Beri Perhatian Pada Pengembangan SDM, Kepala BKD Jadwalkan Sesi Feedback Bagi Para Asesi

Kota Kupang, BKD.NTTPROV.GO.ID – Sebanyak 42 peserta penilaian kompetensi (asesi) yang terdiri atas Pejabat Pengawas dan Kepala Instalasi/Kepala Ruangan di lingkungan RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang menghadiri “Sesi Feedback” yang diselenggarakan pada Jumad (20/1/2023) di Ruangan Assessment Center Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT. Feedback diberikan langsung oleh Asesor SDM Aparatur kepada masing-masing asesi berdasarkan hasil penilaian yang sebelumnya telah diserahkan kepada pihak manajemen RSUD Johannes Kupang.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan surat Kepala BKD Nomor 800/010/BKD.3.3 tanggal 17 Januari 2023. “Bertolak dari pengalaman pribadi, saya minta agar para asesor dapat memberi perhatian pada critical dimensions untuk rumah sakit, seperti misalnya Berorientasi pada Pelayanan (BpP). Saya juga minta agar para Asesor dapat memberikan pemahaman dan motivasi yang mendorong mereka untuk berubah dan meningkatkan kinerja pelayanan”, demikian arahan Kepala BKD, Henderina S. Laiskodat, SP, M.Si dalam rapat persiapan bersama Kabid Pengembangan dan para Asesor yang digelar di Ruang Rapat Ja’I Assessment Center.

Image removed.Image removed.Image removed.

Ditambahkan oleh Administrator kegiatan, Wilfridus M. K. Nono, S.S, MHRM, bahwa sesuai hasil validasi kompetensi yang dilakukan melalui survey dan wawancara terhadap Direktur RSUD Johannes Kupang, ada delapan kompetensi yang dinilai terhadap Pejabat Pengawas dan Kepala Instalasi/Kepala Ruangan RSUD Johannes Kupang. Selain kompetensi Berorientasi pada Pelayanan (BpP), kompetensi lain yaitu Adaptasi terhadap Perubahan (AtP), Integritas (Int), Komitmen terhadap Organisasi (KtO), Pengorganisasin (P), Pengambilan Keputusan (PK), Manajemen Konflik (MK), dan Interaksi Sosial (IS).

Dalam “Sesi Feedback” yang berlangsung selama 45 menit untuk masing-masing orang tersebut, para Asesor menggambarkan proses dan hasil yang dinilai disertai penjelasan terkait standar atau level kompetensi yang disyaratkan dan capaian kompetensi dari setiap asesi. Selain itu, para Asesor juga menggali permasalahan yang dihadapi asesi dan bersama-sama menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) agar optimal atau bahkan melampaui level kompetensi yang disyaratkan untuk grade jabatan saat ini.

Sejumlah asesi sangat antusias dan menganggap penilaian ini objektif sekali, serta bisa merubah perspektifnya tentang tugas sehari-hari. “Hasil penilaian ini cocok sekali dengan apa yang kami alami sehari-hari”, kata seorang asesi. “Assessment center ini luar biasa karena kami dibantu untuk mengenal diri dan kemampuan kami”, demikian respon asesi yang lain.

Meskipun sebagian besar memberikan respons positif, ada segelintir asesi yang mengaku kaget dan meragukan hasil penilaian yang diterimanya. Akan tetapi, setelah mendengar penjelasan dari asesor, mereka akhirnya bisa paham dan terbuka untuk menerima hasil yang ada.

Dalam sesi yang dirancang sangat interaktif ini, bukan hanya asesi yang merasa senang, tetapi asesor juga merasa puas karena komentar dari para asesi secara tidak langsung mengkonfirmasi validitas instrumen penilaian yang digunakan saat tes.

“Kegiatan seperti ini menarik untuk dilakukan karena bukan hanya kita yang memberi feedback kepada asesi, tetapi kita juga menerima feedback yang berguna untuk pengembangan assessment center secara keseluruhan”, kata Luis (Asesor) ketika dimintai kesannya terhadap sesi feedback yang baru saja selesai.

Kesan yang sama juga dirasakan oleh Yohanes Tael Lim, SE, MM, Koordinator Asesor yang sekaligus menjadi Ketua Ikatan Asesor SDM Aparatur (IASA) wilayah NTT. “Semoga ke depan kita bisa melengkapi laporan tertulis dan feedback kepada instansi pengguna dengan melakukan sesi feedback personal seperti ini”, ungkap Hans optimis.

 

Penulis: Wilfridus M. K. Nono (Asesor SDM Aparatur)

Wilfridus M. K. Nono