hari Jumat, 27 Mei 2022 secara virtual dan disiarkan secara live streaming melalui channel Youtube BKD Provinsi NTT. Tema Renungan : "Menggunakan Hikmat Tuhan & Tetap Setia Dalam Melayani Sesama". Hadir memberikan renungan masing-masing rohaniwan dari agama Kristen : Pdt. Maria A. Litelnoni - Yohanes, S.Th, agama Islam : Ustad Rasyid Muzhar, SAG.MH, agama Katolik : Romo Siprianus S. Senda, Pr dan Hindu : Bapak Anak Agung Semara Putra, S.Ag.

Renungan 1
Marilah kita bersama memanjatkan syukur kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia dan nikmat dengan selalu mengucapkan “Alhamdulillah”, yang diikuti kesadaran bahwasanya semua anugerah itu berasal darinya dan memanfaatkan segala karunia tersebut pada perkara2 yang diperintahkannya.

Shalawt dan Taslim Kita persembahkan kepada Junjungan kita Nabi Muhammad saw. Serta para sahabat dan keluarga.

Bapak ibu Hadirin dan pemirsa rohimakumullah

Tema renungan kita pagi ini adalah :

 “Menggunakan Hikmat Tuhan dan tetap Setia Dalam Sesama”

Hikmat dapat dimaknai sebagai suatu kelebihan yang diberikan Allah kepada seorang, yang karenanya lebih paham dan mampu dalam menjalanki kehidupan.

Hikmat juga dapat dimaknai sebagai anugerah atau nikmat dari sang pencipta kepada setiap hamba yang dikehendakinya

Semua pemberian itu akan bermakna dan membawa pemiliknya meperoleh keberuntungan di kehidupan dunia dan akherat adalah ketika didermakan untuk kebaikan dan tentunya bermanfaat untuk seleuruh manusia

Suatu ketika Rasulullah sedang bersama sahabat, lalu beliau bertanya “maukah kalian aku kasi tahu orang terbaik dari yang terburuk di antara kalian

Para sahabat menjawab : iya ya Rasulullah

Lalu rasulullah bersabda :

“Yang terbaik diantara kalian adalah orang yang diharap kebaikannya dan orang merasa aman dari keburukannya, dan yang terburuk di antara kalian adalah yang kebaikannya tidak diharap dan orang merasa tidak aman dari keburukannya”

Hadirin dan Pemirasa dimanapun anda berada,

Ternyata orang terbaik itu adalah orang yang memiliki banyak manfaat bagi orang lain.

Dalam hadits yang lain Rasulullah bersabda “orang terbaik adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain”.

Tentu kita semua menginginkan menjadi orang terbaik, dan tentu jalannya adalah dengan memberikan manfaat bagi sesama.

Kelebihan apapun yang kita miliki hendaknya dapat menyempurnakan kekurangan orang lain, karena pada hakekatnya tidak ada manusia yang terlahir sempurna, ketika kita mampu menyempurnakan kekurangan orang lain dengan kelebihan yang kita miliki, maka disitulah seseorang memiliki makna bagi orang lain. Dan ketika kita bermakna bagi orang lain, maka diharapkan kita telh termasuk orang yang baik di mata Allah.

Memberikan manfaat kepada sesama, merupakan salah satu bentuk syukur kita kepada Allah Sang pemberi nikmat, dimana Allah menjanjikan bagi mereka yang bersyukur akan diberikan tambahan nikmat, dan bagi mereka yang mengikari nikmat yang diberikan (dengan tidak memanfaatkan pada apa yang dikehendaki oleh Allah Sang Pemberi), maka Allah berjanji akan memberikan siksa yang amat pedih.

Hadirin dan Jamaah yang berbahagia

Mari kita sama-sama memanfaatkan usia kita di dunia untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Karena manusia pasti akan diminta pertanggungjawaban atas segala apa yang telah dikerjakannnya.

Ketika kita dianugerahi jabatan, mari beredrma dengan jabatan yang kita miliki dengan memberikan kemudahan bagi mereka yang membutuhkan pelayanan. Ketika kita diberika kelebihan berupa harta, mari berderma dengan harta yang kita miliki sehingga mereka yang merasa kekurangan dalam hidunya dapat merasakan bahagia.

Sebaliknya mari kita sama-sama berusaha untuk tidak menebarkan keburukan yang mengakibatkan orang lain rugi apalagi menderita, karena kerugian dan penderitaan yang mereka rasakan pada saatnya akan berbalik menjadi kerugian dan penderitaan kita.

Rasulullh bersabda :

Bukan golonganku yang tidak menyayangi yang kecil, dan bukan pula golonganku yang tidak menghormati yang lebih tua.

Kecil dan tua adalah simbul kelemahan dan kemampuan, sehingga apabila kemampuannya mengakibatkan kesengsaaraan bagi yang lemah atau yanng lemah tidak mau menghargai yang kuat, maka tidak akan diakui sebagai umat Rasululllah.

Sebuah pengalaman pribadai, “suatu saat saya berada di jalan yang sepi jauh dari keramaian, dan saya kehabisan bahan bakar. Siapa yang diharap untuk membantu selain Allah.

Tidak lama kemudian datang sekitar 5 orang berkendara bergerombolan, lalu saya setop mereka dan saya katakan saya kehabisan bahan bakar. Secara sepontan mereka mencari gelas plastik bekas, setelah didapat mereka tuang BBM ke kendaraan saya secara bergantian”

Pertanyaannya “apa yang mereka harap dari saya yang mereka tidak kenal ?, dan seteleh mereka membantu saya, merekapun berlalu dan tidak pernah bertemu kembali samai saat ini. Tidak ada yang diharap kecuali balasan baik dari Allah Swt.

Jika kita semua dapat memberikan manfaat bagi orang lain, sekecil apapun manfaat itu, niscaya kehiupan di dunia ini akan dipenuhi kedamaian.

Renungan 2
Banyak orang berharap mempunyai kehidupan yang baik, aman, lancar. Namun sedikit orang yang harapannya terpenuhi. Karena ada jenjang antara herapan dan kenyataan. Mewujudkan harapan harus dengan berbagai upaya, kerja keras, dan doa. Salah satu upaya yang terpenting adalah memperkaya diri dengan merenungkan, membaca Firman Tuhan, mohon hikmat Tuhan, membaca buku-buku bermakna, belajar dari pengalaman hidup sendiri, pengalaman orang banyak, untuk belajar dan menempa diri sendiri. Agar hidup tidak berlalu sia-sia, agar hidup bermakna bagi banyak orang. Karena hidup itu singkat, seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap: Yakobus 4:14 ‘’hidupmu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap’’ seperti bunga rumput Mazmur 103:15-17 ‘’Adapun manusia hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga, apabila angin melintasinya maka tidak ada lagi ia dan tempatnya tidak mengenalnya lagi” Sedemikian singkat dan relatifnya hidup sehingga metafora yang dipakai oleh penulis Alkitab uap air, bunga rumput.

Sekarang ini di sekitar kita banyak kabar duka yang kita dengar bukan hanya menimpa orang-orang yang berusia lanjut, tapi juga usia-usia mapan, usia muda, dewasa awal. Ini semakin mengingatkan kita bahwa kita harus terus menerus mengupayakan hidup dengan hikmat Tuhan. Apapun saat ini yang menjadi tugas dan tanggung jawab bapak ibu sekalian, kerjakanlah sebaik-sebaiknya, Pengkhotbah 9:10 “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena taka da pekerjaan, pertimbangan dan pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, kemana engkau akan pergi’’  dengan penuh tanggungjawab bukan hanya tanggungjawab kepada atasan, kepada bagian, tapi terlebih bertanggungjawab kepada Tuhan Sang Pemberi hidup sehingga hidup kita bermakna bagi sesame. Amin